-
Asam 5-Hidroksiantranilat CAS:394-31-0
Asam 5-hidroksiantranilat (C8H9NO3) adalah turunan asam amino aromatik dari asam antranilat, yang dicirikan oleh adanya gugus hidroksil pada posisi 5 dari struktur antranilatnya. Senyawa ini biasanya ditemukan sebagai padatan kristal berwarna putih hingga kuning pucat dan larut dalam air. Asam 5-hidroksiantranilat memainkan peran penting dalam biokimia, khususnya dalam metabolisme triptofan dan sintesis kynurenin, suatu jalur yang terkait dengan produksi neurotransmiter. Senyawa ini telah menarik perhatian karena potensi sifat anti-inflamasi dan neuroprotektifnya, sehingga relevan dalam penelitian farmasi yang bertujuan untuk mengobati berbagai gangguan neurologis.
-
1,4-Dimetoksibenzena CAS:150-78-7
1,4-Dimetoksibenzena, yang umumnya disebut sebagai p-dimetoksibenzena atau para-dimetoksibenzena, adalah senyawa aromatik yang dicirikan oleh adanya dua gugus metoksi (-OCH3) yang terletak pada posisi 1 dan 4 pada cincin benzena. Cairan tak berwarna hingga kuning pucat ini memiliki bau yang lembut dan manis, dan terutama digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis organik. Struktur uniknya memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia, sehingga sangat berharga dalam produksi obat-obatan, wewangian, dan agrokimia. Selain itu, 1,4-dimetoksibenzena berfungsi sebagai pelarut karena sifat kelarutannya yang menguntungkan.
-
Sianoasetohidrazida CAS:140-87-4
Sianoasetohidrazida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C4H6N4O, yang dicirikan oleh adanya gugus fungsi siano (-CN) dan hidrazida (-NH-NH2). Senyawa ini biasanya tampak sebagai padatan kristal berwarna putih hingga kuning muda dan menunjukkan kelarutan dalam pelarut polar seperti air dan alkohol. Sianoasetohidrazida telah menarik minat dalam kimia medisinal karena potensi aktivitas biologisnya, termasuk sifat antimikroba dan antitumor. Selain itu, unsur-unsur strukturnya memungkinkan berbagai transformasi kimia, menjadikannya zat perantara yang berharga dalam sintesis organik dan pengembangan obat-obatan baru.
-
4-Aminobenzohidrazida CAS:5351-17-7
4-Aminobenzohidrazida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H10N4O, yang dicirikan oleh gugus fungsional hidrazida (-NH-NH2) yang terikat pada struktur asam para-aminobenzoat. Senyawa ini biasanya tampak sebagai padatan kristal berwarna putih hingga putih kekuningan dan larut dalam pelarut organik umum. 4-Aminobenzohidrazida telah menarik minat dalam kimia medisinal karena potensi aktivitas biologisnya, termasuk sifat antimikroba dan antikanker. Selain itu, ia berfungsi sebagai perantara serbaguna dalam sintesis organik, memfasilitasi pengembangan berbagai obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia menggarisbawahi signifikansinya baik dalam penelitian maupun aplikasi industri.
-
4-tert-Butilbenzil klorida CAS:19692-45-6
4-tert-Butilbenzil klorida adalah senyawa organik yang diklasifikasikan sebagai aril alkil halida. Senyawa ini memiliki gugus tert-butil yang terikat pada cincin benzena, yang meningkatkan stabilitasnya dan memengaruhi reaktivitasnya. Gugus klorometil (-CH2Cl) menyediakan situs reaktif untuk reaksi substitusi nukleofilik, sehingga sangat berharga dalam sintesis organik. Senyawa ini terutama digunakan dalam produksi obat-obatan, agrokimia, dan bahan kimia khusus. Struktur uniknya memungkinkan fungsionalisasi selektif, sehingga memungkinkan terciptanya berbagai turunan. Memahami sifat dan reaktivitasnya sangat penting bagi para ahli kimia yang bekerja di bidang kimia organik sintetik dan aplikasi industri.
-
4,4′-Bis(klorometil)-1,1′-bifenil CAS:1667-10-3
4,4′-Bis(klorometil)-1,1′-bifenil adalah senyawa organik yang memiliki dua gugus klorometil yang terikat pada posisi para dari struktur bifenil. Senyawa ini diklasifikasikan sebagai turunan bifenil dan dikenal karena reaktivitasnya akibat adanya gugus klorometil, yang dapat berpartisipasi dalam reaksi substitusi nukleofilik. Sebagai blok bangunan serbaguna dalam sintesis organik, senyawa ini digunakan untuk menghasilkan berbagai polimer, obat-obatan, dan bahan kimia khusus. Sifat-sifatnya menarik dalam ilmu material dan kimia medisinal, di mana modifikasi strukturnya dapat menghasilkan material fungsional baru dan senyawa bioaktif.
