Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Bahan Kimia Halus

  • 1,6-Heksanediol CAS:629-11-8

    1,6-Heksanediol CAS:629-11-8

    1,6-Heksanediol adalah diol alifatik linier dengan rumus kimia C₆H₁₄O₂. Senyawa ini dikenal karena memiliki dua gugus fungsional hidroksil (-OH) yang terletak pada atom karbon pertama dan keenam dalam rantai heksana. Senyawa ini biasanya berupa cairan kental tidak berwarna pada suhu kamar dan terutama digunakan sebagai zat perantara dalam produksi polimer, khususnya poliuretan dan resin poliester. Sifat-sifatnya memungkinkan peningkatan fleksibilitas, daya tahan, dan ketahanan terhadap berbagai faktor lingkungan. Selain itu, 1,6-Heksanediol berperan dalam formulasi kosmetik dan sebagai pelarut dalam berbagai aplikasi industri.

  • 2-Etilheksil bromida CAS:18908-66-2

    2-Etilheksil bromida CAS:18908-66-2

    2-Etilheksil bromida adalah senyawa organik yang diklasifikasikan sebagai alkana terhalogenasi, dengan rumus molekul C₈H₁₉Br. Dalam senyawa ini, atom bromin terikat pada karbon kedua dari rantai oktana bercabang yang berasal dari 2-etilheksana. Cairan tak berwarna hingga kuning pucat ini terutama digunakan sebagai agen pengalkilasi dalam sintesis organik dan sebagai zat perantara untuk memproduksi surfaktan, obat-obatan, dan produk kimia berharga lainnya. Struktur uniknya memberikan profil reaktivitas yang menarik, menjadikannya blok bangunan serbaguna dalam kimia sintetik dan komponen penting dalam berbagai aplikasi industri.

  • Asetamidin hidroklorida CAS:124-42-5

    Asetamidin hidroklorida CAS:124-42-5

    Asetamidin hidroklorida adalah senyawa organik dengan rumus kimia C₂H₅ClN₂O, yang terdiri dari gugus fungsional asetamidin dan garam hidroklorida. Senyawa ini berbentuk bubuk kristal putih dan terutama digunakan dalam penelitian farmasi dan pengembangan obat. Senyawa ini berfungsi sebagai zat perantara serbaguna dalam sintesis berbagai molekul aktif biologis, termasuk obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Sifat kimianya yang unik memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi, sehingga sangat berharga dalam kimia medisinal. Secara keseluruhan, asetamidin hidroklorida memainkan peran penting dalam memajukan agen terapeutik di berbagai sektor.

  • Asam isoftalat CAS:121-91-5

    Asam isoftalat CAS:121-91-5

    Asam isoftalat, suatu asam benzena dikarboksilat, memiliki rumus kimia C₈H₆O₄ dan merupakan senyawa industri penting. Senyawa ini memiliki dua gugus asam karboksilat (-COOH) yang terletak pada posisi 1,3 pada cincin benzena. Asam isoftalat terutama digunakan dalam produksi poliester dan resin, berkontribusi pada material dengan sifat termal dan mekanik yang lebih baik. Aplikasinya meluas ke pelapis, serat, dan plasticizer, di mana ia meningkatkan daya tahan dan ketahanan terhadap hidrolisis. Selain itu, asam isoftalat berfungsi sebagai perantara kunci dalam sintesis berbagai bahan kimia, yang menyoroti signifikansinya di berbagai sektor industri.

  • Oktadeksil metakrilat CAS:32360-05-7

    Oktadeksil metakrilat CAS:32360-05-7

    Oktadesil metakrilat (OMA) adalah alkil metakrilat rantai panjang yang dicirikan oleh gugus oktadesil, yang terdiri dari rantai alifatik 18 karbon yang terhubung ke bagian metakrilat. Dengan rumus molekul C19H36O2, OMA menunjukkan sifat unik yang meningkatkan kegunaannya dalam kimia polimer dan ilmu material. Sifat hidrofobiknya dan kemampuannya untuk membentuk polimer yang stabil membuatnya cocok untuk aplikasi seperti pelapis, perekat, dan surfaktan. Penggabungan OMA ke dalam formulasi polimer dapat meningkatkan kekuatan mekanik, stabilitas termal, dan ketahanan air, menjadikannya monomer serbaguna dalam pengembangan material berkinerja tinggi.

  • Propil galat CAS:121-79-9

    Propil galat CAS:121-79-9

    Propil galat adalah ester dari asam galat dan propanol, dengan rumus molekul C10H12O5. Senyawa ini berupa bubuk kristal putih yang sering digunakan sebagai pengawet makanan dan antioksidan karena kemampuannya mencegah ketengikan dan kerusakan oksidatif pada lemak dan minyak. Dengan profil rasa yang ringan, propil galat umumnya ditemukan dalam berbagai makanan olahan, kosmetik, dan farmasi. Selain itu, senyawa ini dikenal karena potensi manfaat kesehatannya, termasuk sifat anti-inflamasi dan antimikroba. Penerapannya yang serbaguna dan efektivitasnya dalam meningkatkan umur simpan produk menjadikan propil galat sebagai aditif yang berharga di berbagai industri.

