-
1-Bromotetradekana CAS:112-71-0
1-Bromotetradekana adalah senyawa organik dengan rumus molekul C14H29Br. Senyawa ini termasuk dalam kelas alkil halida primer, yang dicirikan oleh kerangka tetradekana dengan atom bromin yang terikat pada atom karbon pertama. Cairan tak berwarna ini bersifat hidrofobik, menunjukkan kelarutan rendah dalam air tetapi kelarutan yang baik dalam pelarut organik. Karena struktur rantai panjangnya, 1-bromotetradekana terutama digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis organik, termasuk produksi surfaktan dan obat-obatan. Sifat-sifat senyawa ini juga membuatnya berharga dalam penelitian, khususnya dalam studi yang melibatkan reaksi alkilasi dan transformasi organik lainnya.
-
1-Klorodekana CAS:1002-69-3
1-Klorodekana adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H21Cl, yang diklasifikasikan sebagai alkil halida primer. Senyawa ini terdiri dari rantai dekan linier dengan atom klorin yang terikat pada karbon pertama. Cairan tak berwarna ini menunjukkan kelarutan rendah dalam air dan kelarutan yang baik dalam berbagai pelarut organik, yang mencerminkan karakteristik hidrofobiknya. Karena struktur kimianya yang sesuai, 1-klorodekana berfungsi sebagai zat perantara penting dalam sintesis organik, khususnya dalam produksi surfaktan, farmasi, dan agrokimia. Sifat-sifatnya yang unik menjadikannya berharga untuk penelitian dan aplikasi industri yang melibatkan reaksi substitusi nukleofilik dan transformasi lainnya.
-
1-Bromododekana CAS:143-15-7
1-Bromododekana adalah senyawa organik dengan rumus molekul C12H25Br. Senyawa ini diklasifikasikan sebagai alkil halida primer, yang dicirikan oleh kerangka dodekana dengan atom bromin yang menggantikan salah satu atom hidrogen. Cairan tak berwarna ini menunjukkan sifat-sifat khas alkana terhalogenasi, seperti kelarutan rendah dalam air dan kelarutan yang baik dalam pelarut organik. Struktur rantai panjangnya berkontribusi pada sifat hidrofobiknya. 1-Bromododekana terutama digunakan dalam sintesis organik, berfungsi sebagai zat perantara penting dalam produksi obat-obatan, surfaktan, dan senyawa kimia lainnya, sehingga sangat penting baik dalam penelitian maupun aplikasi industri.
-
1-Bromodecane CAS:112-29-8
1-Bromodekana adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H21Br. Senyawa ini termasuk dalam keluarga alkil halida, di mana atom bromin menggantikan satu atom hidrogen dalam molekul dekana. Cairan tak berwarna ini terutama digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis organik dan dalam produksi surfaktan serta senyawa kimia lainnya. Rantai hidrokarbonnya yang panjang membuatnya hidrofobik, sehingga kelarutannya rendah dalam air tetapi baik dalam pelarut organik. Karena sifatnya yang unik, 1-bromodekana memiliki berbagai aplikasi dalam bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material, menjadikannya senyawa penting baik dalam penelitian maupun industri.
-
1,10-Dibromodecane CAS:4101-68-2
1,10-Dibromodekana adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H20Br2. Senyawa ini memiliki dua atom bromin yang terikat pada atom karbon terminal dari rantai dekan, menjadikannya anggota keluarga dibromoalkana. Cairan tak berwarna ini terutama digunakan sebagai hidrokarbon terhalogenasi dalam sintesis organik dan berfungsi sebagai zat perantara yang relevan dalam berbagai reaksi kimia. Strukturnya memberikan sifat fisik yang berbeda, termasuk hidrofobisitas dan volatilitas rendah. Karena karakteristik ini, 1,10-dibromodekana banyak digunakan dalam bidang farmasi, surfaktan, dan produksi polimer, yang menunjukkan signifikansinya dalam penelitian dan kimia industri.
-
1,10-Diklorodekana CAS:2162-98-3
1,10-Diklorodekana adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H20Cl2, termasuk dalam kelas dialkil halida. Senyawa ini memiliki kerangka dekan linier dengan atom klorin yang terikat pada atom karbon pertama dan kesepuluh. Sebagai cairan tak berwarna, 1,10-diklorodekana menunjukkan kelarutan rendah dalam air tetapi larut dalam berbagai pelarut organik, yang mencerminkan sifat hidrofobiknya. Struktur uniknya menjadikannya zat perantara yang berharga dalam sintesis organik, khususnya dalam produksi surfaktan, farmasi, dan agrokimia. Kemampuan 1,10-diklorodekana untuk mengalami reaksi substitusi nukleofilik meningkatkan kegunaannya baik dalam penelitian maupun aplikasi industri.