-
Benzoguanamin CAS:91-76-9
Benzoguanamin adalah senyawa organik dengan rumus kimia C8H10N4, yang diklasifikasikan sebagai turunan guanidin. Senyawa ini mengandung cincin benzena yang terhubung ke struktur guanamin, yang memberikan sifat unik yang membuatnya berguna dalam berbagai aplikasi. Senyawa ini terutama digunakan dalam produksi resin, perekat, dan pelapis karena stabilitas termal dan ketahanan kimianya yang sangat baik. Selain itu, benzoguanamin berfungsi sebagai zat perantara dalam sintesis obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Karakteristik struktural dan reaktivitasnya memungkinkan modifikasi lebih lanjut, menjadikannya blok bangunan serbaguna dalam kimia organik dan ilmu material.
-
3,4,5,6-Tetrakloroftalonitril CAS:1953-99-7
3,4,5,6-Tetrakloroftalonitril (TCPN) adalah senyawa aromatik dengan rumus kimia C8Cl4N2. Senyawa ini memiliki inti ftalonitril yang disubstitusi dengan empat atom klorin pada posisi 3, 4, 5, dan 6 pada cincin benzena. Senyawa ini menonjol karena reaktivitasnya yang signifikan akibat adanya gugus siano (-CN) dan beberapa substituen klorin. TCPN terutama digunakan dalam sintesis organik sebagai zat perantara serbaguna untuk menghasilkan bahan kimia khusus, agrokimia, dan polimer. Struktur dan sifatnya yang unik menjadikannya berharga dalam berbagai aplikasi industri, termasuk pelapis, perekat, dan senyawa farmasi potensial.
-
2,3-DIAMINOTOLUENE CAS:2687-25-4
2,3-Diaminotoluena adalah senyawa aromatik dengan rumus molekul C7H10N2. Senyawa ini terdiri dari cincin toluena dengan dua gugus amino (-NH2) yang terletak pada posisi 2 dan 3. Senyawa ini dikenal karena perannya yang signifikan dalam sintesis organik, khususnya dalam produksi pewarna, agrokimia, dan farmasi. Kehadiran dua gugus amino meningkatkan reaktivitasnya, sehingga cocok untuk berbagai transformasi kimia. Selain itu, 2,3-diaminotoluena berfungsi sebagai blok bangunan untuk mensintesis molekul organik kompleks dan polimer, yang mencerminkan keserbagunaan dan kepentingannya baik dalam penelitian maupun aplikasi industri.
-
Tetrakloroteftalonitril CAS:1897-41-2
Tetraklorotereftalonitril (TCTN) adalah nitril aromatik dengan rumus kimia C8Cl4N2. Senyawa ini berasal dari asam tereftalat, memiliki empat substituen klorin pada cincin benzena. TCTN terutama dikenal karena penggunaannya dalam material canggih dan sebagai zat perantara dalam sintesis organik. Kehadiran atom klorin meningkatkan reaktivitasnya, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi, termasuk produksi bahan kimia khusus dan aditif polimer. Selain itu, tetraklorotereftalonitril telah menarik perhatian karena potensi penggunaannya dalam agrokimia dan farmasi. Sifat kimianya yang unik menjadikannya senyawa penting dalam penelitian dan kimia industri.
-
1,3-Dicyanobenzene CAS:626-17-5
1,3-Dicyanobenzene, dengan rumus kimia C8H4N2, adalah senyawa aromatik yang dicirikan oleh dua gugus siano (-CN) yang terletak pada posisi 1 dan 3 pada cincin benzena. Senyawa ini dikenal karena kegunaannya yang signifikan dalam sintesis organik dan ilmu material karena reaktivitas dan sifat strukturalnya yang khas. 1,3-Dicyanobenzene berfungsi sebagai blok bangunan serbaguna dalam produksi berbagai bahan kimia, termasuk pewarna, polimer, dan farmasi. Kemampuannya untuk mengalami beragam transformasi kimia menjadikannya prekursor penting dalam pengembangan material canggih dan senyawa aktif biologis, yang berkontribusi pada pentingnya senyawa ini di berbagai aplikasi industri.
-
N1-(3-Aminofenil)asetamida CAS:102-28-3
N1-(3-Aminofenil)asetamida, juga dikenal sebagai 3-Aminoasetanilida, adalah amida aromatik dengan rumus molekul C9H10N2O. Senyawa ini memiliki cincin fenil yang tersubstitusi dengan gugus amino pada posisi meta dan gugus fungsional asetamid. Dikenal karena perannya yang signifikan dalam sintesis organik, N1-(3-aminofenil)asetamida berfungsi sebagai prekursor serbaguna dalam bidang farmasi dan agrokimia. Reaktivitasnya memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai transformasi kimia, sehingga sangat berharga dalam pengembangan senyawa aktif biologis. Selain itu, potensi aplikasinya dalam kimia pewarna semakin menyoroti pentingnya senyawa ini di berbagai bidang.
