-
Asam 2-Metilheptanoat CAS:1188-02-9
Asam 2-metilheptanoat, juga dikenal sebagai asam 2-metil-3-heptanoat atau asam isoheptanoat, adalah asam lemak rantai bercabang dengan rumus molekul C8H16O2. Senyawa organik ini memiliki gugus fungsi asam karboksilat dan dicirikan oleh struktur bercabangnya yang unik. Senyawa ini biasanya digunakan dalam berbagai aplikasi industri, khususnya dalam produksi ester untuk digunakan dalam pelarut, pelumas, dan surfaktan. Selain itu, sifat-sifatnya yang khas membuatnya cocok untuk sintesis bahan kimia khusus dan zat perasa.
-
2-Brom-5-klorbenzoesure CAS:21739-93-5
Asam 2-brom-5-klorobenzoat adalah senyawa aromatik dengan rumus molekul C7H4BrClO2. Senyawa ini memiliki gugus asam benzoat yang tersubstitusi dengan atom bromin dan klorin masing-masing pada posisi 2 dan 5. Senyawa ini menarik dalam sintesis organik karena reaktivitasnya dan potensi aplikasinya dalam kimia medisinal dan agrokimia. Kehadiran kedua substituen halogen meningkatkan sifat elektrofiliknya, sehingga cocok untuk berbagai transformasi kimia. Strukturnya yang khas juga memungkinkan senyawa ini berfungsi sebagai zat perantara yang berharga dalam sintesis molekul yang lebih kompleks.
-
Asam 2-Amino-5-metoksibenzoat CAS:6705-03-9
Asam 2-amino-5-metoksibenzoat, juga dikenal sebagai asam 5-metoksi-2-aminobenzoat, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C9H11NO3. Senyawa ini memiliki struktur asam benzoat dengan gugus amino pada posisi 2 dan gugus metoksi pada posisi 5. Senyawa ini menunjukkan sifat kimia yang unik karena adanya kedua gugus fungsional tersebut, menjadikannya zat perantara yang berharga dalam sintesis organik. Strukturnya memungkinkan berbagai transformasi kimia, yang dapat dimanfaatkan dalam aplikasi kimia medisinal dan ilmu material.
-
2,2-Dimetilsiklopentanon CAS:4541-32-6
2,2-Dimetilsiklopentanon adalah keton siklik dengan rumus molekul C8H14O. Senyawa ini terdiri dari cincin siklopentana dengan dua gugus metil yang terikat pada atom karbon kedua. Cairan tak berwarna ini memiliki bau khas dan dikenal karena sifat kimianya yang unik, yang membuatnya berguna dalam berbagai aplikasi industri. Senyawa ini dapat disintesis melalui beberapa metode, termasuk oksidasi alkohol yang sesuai atau melalui reaksi siklisasi. Strukturnya yang khas menawarkan potensi kegunaan dalam sintesis organik dan ilmu material.
-
2-(Bromometil)-5-(trifluorometil)furan CAS:17515-77-4
2-(Bromometil)-5-(trifluorometil)furan adalah senyawa organik khusus dengan rumus molekul C7H4BrF3O. Senyawa ini memiliki cincin furan dengan substituen bromometil (-CH2Br) dan trifluorometil (-CF3), yang meningkatkan reaktivitas dan potensinya untuk transformasi kimia lebih lanjut. Kehadiran gugus trifluorometil memberikan karakteristik elektronik yang unik, menjadikan senyawa ini sebagai zat perantara yang berharga dalam berbagai aplikasi sintesis. Strukturnya yang khas memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi, khususnya di bidang kimia medisinal dan ilmu material.
-
1,2,3,4-Tetrametilbenzena CAS:488-23-3
1,2,3,4-Tetrametilbenzena, juga dikenal sebagai pseudokumena, adalah hidrokarbon aromatik dengan rumus molekul C10H14. Senyawa ini memiliki cincin benzena yang tersubstitusi dengan empat gugus metil pada posisi 1, 2, 3, dan 4, sehingga membentuk struktur yang sangat bercabang. Senyawa ini terutama diproduksi dari proses metilasi toluena dan umumnya digunakan sebagai pelarut dan dalam berbagai sintesis kimia. Sifat-sifatnya yang unik, termasuk volatilitas rendah dan kemampuan pelarutan yang tinggi, menjadikannya berharga di berbagai aplikasi industri.