-
1-Bromo-4-klorobutana CAS:6940-78-9
1-Bromo-4-klorobutana adalah senyawa organik dengan rumus molekul C4H8BrCl. Senyawa ini termasuk dalam kelas hidrokarbon terhalogenasi, khususnya dibromoalkana, yang dicirikan oleh kerangka butana dengan substituen bromin dan klorin yang terletak masing-masing pada atom karbon pertama dan keempat. Cairan tak berwarna ini menunjukkan sifat-sifat khas alkil halida, termasuk kelarutan rendah dalam air dan kelarutan yang baik dalam pelarut organik. Karena strukturnya yang unik, 1-bromo-4-klorobutana berperan sebagai zat perantara penting dalam sintesis organik, khususnya dalam pembuatan obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan bahan kimia halus lainnya, sehingga sangat penting baik dalam penelitian maupun aplikasi industri.
-
Natrium DL-Malat CAS:676-46-0
Natrium DL-malat adalah garam natrium dari asam malat, dengan rumus kimia C₄H₅NaO₄. Senyawa ini berbentuk bubuk kristal putih dan terutama digunakan dalam industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Sebagai senyawa organik alami, natrium DL-malat berfungsi sebagai penambah rasa, pengatur keasaman, dan pengawet dalam berbagai produk makanan. Dalam bidang farmasi, digunakan sebagai agen penyangga dan eksipien dalam formulasi obat. Sifat-sifatnya menjadikannya berharga dalam berbagai aplikasi, menyoroti perannya dalam meningkatkan stabilitas dan cita rasa produk.
-
N-Asetilmorfolin CAS:1696-20-4
N-Asetilmorfolin adalah senyawa organik dengan rumus molekul C₇H₉NO₂, yang memiliki cincin morfolin yang tersubstitusi dengan gugus asetil (-COCH₃). Cairan tak berwarna hingga kuning pucat ini terutama digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis organik dan memiliki aplikasi dalam produksi farmasi dan agrokimia. Kehadiran nitrogen dan oksigen dalam strukturnya memungkinkan reaktivitas kimia yang beragam, sehingga menjadikannya berharga dalam berbagai jalur sintesis. Selain itu, N-asetilmorfolin berfungsi sebagai pelarut dan pereaksi dalam beberapa proses industri, yang menyoroti signifikansinya di berbagai sektor.
-
Myrcene CAS:123-35-3
Myrcene, juga dikenal sebagai β-myrcene, adalah monoterpen alami dengan rumus kimia C₁₁H₁₈ dan berat molekul sekitar 154,25 g/mol. Senyawa ini terutama ditemukan dalam berbagai minyak esensial, termasuk yang diekstrak dari hop, daun salam, serai, dan mangga. Dicirikan oleh aroma tanah dan musk dengan nuansa buah, myrcene memainkan peran penting dalam industri wewangian dan perasa. Selain kualitas aromatiknya, myrcene semakin mendapat perhatian karena potensi khasiat terapeutiknya, termasuk efek anti-inflamasi, analgesik, dan sedatif, menjadikannya subjek yang menarik dalam aplikasi kuliner dan pengobatan.
-
Muscone CAS:541-91-3
Muscone adalah senyawa organik alami yang dikenal karena aromanya yang khas seperti musk, terutama ditemukan dalam sekresi rusa musk jantan. Dengan rumus kimia C₁₃H₁₈O dan berat molekul sekitar 194,28 g/mol, muscone merupakan komponen kunci dalam pembuatan parfum dan formulasi wewangian. Karena profil aromanya yang unik dan sifat pengikatnya, muscone meningkatkan daya tahan dan kompleksitas wewangian. Selain penggunaannya dalam kosmetik, muscone telah menarik minat penelitian untuk potensi aplikasinya dalam bidang farmasi dan sebagai agen penyedap rasa, yang menyoroti keserbagunaannya di luar penggunaan tradisional.
-
Dietil ftalat CAS:84-66-2
Dietil ftalat (DEP) adalah senyawa organik dengan rumus kimia C₁₈H₁₈O₄ dan termasuk dalam keluarga senyawa ftalat. Senyawa ini berupa cairan berminyak tidak berwarna dan terutama digunakan sebagai plasticizer untuk meningkatkan fleksibilitas dan daya tahan polimer, khususnya polivinil klorida (PVC). Selain perannya dalam plastik, dietil ftalat juga digunakan dalam formulasi produk perawatan pribadi, seperti parfum dan kosmetik, di mana ia bertindak sebagai pelarut dan pengikat. Penerapannya yang luas menyoroti pentingnya senyawa ini di berbagai sektor industri dan konsumen.
