-
2,4,6-Trimetilanilin CAS:88-05-1
2,4,6-Trimetilanilin adalah amina aromatik dengan rumus kimia C10H15N. Senyawa ini memiliki cincin benzena yang tersubstitusi dengan tiga gugus metil pada posisi 2, 4, dan 6, bersama dengan gugus amino (-NH2). Dikenal karena strukturnya yang unik, 2,4,6-trimetilanilin terutama digunakan dalam produksi pewarna, pigmen, dan berbagai senyawa organik. Kemampuannya untuk bertindak sebagai nukleofil dalam reaksi substitusi elektrofilik meningkatkan kegunaannya dalam kimia sintetik. Selain itu, senyawa ini memiliki aplikasi dalam agrokimia dan ilmu material, di mana sifat-sifatnya berkontribusi pada pengembangan bahan kimia khusus dan pelapis canggih.
-
Asam 3-Hidroksibenzoat CAS:99-06-9
Asam 3-hidroksibenzoat, juga dikenal sebagai asam salisilat, adalah senyawa aromatik dengan rumus molekul C7H6O3. Senyawa ini memiliki gugus hidroksil (-OH) dan gugus asam karboksilat (-COOH) yang terikat pada cincin benzena di posisi 3. Senyawa ini terkenal karena perannya dalam sintesis organik dan berbagai aplikasi industri. Terutama digunakan dalam formulasi obat-obatan, khususnya perawatan dermatologis, senyawa ini juga berfungsi sebagai prekursor dalam produksi pewarna, parfum, dan pengawet makanan. Sifat unik asam 3-hidroksibenzoat menjadikannya komponen berharga di berbagai bidang, termasuk kedokteran dan ilmu material.
-
Dietil suksinat CAS:123-25-1
Dietil suksinat adalah ester yang berasal dari asam suksinat, dengan rumus kimia C10H18O4. Senyawa ini terdiri dari dua gugus etil yang teresterifikasi pada gugus fungsi asam karboksilat dari asam suksinat. Senyawa ini tampak sebagai cairan tidak berwarna dan terutama digunakan dalam sintesis organik, farmasi, dan sebagai pelarut. Dietil suksinat berfungsi sebagai blok bangunan serbaguna untuk mensintesis berbagai senyawa kimia, termasuk farmasi dan agrokimia. Titik didihnya yang rendah dan sifatnya yang tidak beracun semakin meningkatkan daya tariknya dalam berbagai aplikasi, mulai dari zat perasa hingga plasticizer, yang menunjukkan signifikansinya baik dalam lingkungan industri maupun laboratorium.
-
MOPS CAS:1132-61-2
MOPS, atau asam 3-(N-morfolino)propanasulfonat, adalah agen penyangga yang banyak digunakan dalam penelitian biologi dan biokimia. Dengan rumus molekul C7H15NO4S, MOPS memiliki pKa sekitar 7,15, sehingga sangat efektif untuk menjaga tingkat pH fisiologis di sekitar netralitas. Penyangga ini disukai karena kemampuannya untuk menstabilkan pH dalam berbagai kondisi eksperimental, termasuk kultur sel dan elektroforesis, tanpa mengganggu proses biologis. Kompatibilitasnya dengan protein dan asam nukleat meningkatkan kegunaannya dalam berbagai aplikasi, mulai dari biologi molekuler hingga biokimia, memperkuat pentingnya sebagai penyangga standar di lingkungan laboratorium.
-
Asam 2,4-Diklorofenoksiasetat CAS:94-75-7
Asam 2,4-diklorofenoksiasetat (2,4-D) adalah herbisida yang banyak digunakan dan termasuk dalam keluarga asam fenoksi. Dengan rumus kimia C8H6Cl2O3, senyawa ini memiliki dua atom klorin pada posisi 2 dan 4 dari gugus klorofenol yang terikat pada bagian asam asetat. Awalnya dikembangkan pada tahun 1940-an, 2,4-D terutama digunakan untuk mengendalikan gulma berdaun lebar di berbagai lingkungan pertanian, termasuk tanaman, halaman rumput, dan kebun. Aksi selektifnya memungkinkan herbisida ini untuk menargetkan vegetasi yang tidak diinginkan sambil tidak merusak rumput. Efektivitas dan keserbagunaan 2,4-D telah menjadikannya salah satu herbisida paling populer di dunia.
-
Asam 3-(Dimetilamino)benzoat CAS:99-64-9
Asam 3-(dimetilamino)benzoat, juga dikenal sebagai asam 3-dimetilaminobenzoat atau DMABA, adalah senyawa aromatik dengan rumus molekul C10H13NO2. Senyawa ini memiliki gugus dimetilamino (-N(CH₃)₂) yang terikat pada cincin benzena di posisi 3, bersama dengan gugus asam karboksilat (-COOH). Senyawa ini dikenal karena aplikasinya dalam sintesis organik, farmasi, dan pewarna. Struktur uniknya memberikan sifat-sifat yang membuatnya berharga dalam berbagai reaksi kimia, termasuk sebagai indikator pH dan dalam pengembangan formulasi obat. Fleksibilitas asam 3-(dimetilamino)benzoat menggarisbawahi pentingnya senyawa ini di berbagai bidang ilmiah dan industri.
