Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Bahan Kimia Halus

  • Etilparaben CAS:120-47-8

    Etilparaben CAS:120-47-8

    Etilparaben adalah senyawa sintetis yang banyak digunakan dan diklasifikasikan sebagai paraben, dengan rumus kimia CₙH₉O₂ dan berat molekul sekitar 164,18 g/mol. Senyawa ini berbentuk bubuk kristal putih dan larut dalam alkohol dan propilen glikol. Etilparaben terutama berfungsi sebagai pengawet dalam makanan, kosmetik, dan produk farmasi, mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, dan ragi. Sifat antimikrobanya dan toksisitasnya yang rendah menjadikannya pilihan populer di kalangan produsen. Karena konsumen semakin mencari alternatif yang lebih aman, penggunaan etilparaben terus menjadi bahan diskusi mengenai potensi dampak kesehatannya.

  • 2-Nitroasetofenon CAS:577-59-3

    2-Nitroasetofenon CAS:577-59-3

    2-Nitroasetofenon adalah senyawa organik dengan rumus kimia C₈H₇N₁O₃, yang dicirikan oleh gugus nitro (-NO₂) dan gugus asetil (-COCH₃) yang terikat pada cincin fenil. Padatan kristal berwarna kuning muda ini terutama digunakan dalam sintesis organik dan berfungsi sebagai zat perantara penting untuk berbagai aplikasi, termasuk produksi pewarna dan obat-obatan. Kehadiran gugus nitro meningkatkan reaktivitasnya, memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia. Akibatnya, 2-nitroasetofenon sangat penting dalam pengembangan material fungsional di berbagai sektor industri.

  • N-Formilmorfolin CAS:4394-85-8

    N-Formilmorfolin CAS:4394-85-8

    N-Formilmorfolin adalah senyawa organik dengan rumus molekul C₇H₉NO₂. Senyawa ini memiliki cincin morfolin—struktur heterosiklik beranggota enam yang mengandung satu atom oksigen dan lima atom karbon—yang disubstitusi dengan gugus formil (-CHO). Cairan tak berwarna hingga kuning pucat ini terutama digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis organik dan memainkan peran penting dalam produksi obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan bahan kimia halus. Sifat kimianya yang unik memungkinkan berbagai reaksi, termasuk substitusi nukleofilik dan reaksi kondensasi, menjadikannya senyawa yang berharga dalam berbagai aplikasi industri.

  • 3-Aminopropanol CAS:156-87-6

    3-Aminopropanol CAS:156-87-6

    3-Aminopropanol, juga dikenal sebagai 3-aminopropil alkohol, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C₃H₉NO. Senyawa ini memiliki rantai tiga karbon dengan gugus amino (-NH₂) dan gugus hidroksil (-OH) pada atom karbon yang berdekatan. Cairan kental tak berwarna ini bersifat higroskopis dan larut dalam air serta banyak pelarut organik. 3-Aminopropanol terutama digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan surfaktan. Struktur kimianya yang unik memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi, menjadikannya senyawa yang berharga untuk beragam aplikasi industri.

  • Asam tanat CAS:1401-55-4

    Asam tanat CAS:1401-55-4

    Asam tanat, suatu senyawa polifenolik, terutama berasal dari berbagai sumber tumbuhan, termasuk kulit kayu ek, kastanye, dan sumac. Senyawa ini memiliki rumus kimia C₁₄H₁₀O₁₁ dan dikenal karena kemampuannya membentuk kompleks dengan protein, karbohidrat, dan alkaloid. Zat alami ini berbentuk bubuk kekuningan atau kecoklatan dan secara tradisional telah digunakan dalam penyamakan kulit karena sifat astringennya. Selain aplikasinya dalam industri tekstil, asam tanat juga dimanfaatkan dalam pengolahan makanan dan minuman, formulasi obat-obatan, dan sebagai antioksidan dalam berbagai produk, yang menunjukkan sifatnya yang serbaguna.

  • Asam isoftalat CAS:121-91-5

    Asam isoftalat CAS:121-91-5

    Asam isoftalat, suatu asam benzena dikarboksilat, memiliki rumus kimia C₈H₆O₄ dan merupakan senyawa industri penting. Senyawa ini memiliki dua gugus asam karboksilat (-COOH) yang terletak pada posisi 1,3 pada cincin benzena. Asam isoftalat terutama digunakan dalam produksi poliester dan resin, berkontribusi pada material dengan sifat termal dan mekanik yang lebih baik. Aplikasinya meluas ke pelapis, serat, dan plasticizer, di mana ia meningkatkan daya tahan dan ketahanan terhadap hidrolisis. Selain itu, asam isoftalat berfungsi sebagai perantara kunci dalam sintesis berbagai bahan kimia, yang menyoroti signifikansinya di berbagai sektor industri.

