Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Bahan Kimia Halus

  • 3-Amino-5-tert-butilisoksazol CAS:55809-36-4

    3-Amino-5-tert-butilisoksazol CAS:55809-36-4

    3-Amino-5-tert-butilisoksazol adalah senyawa heterosiklik yang dicirikan oleh cincin beranggota lima yang mengandung atom nitrogen dan oksigen, dengan gugus amino (-NH2) dan gugus tert-butil masing-masing pada posisi 3 dan 5. Rumus molekulnya adalah C8H12N2O. Senyawa ini menunjukkan sifat biologis yang menarik, sehingga menarik minat dalam kimia medisinal dan agrokimia. Kehadiran gugus amino dan tert-butil berkontribusi pada reaktivitasnya dan potensi untuk derivatisasi lebih lanjut dalam aplikasi sintetik.

  • 3-Amino-5-merkapto-1,2,4-triazol CAS:16691-43-3

    3-Amino-5-merkapto-1,2,4-triazol CAS:16691-43-3

    3-Amino-5-mercapto-1,2,4-triazole adalah senyawa organik dengan rumus molekul C3H5N5S. Senyawa ini memiliki cincin triazol yang tersubstitusi dengan gugus amino dan gugus merkapto, sehingga memberikan sifat kimia unik yang memfasilitasi berbagai reaksi kimia. Dikenal karena reaktivitasnya, senyawa ini penting dalam kimia pertanian dan kimia medisinal, di mana ia berfungsi sebagai zat perantara penting dalam sintesis berbagai molekul aktif biologis. Strukturnya memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi nukleofilik, sehingga bermanfaat untuk pengembangan agrokimia dan farmasi baru.

  • Asam 2-Propenoat CAS:501-98-4

    Asam 2-Propenoat CAS:501-98-4

    Asam 2-propenoat, yang umumnya dikenal sebagai asam akrilik, adalah senyawa organik cair tak berwarna dengan rumus molekul C3H4O2. Senyawa ini memiliki bau tajam yang khas dan sangat reaktif karena adanya ikatan rangkap, menjadikannya blok pembangun penting dalam sintesis organik. Asam akrilik terutama digunakan dalam produksi polimer superabsorben, pelapis, perekat, dan tekstil. Karena keserbagunaan dan reaktivitasnya, asam ini memainkan peran penting dalam berbagai aplikasi industri, memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan material modern.

  • 2-Fenoksietilbromida CAS:589-10-6

    2-Fenoksietilbromida CAS:589-10-6

    2-Fenoksietil bromida adalah senyawa organik yang dicirikan oleh rumus molekulnya C10H11BrO. Senyawa ini terdiri dari atom bromin yang terikat pada rantai etil, dengan gugus fenoksi pada posisi 2. Senyawa ini biasanya tampak sebagai cairan bening dan tidak berwarna, serta dikenal karena reaktivitasnya dalam berbagai transformasi organik. 2-Fenoksietil bromida berfungsi sebagai zat perantara serbaguna dalam sintesis organik dan memiliki aplikasi penting dalam bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material, menjadikannya komponen berharga dalam pengembangan produk kimia baru.

  • Etil 2-bromo-3-metilbutirat CAS:609-12-1

    Etil 2-bromo-3-metilbutirat CAS:609-12-1

    Etil 2-bromo-3-metilbutirat adalah senyawa organik dengan rumus molekul C8H15BrO2. Senyawa ini memiliki gugus bromo pada posisi 2 dan gugus etil ester pada rantai 3-metilbutirat. Senyawa ini tampak sebagai cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dan terutama dikenal karena reaktivitasnya dalam sintesis organik. Etil 2-bromo-3-metilbutirat umumnya digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Strukturnya memungkinkan berbagai transformasi kimia, menjadikannya blok bangunan yang berharga untuk menciptakan molekul yang lebih kompleks dalam kimia medisinal dan bidang lainnya.

  • 4-Fenoksibutil bromida CAS:1200-03-9

    4-Fenoksibutil bromida CAS:1200-03-9

    4-Fenoksibutil bromida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H11BrO. Senyawa ini memiliki atom bromin yang terikat pada rantai butil, yang selanjutnya disubstitusi dengan gugus fenoksi pada posisi para cincin benzena. Senyawa ini biasanya tampak sebagai cairan tidak berwarna atau kuning pucat. 4-Fenoksibutil bromida terutama digunakan sebagai reagen dalam sintesis organik dan berfungsi sebagai zat perantara yang berguna untuk menghasilkan berbagai senyawa kimia. Struktur uniknya memungkinkan aplikasi yang signifikan dalam bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material.