-
2,4-Difluoroanilin CAS:367-25-9
2,4-Difluoroanilin adalah amina aromatik yang ditandai dengan adanya dua atom fluorin pada posisi 2 dan 4 molekul anilin. Rumus kimianya adalah C6H5F2N, dan memiliki gugus amino (-NH2) serta cincin benzena terfluorinasi. Senyawa ini telah menarik perhatian di berbagai bidang, termasuk farmasi dan agrokimia, karena kegunaannya sebagai zat perantara dalam sintesis molekul bioaktif. Sifat unik yang diberikan oleh substituen fluorin meningkatkan stabilitas dan reaktivitas senyawa, menjadikannya blok bangunan yang berharga untuk mengembangkan entitas kimia baru.
-
kreatinol fosfat CAS:6903-79-3
Kreatinol fosfat adalah turunan terfosforilasi dari kreatin, dengan rumus kimia C6H14N3O4P. Senyawa ini memainkan peran penting dalam metabolisme otot dan produksi energi. Kreatinol fosfat bertindak sebagai perantara penting dalam sintesis ATP (adenosin trifosfat), yang vital untuk transfer energi seluler. Keberadaannya telah dikaitkan dengan peningkatan kinerja olahraga dan pemulihan yang lebih baik pada otot rangka. Senyawa ini sangat penting pada organisme dengan kebutuhan energi tinggi, berfungsi sebagai cadangan fosfat untuk regenerasi ATP yang cepat. Studi tentang kreatinol fosfat berkontribusi pada pemahaman kita tentang metabolisme energi baik dalam keadaan sehat maupun sakit.
-
Asam 3,5-Dihidroksibenzoat CAS:99-10-5
Asam 3,5-dihidroksibenzoat adalah senyawa aromatik dengan rumus molekul C7H6O4. Senyawa ini memiliki dua gugus hidroksil (-OH) pada posisi 3 dan 5 dari struktur asam benzoat, menjadikannya turunan dihidroksi dari asam benzoat. Senyawa ini dikenal karena perannya dalam sintesis organik dan berbagai aplikasinya di industri farmasi, kosmetik, dan makanan. Sifat antioksidannya membuatnya sangat berharga, karena dapat melindungi dari stres oksidatif. Selain itu, asam 3,5-dihidroksibenzoat berfungsi sebagai prekursor untuk mensintesis molekul organik yang lebih kompleks, yang mencerminkan pentingnya senyawa ini di berbagai bidang ilmiah dan industri.
-
Dimetil suksinat CAS:106-65-0
Dimetil suksinat adalah senyawa organik yang diklasifikasikan sebagai diester asam suksinat, dengan rumus kimia C8H14O4. Senyawa ini terdiri dari dua gugus metil yang teresterifikasi pada gugus fungsi asam karboksilat dari asam suksinat. Cairan tak berwarna ini memiliki aroma buah dan terutama digunakan dalam sintesis organik, proses solvasi, dan produksi polimer yang dapat terurai secara hayati. Dimetil suksinat berfungsi sebagai blok pembangun serbaguna dalam berbagai reaksi kimia, termasuk reaksi transesterifikasi dan kondensasi. Toksisitasnya yang rendah dan profil lingkungan yang menguntungkan meningkatkan daya tariknya dalam aplikasi industri, farmasi, dan agrokimia, menjadikannya senyawa yang berharga dalam manufaktur kimia.
-
N,N'-Dietitiletilendiamin CAS:111-74-0
N,N'-Dietiletilendiamin (DEE), dengan rumus molekul C6H16N2, adalah diamina rantai bercabang yang dicirikan oleh dua gugus etil yang terikat pada atom nitrogen dalam kerangka etilendiamin. Senyawa ini dikenal karena keserbagunaannya dalam sintesis organik dan aplikasi industri. DEE berfungsi sebagai perantara penting dalam produksi berbagai bahan kimia, termasuk surfaktan, polimer, dan farmasi. Karena reaktivitasnya, senyawa ini sering digunakan sebagai ligan dalam kimia koordinasi dan katalisis. Selain itu, sifat unik N,N'-dietiletilendiamin menjadikannya berharga dalam formulasi yang membutuhkan fungsi amina, yang mencerminkan pentingnya senyawa ini di berbagai bidang ilmiah dan industri.
-
4-Bromoklorobenzena CAS:106-39-8
4-Bromoklorobenzena adalah senyawa aromatik dengan rumus molekul C₆H₄BrCl, yang terdiri dari cincin benzena yang disubstitusi oleh atom bromin dan klorin pada posisi para. Senyawa ini biasanya tampak sebagai cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dan menunjukkan volatilitas sedang. Kelarutannya dalam air rendah tetapi larut dalam berbagai pelarut organik, sehingga bermanfaat dalam aplikasi sintesis. 4-Bromoklorobenzena berperan sebagai zat perantara penting dalam sintesis organik, khususnya dalam pembuatan obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan pewarna karena reaktivitasnya dalam reaksi substitusi elektrofilik dan kemampuannya untuk mengalami substitusi nukleofilik.
