Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Bahan Kimia Halus

  • beta-D-Galaktosa pentaasetat CAS:4163-60-4

    beta-D-Galaktosa pentaasetat CAS:4163-60-4

    Beta-D-Galaktosa pentaasetat adalah senyawa kimia yang berasal dari galaktosa, yaitu gula monosakarida. Senyawa ini terbentuk melalui asetilasi setiap gugus hidroksil molekul galaktosa dengan lima gugus asetil.

    Senyawa ini sering digunakan sebagai agen pelindung untuk galaktosa dalam berbagai reaksi kimia dan proses sintesis. Bentuk pentaasetat membantu menstabilkan galaktosa dan mencegah reaksi atau transformasi yang tidak diinginkan selama reaksi.

    Selain itu, senyawa ini dapat digunakan sebagai prekursor untuk sintesis turunan galaktosa lainnya. Gugus asetil dapat dihilangkan secara selektif untuk mendapatkan berbagai turunan galaktosa dengan gugus fungsional spesifik.

  • 5-Bromo-4-chloro-3-indolyl-beta-D-glucuronide sodium salt CAS:129541-41-9

    5-Bromo-4-chloro-3-indolyl-beta-D-glucuronide sodium salt CAS:129541-41-9

    5-Bromo-4-chloro-3-indolyl-beta-D-glucuronide sodium salt adalah senyawa kimia yang umum digunakan dalam penelitian laboratorium dan diagnostik. Senyawa ini sering disebut sebagai X-Gluc dan banyak digunakan sebagai substrat untuk mendeteksi aktivitas enzim beta-glukuronidase.

    Ketika beta-glukuronidase hadir, enzim ini memecah ikatan glukuronida dalam X-Gluc, menghasilkan pelepasan zat warna biru yang disebut 5-bromo-4-chloro-3-indolyl. Reaksi ini umumnya digunakan untuk mendeteksi ekspresi enzim beta-glukuronidase dalam sel atau jaringan secara visual atau spektrofotometri.

    Bentuk garam natrium dari X-Gluc meningkatkan kelarutannya dalam larutan berair, sehingga memudahkan penggunaannya dalam uji laboratorium. X-Gluc terutama digunakan dalam penelitian biologi molekuler untuk mempelajari ekspresi gen, aktivitas promotor, dan uji gen reporter. Senyawa ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan organisme penghasil beta-glukuronidase, seperti bakteri tertentu, dalam studi mikrobiologi.

  • 4-Nitrophenyl-beta-D-xylopyranoside CAS:2001-96-9

    4-Nitrophenyl-beta-D-xylopyranoside CAS:2001-96-9

    4-Nitrophenyl-beta-D-xylopyranoside adalah substrat kromogenik yang digunakan dalam uji enzimatik untuk mendeteksi dan mengukur aktivitas enzim yang disebut beta-xylosidase.

  • 4-NITROFENIL-ALFA-D-MANNOPIRANOSIDA CAS:10357-27-4

    4-NITROFENIL-ALFA-D-MANNOPIRANOSIDA CAS:10357-27-4

    4-Nitrophenyl-alpha-D-mannopyranoside adalah senyawa yang digunakan dalam penelitian biokimia dan biologi molekuler sebagai substrat untuk deteksi dan pengukuran aktivitas enzim.

  • 1,4-Ditioeritritol (DTE) CAS:6892-68-8

    1,4-Ditioeritritol (DTE) CAS:6892-68-8

    Ditioeritritol (DTE) adalah senyawa yang umum digunakan dalam penelitian biokimia dan biologi molekuler. Senyawa ini merupakan agen pereduksi yang memiliki kemampuan untuk memecah ikatan disulfida, yang penting untuk struktur dan stabilitas protein. DTE sangat berguna dalam persiapan sampel dan pemurnian protein karena membantu menjaga protein dalam bentuk tereduksi dan aktifnya. Senyawa ini juga dapat digunakan untuk melindungi gugus tiol pada protein dari oksidasi. Selain itu, DTE memiliki sifat antioksidan dan dapat menangkal radikal bebas, sehingga sangat berharga dalam berbagai eksperimen stres oksidatif.

  • Tallowamine Terhidrogenasi CAS:61788-45-2

    Tallowamine Terhidrogenasi CAS:61788-45-2

    Tallowamin terhidrogenasi adalah senyawa kimia yang termasuk dalam keluarga amina. Senyawa ini berasal dari lemak hewani (tallow). Tallowamin terhidrogenasi umumnya digunakan dalam berbagai industri dan aplikasi karena sifat surfaktannya.

    Sebagai surfaktan, tallowamine terhidrogenasi mampu mengurangi tegangan permukaan cairan, sehingga memungkinkan cairan menyebar lebih mudah dan merata. Hal ini menjadikannya bahan yang diinginkan dalam produk-produk seperti deterjen, pelembut kain, dan bahan pembersih, di mana ia membantu meningkatkan sifat pembersihan dan pembusaan. Selain itu, tallowamine terhidrogenasi dapat bertindak sebagai agen pengemulsi, membantu menstabilkan campuran minyak dan air, atau senyawa lain yang tidak dapat bercampur. Hal ini menjadikannya berharga dalam formulasi kosmetik, cat, dan produk pertanian, di mana ia memfasilitasi distribusi bahan yang merata dan meningkatkan kinerja produk secara keseluruhan.