  • N,N-Dietilhidroksilamin CAS:3710-84-7

    N,N-Dietilhidroksilamin CAS:3710-84-7

    N,N-Dietilhidroksilamin (DEHA) adalah cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dengan rumus kimia C4H11NO. Senyawa ini terutama digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis organik dan sebagai agen pereduksi dalam berbagai reaksi kimia. DEHA terkenal karena sifat antioksidannya, sehingga bermanfaat dalam menstabilkan produk industri seperti karet, plastik, dan cat. Selain itu, DEHA juga digunakan dalam industri makanan sebagai pengawet dan dalam bidang farmasi. Meskipun N,N-dietilhidroksilamin memiliki manfaat, penanganannya memerlukan kehati-hatian karena potensi risiko kesehatan, termasuk iritasi kulit dan mata, sehingga diperlukan tindakan keselamatan yang tepat selama penggunaan.

  • 2-Etil-2-adamantanol CAS:14648-57-8

    2-Etil-2-adamantanol CAS:14648-57-8

    2-Etil-2-adamantanol adalah alkohol tersier yang dicirikan oleh adanya gugus etil dan gugus -OH (hidroksil) yang terikat pada karbon kedua adamantana, hidrokarbon polisiklik yang dikenal karena strukturnya yang unik. Dengan rumus molekul C13H18O, senyawa ini menunjukkan sifat kimia yang menarik sehingga cocok untuk berbagai aplikasi dalam sintesis organik dan kimia medisinal. Penelitian tentang 2-etil-2-adamantanol telah menyoroti potensi efek terapeutiknya, termasuk aktivitas antiinflamasi dan neuroprotektif. Strukturnya yang unik lebih lanjut memungkinkan eksplorasi aktivitas biologis lainnya, yang berkontribusi pada relevansinya dalam pengembangan obat dan aplikasi industri.

  • Metil salisilat CAS:119-36-8

    Metil salisilat CAS:119-36-8

    Metil salisilat, yang umumnya dikenal sebagai minyak wintergreen, adalah ester organik yang berasal dari asam salisilat dan metanol. Dengan rumus molekul C8H8O3, senyawa ini memiliki aroma mint yang menyenangkan sehingga populer dalam aplikasi kuliner dan pengobatan. Metil salisilat sering digunakan dalam analgesik topikal untuk meredakan nyeri otot karena sifat anti-inflamasinya. Selain itu, senyawa ini juga digunakan sebagai bahan penyedap rasa dalam produk makanan dan sebagai komponen pewangi dalam kosmetik dan parfum. Aplikasinya yang serbaguna dan aromanya yang khas berkontribusi pada signifikansinya di berbagai industri, termasuk farmasi, makanan, dan perawatan pribadi.

  • Isoliquiritigenin CAS:961-29-5

    Isoliquiritigenin CAS:961-29-5

    Isoliquiritigenin adalah senyawa flavonoid alami yang terutama ditemukan di akar licorice (Glycyrrhiza glabra) dan tanaman lainnya. Diklasifikasikan sebagai chalcone, senyawa ini menunjukkan berbagai aktivitas biologis, termasuk sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Karena potensi manfaat terapeutiknya, isoliquiritigenin telah menarik perhatian dalam penelitian farmasi karena perannya dalam pencegahan dan pengobatan kanker, serta pengaruhnya terhadap berbagai gangguan metabolisme. Kemampuan senyawa ini untuk memodulasi jalur seluler menjadikannya subjek yang menarik untuk studi lebih lanjut yang bertujuan untuk mengembangkan produk kesehatan alami dan farmasi.

  • Salisilamida CAS:65-45-2

    Salisilamida CAS:65-45-2

    Salisilamida adalah senyawa organik yang berasal dari asam salisilat, dengan rumus kimia C7H7NO2. Senyawa ini berbentuk bubuk kristal putih dan umum digunakan dalam bidang farmasi karena sifat analgesik dan antipiretiknya. Salisilamida berfungsi sebagai bahan aktif dalam berbagai obat bebas yang bertujuan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam. Selain itu, senyawa ini juga digunakan dalam formulasi kosmetik dan sebagai reagen dalam analisis kimia. Efektivitas dan toksisitasnya yang relatif rendah menjadikan salisilamida pilihan populer baik dalam konteks medis maupun industri, meskipun penggunaannya harus hati-hati untuk menghindari potensi efek samping.

  • Timin CAS:65-71-4

    Timin CAS:65-71-4

    Timin adalah salah satu dari empat basa nukleotida yang ditemukan dalam DNA, yang dilambangkan dengan huruf "T." Timin memainkan peran penting dalam kode genetik, berpasangan secara spesifik dengan adenin (A) melalui dua ikatan hidrogen, berkontribusi pada struktur heliks ganda DNA. Timin adalah basa pirimidin, yang dicirikan oleh struktur cincin tunggalnya, yang membedakannya dari basa purin seperti adenin dan guanin. Selain peran fundamentalnya dalam genetika, timin sangat penting untuk berbagai proses biologis, termasuk replikasi dan perbaikan DNA. Memahami struktur dan fungsi timin sangat penting untuk wawasan tentang biologi molekuler dan genetika.