  • 1-Bromooctane CAS:111-83-1

    1-Bromooctane CAS:111-83-1

    1-Bromooktana adalah alkil halida rantai lurus dengan rumus molekul C₈H₁₉Br. Senyawa ini memiliki atom bromin yang terikat pada karbon pertama rantai oktana, menjadikannya bromoalkana primer. Cairan tak berwarna ini terutama digunakan sebagai reagen dalam sintesis organik dan berfungsi sebagai zat perantara dalam berbagai reaksi kimia. 1-Bromooktana berpartisipasi dalam reaksi substitusi nukleofilik, memungkinkan pembentukan alkohol, amina, dan senyawa lainnya. Sifat uniknya menjadikannya berharga dalam produksi bahan kimia khusus, surfaktan, dan farmasi, yang menandai signifikansinya di berbagai aplikasi industri dan penelitian.

  • 1-Naftol CAS:90-15-3

    1-Naftol CAS:90-15-3

    1-Naftol, juga dikenal sebagai α-naftol atau naftalen-1-ol, adalah senyawa organik aromatik dengan rumus molekul C₁₀H₈O. Senyawa ini terdiri dari cincin naftalena dengan gugus hidroksil (-OH) yang terletak pada atom karbon pertama. Padatan kristal ini tampak sebagai bubuk berwarna putih hingga kuning pucat dan memiliki aplikasi penting di berbagai industri. 1-Naftol terutama berfungsi sebagai zat perantara dalam sintesis pewarna, pigmen, dan obat-obatan. Selain itu, senyawa ini digunakan dalam produksi insektisida dan antioksidan, yang menunjukkan keserbagunaan dan kepentingannya dalam proses manufaktur kimia.

  • 1-Bromoheptana CAS:629-04-9

    1-Bromoheptana CAS:629-04-9

    1-Bromoheptana adalah alkil halida rantai lurus dengan rumus molekul C₇H₁₅Br. Senyawa ini terdiri dari rantai tujuh karbon dengan atom bromin yang terikat pada karbon pertama, menjadikannya bromoalkana primer. Biasanya ditemukan sebagai cairan tak berwarna, 1-bromoheptana digunakan dalam sintesis organik dan berbagai reaksi kimia. Sifat-sifatnya memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi nukleofilik, menjadikannya zat perantara yang berharga untuk mensintesis molekul organik yang lebih kompleks, termasuk obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Selain itu, senyawa ini berfungsi sebagai pelarut dan pereaksi di laboratorium, memperluas aplikasinya di berbagai bidang ilmiah.

  • 2-Aminoasetofenon CAS:551-93-9

    2-Aminoasetofenon CAS:551-93-9

    2-Aminoasetofenon, juga dikenal sebagai o-aminoasetofenon, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C₈H₉NO. Senyawa ini memiliki gugus fenil yang terikat pada gugus amino (-NH₂) dan gugus asetil (-COCH₃), menjadikannya zat perantara yang berharga dalam sintesis organik. Padatan berwarna kuning pucat ini larut dalam pelarut organik dan terutama digunakan dalam produksi pewarna, obat-obatan, dan agrokimia. Gugus fungsionalnya memfasilitasi berbagai reaksi kimia, memungkinkan pengembangan molekul kompleks yang penting dalam berbagai aplikasi industri, sehingga menyoroti signifikansinya di bidang kimia organik.

  • 2-Etilheksil akrilat CAS:103-11-7

    2-Etilheksil akrilat CAS:103-11-7

    2-Etilheksil akrilat (2-EHA) adalah senyawa organik cair tak berwarna dengan rumus kimia C₁₃H₂₄O₂. Senyawa ini termasuk dalam kelas akrilat dan dikenal karena sifat fleksibilitas, adhesi, dan ketahanan airnya yang sangat baik. Monomer ini umumnya digunakan dalam produksi berbagai kopolimer dan resin, sehingga sangat penting dalam pembuatan cat, pelapis, perekat, dan bahan penyegel. Fleksibilitas 2-etilheksil akrilat memungkinkannya untuk meningkatkan karakteristik kinerja material dalam berbagai aplikasi, termasuk industri otomotif dan konstruksi, di mana daya tahan dan fleksibilitas sangat penting.

  • 1,6-Dibromoheksana CAS:629-03-8

    1,6-Dibromoheksana CAS:629-03-8

    1,6-Dibromoheksana adalah senyawa organik dengan rumus molekul C₆H₁₂Br₂. Senyawa ini merupakan alkana rantai lurus dan turunan heksana yang mengalami dihalogenasi, di mana dua atom bromin tersubstitusi pada posisi karbon pertama dan keenam. Cairan tak berwarna hingga kuning pucat ini terutama digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis organik, khususnya dalam produksi obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan senyawa organik lainnya. Karena reaktivitasnya, 1,6-dibromoheksana berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia, termasuk substitusi nukleofilik dan reaksi penggandengan silang, menjadikannya blok bangunan yang berharga dalam kimia sintetik.