     

  • 3-Fenoksipropil bromida CAS:588-63-6

    3-Fenoksipropil bromida CAS:588-63-6

    3-Fenoksipropil bromida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H11BrO. Senyawa ini terdiri dari atom bromin yang terikat pada rantai propil, dengan gugus fenoksi yang terletak pada posisi 3 dari bagian propil. Sering ditemukan sebagai cairan tidak berwarna hingga kuning pucat, senyawa ini dikenal karena reaktivitasnya dalam sintesis organik. 3-Fenoksipropil bromida berfungsi sebagai zat perantara penting dalam produksi berbagai senyawa kimia dan memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material, menjadikannya alat yang berharga dalam kimia organik.

     

  • 2-Bromo-4-klorofenol CAS:695-96-5

    2-Bromo-4-klorofenol CAS:695-96-5

    2-Bromo-4-klorofenol adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H4BrClO. Senyawa ini memiliki gugus hidroksil fenolik dan atom halogen—atom bromin pada posisi orto dan atom klorin pada posisi para relatif terhadap gugus hidroksil. Senyawa ini berbentuk padat, biasanya dalam bentuk kristal, dan sangat penting dalam sintesis kimia. 2-Bromo-4-klorofenol berperan sebagai zat perantara penting dalam berbagai aplikasi, termasuk farmasi, agrokimia, dan produksi pewarna, berkat reaktivitasnya dan kemampuannya untuk mengalami berbagai reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi penggandengan.

     

  • Butoksibenzena CAS:1126-79-0

    Butoksibenzena CAS:1126-79-0

    Butoksibenzena, juga dikenal sebagai fenil butil eter, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H14O. Senyawa ini terdiri dari cincin benzena yang terikat pada gugus butoksi (–O–C4H9), sehingga memiliki sifat unik yang cocok untuk berbagai aplikasi. Butoksibenzena biasanya berupa cairan tidak berwarna atau kuning muda dengan bau yang ringan. Senyawa ini terutama digunakan sebagai pelarut dan zat perantara dalam sintesis organik. Kemampuannya untuk melarutkan berbagai macam zat membuatnya berharga dalam industri seperti farmasi, pelapis, dan perekat.

  • 4-Bromo-3-metilfenol CAS:14472-14-1

    4-Bromo-3-metilfenol CAS:14472-14-1

    4-Bromo-3-metilfenol, juga dikenal sebagai bromo-resorsinol, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H7BrO. Senyawa ini memiliki atom bromin pada posisi para dan gugus metil pada posisi meta dari cincin fenolik. Biasanya muncul sebagai padatan kristal atau bubuk, senyawa ini terkenal karena sifat antiseptik dan antimikrobanya. 4-Bromo-3-metilfenol digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk farmasi, agrokimia, dan ilmu material, menjadikannya senyawa serbaguna dalam sintesis organik.

     

  • 4-BROMOCATECHOL CAS:17345-77-6

    4-BROMOCATECHOL CAS:17345-77-6

    4-Bromokatekol, juga dikenal sebagai 4-bromo-1,2-benzendiol, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H4BrO2. Senyawa ini memiliki atom bromin dan dua gugus hidroksil yang terletak pada cincin benzena. Senyawa ini berbentuk zat kristal padat dan sangat menarik dalam kimia organik karena reaktivitasnya dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai transformasi kimia. 4-Bromokatekol terutama digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis senyawa farmasi, agrokimia, dan dalam ilmu material, di mana sifat-sifat uniknya memfasilitasi pengembangan beragam molekul organik fungsional.

  • 4-Butoksifenol CAS:122-94-1

    4-Butoksifenol CAS:122-94-1

    4-Butoksifenol adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H14O2, yang dicirikan oleh struktur fenolik dengan gugus butoksi (–O–C4H9) yang terikat pada posisi para dari gugus hidroksil (–OH). Senyawa ini biasanya tampak sebagai cairan atau padatan tidak berwarna hingga kuning pucat. Senyawa ini digunakan dalam berbagai industri karena sifat kimianya, termasuk sebagai zat perantara dalam sintesis organik. 4-Butoksifenol terkenal karena aplikasinya dalam bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material, di mana ia bertindak sebagai penstabil, surfaktan, dan blok pembangun untuk molekul yang lebih kompleks.