-
(5-metilpirazin-2-il)metanamina CAS:132664-85-8
(5-Metilpirazin-2-il)metanamina adalah senyawa heterosiklik yang mengandung nitrogen dengan rumus molekul C7H10N4. Senyawa ini memiliki cincin pirazin yang tersubstitusi dengan gugus metil pada posisi 5 dan gugus metanamina (-CH2NH2) pada posisi 2. Senyawa ini menarik perhatian di berbagai bidang, termasuk kimia medisinal dan sintesis organik, karena potensi aktivitas biologisnya dan fleksibilitasnya dalam reaksi kimia. Kehadiran fungsionalitas amino dan aromatik memungkinkan jalur sintesis yang beragam dan derivatisasi lebih lanjut, sehingga menjadikannya berharga dalam pengembangan material dan farmasi baru.
-
4-Fluoro-2-metoksianilin CAS:450-91-9
4-Fluoro-2-metoksianilin adalah senyawa organik dengan rumus kimia C8H10FNO. Senyawa ini memiliki atom fluorin dan gugus metoksi (-OCH₃) yang terikat pada struktur anilin. Senyawa ini digunakan dalam berbagai sintesis kimia dan berfungsi sebagai zat perantara dalam produksi obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan pewarna. Sifat uniknya, yang berasal dari keberadaan substituen fluorin, meningkatkan reaktivitas cincin anilin, sehingga menjadikannya berharga dalam berbagai aplikasi. Senyawa ini disintesis melalui reaksi spesifik yang melibatkan fluorinasi dan metoksilasi turunan anilin.
-
4-Bromo-2-iodoanilin CAS:66416-72-6
4-Bromo-2-iodoanilin adalah senyawa aromatik dengan rumus molekul C7H6BrI N. Senyawa ini terdiri dari cincin benzena yang disubstitusi dengan atom bromin pada posisi para dan atom iodin pada posisi orto relatif terhadap gugus amino (-NH2). Senyawa ini terutama digunakan dalam sintesis organik dan kimia medisinal karena fitur strukturalnya yang unik, yang memungkinkannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia. Kehadiran kedua atom halogen memberikan peluang untuk reaksi penggandengan silang, sehingga menjadikannya berharga dalam pengembangan molekul kompleks untuk farmasi dan agrokimia.
-
Asam 4-Amino-3-metilbenzoat CAS:2486-70-6
Asam 4-amino-3-metilbenzoat, juga dikenal sebagai asam p-amino-o-toluat, adalah asam amino aromatik dengan rumus kimia C8H9NO2. Senyawa ini memiliki gugus amino (-NH2) dan gugus asam karboksilat (-COOH) yang terikat pada cincin benzena yang tersubstitusi metil. Senyawa ini terutama digunakan dalam sintesis organik dan berfungsi sebagai blok bangunan penting dalam produksi pewarna, obat-obatan, dan agrokimia. Sifat strukturalnya membuatnya berharga untuk berbagai reaksi kimia, termasuk asilasi dan amidasi, sehingga memfasilitasi pengembangan molekul yang lebih kompleks dalam kimia medisinal.
-
4,4′-Dihidroksi difenil disulfida CAS:15015-57-3
4,4′-Dihidroksi difenil disulfida, juga dikenal sebagai asam tiodipropionat atau DPPD, adalah senyawa organosulfur dengan rumus molekul C12H12O2S2. Senyawa ini dicirikan oleh dua gugus hidroksil fenolik dan ikatan disulfida. Senyawa ini telah menarik perhatian di berbagai bidang karena sifat antioksidannya dan kemampuannya untuk menangkal radikal bebas. Fitur strukturalnya memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam reaksi redoks, sehingga bermanfaat baik dalam aplikasi industri maupun penelitian biomedis.
-
Asam 3-Bromo-2-metilbenzoat CAS:76006-33-2
Asam 3-bromo-2-metilbenzoat adalah senyawa aromatik dengan rumus molekul C8H7BrO2. Senyawa ini memiliki inti asam benzoat dengan gugus metil pada posisi 2 dan atom bromin pada posisi 3. Susunan struktural ini memberikan sifat kimia yang unik, menjadikannya zat perantara penting dalam sintesis organik. Kehadiran substituen bromin meningkatkan reaktivitas senyawa, terutama dalam reaksi substitusi aromatik elektrofilik. Akibatnya, asam 3-bromo-2-metilbenzoat berharga di berbagai bidang, termasuk kimia medisinal, di mana ia dapat digunakan untuk mensintesis senyawa aktif biologis.
