-
3-BROMOBENZOTHIOPHENE-2-CARBOXALDEHYDE CAS:10135-00-9
3-Bromobenzotiofena-2-karboksaldehida adalah senyawa heterosiklik yang memiliki cincin benzotiofena yang disubstitusi dengan atom bromin dan gugus fungsional aldehida. Rumus molekulnya adalah C9H6BrOS. Senyawa ini biasanya berbentuk padat dan menunjukkan sifat kimia yang unik karena adanya bromin dan gugus karboksaldehida. Senyawa ini terutama digunakan dalam sintesis organik dan memiliki potensi aplikasi dalam bidang farmasi dan agrokimia, berfungsi sebagai zat perantara yang berharga dalam pengembangan berbagai senyawa aktif biologis.
-
3-(METAKRILIOKSI)PROPILTRIS(TRIMETILSILOKSI)SILAN CAS:17096-07-0
3-(Metakriloyoksi)propiltristrimetilsiloksi silana, yang umumnya disebut sebagai agen pengikat silana, adalah senyawa kimia khusus dengan rumus molekul C15H30O4Si. Senyawa ini memiliki gugus fungsional metakrilat yang memberikan reaktivitas dan sifat adhesi, sehingga berharga dalam berbagai aplikasi. Senyawa silana ini bertindak sebagai jembatan antara material organik dan anorganik, meningkatkan kompatibilitas dalam formulasi polimer. Struktur uniknya memungkinkan senyawa ini untuk meningkatkan adhesi ke permukaan, memperbaiki sifat mekanik, dan meningkatkan daya tahan pada material komposit.
-
3-ETHOXYCARBONYL-5,6-DIHYDRO-2-METHYL-4H-PYRAN CAS:10226-28-5
3-Etoksikarbonil-5,6-dihidro-2-metil-4H-piran adalah senyawa bisiklik yang dicirikan oleh cincin piran dengan substituen etoksikarbonil dan metil. Rumus molekulnya adalah C10H14O3. Senyawa ini tampak sebagai cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dan terkenal karena potensinya sebagai zat perantara dalam sintesis organik. Susunan gugus fungsional yang unik memberikan reaktivitas kimia yang berbeda, sehingga bermanfaat dalam menciptakan struktur organik yang lebih kompleks untuk aplikasi di bidang farmasi dan kimia material.
-
3-(2-Naftil)-D-alanin CAS:76985-09-6
3-(2-Naftil)-D-alanin adalah turunan asam amino yang dicirikan oleh adanya cincin naftalena yang terikat pada struktur D-alanin. Senyawa ini memiliki rumus molekul C13H13NO2 dan menunjukkan sifat biokimia yang unik karena rantai samping aromatiknya. Senyawa ini sering digunakan dalam penelitian ilmiah, khususnya dalam studi yang berkaitan dengan sintesis peptida dan fungsi neurotransmiter. Gugus naftil berkontribusi pada karakteristik hidrofobiknya, sehingga bermanfaat dalam berbagai aplikasi, termasuk desain dan pengembangan obat, serta dalam investigasi interaksi reseptor dan pelipatan protein.
-
Asam 4-kloronikotinat CAS:10177-29-4
4-Asam kloronikotinat adalah turunan terhalogenasi dari asam nikotinat, yang memiliki atom klorin pada posisi keempat cincin piridin. Rumus molekulnya adalah C6H4ClNO2. Senyawa ini berbentuk padat dan dikenal karena potensinya dalam berbagai aplikasi kimia. Kehadiran gugus asam karboksilat dan substituen kloro memberikan sifat unik yang menjadikannya zat perantara yang berharga dalam sintesis organik, khususnya dalam industri farmasi dan agrokimia.
-
KOMPLEKS PIRIDIN 2,4,6-TRIVINILSIKLOTRIBOROKSAN CAS:95010-17-6
Kompleks 2,4,6-trivinilsiklotriboroksana piridin adalah senyawa organoboron yang dicirikan oleh cincin siklotriboroksana dengan tiga gugus vinil yang terikat. Kompleks ini terbentuk melalui koordinasi piridin, yang meningkatkan kelarutan dan reaktivitasnya. Struktur unik senyawa ini menjadikannya berharga dalam sintesis organik, khususnya di bidang kimia polimer. Sifat multifungsinya memungkinkan beragam aplikasi, termasuk sebagai katalis atau agen pengikat silang dalam berbagai reaksi kimia, menawarkan potensi kemajuan dalam ilmu material dan kimia medisinal.
-
Metiltris(trimetilsiloksi)silana CAS:17928-28-8
Metiltris(trimetilsiloksi)silana, yang umumnya disebut sebagai agen pengikat silana, adalah senyawa kimia dengan rumus C10H30O3Si. Silana ini memiliki gugus metil dan tiga gugus trimetilsiloksi, yang memberikannya sifat unik yang meningkatkan kompatibilitas antara material organik dan anorganik. Senyawa ini berbentuk cairan bening dan tidak berwarna, serta dikenal karena hidrofobisitas dan stabilitas termalnya yang sangat baik. Karena karakteristik ini, senyawa ini memainkan peran penting dalam berbagai aplikasi, khususnya dalam pelapis, perekat, dan produk silikon, di mana ia meningkatkan daya rekat dan meningkatkan kinerja material komposit.
-
n-Tetradekana (pcm6) CAS:629-59-4
n-Tetradekana, alkana linier dengan rumus molekul C14H30, adalah cairan tidak berwarna dan tidak berbau pada suhu kamar. Titik lelehnya sekitar 5,3 °C dan titik didihnya sekitar 252 °C. Sebagai hidrokarbon jenuh, n-tetradekana terutama diperoleh dari sumber minyak bumi. Karena stabilitas termalnya yang tinggi dan karakteristik hidrofobiknya, ia banyak digunakan di berbagai industri, khususnya sebagai material perubahan fasa (PCM) untuk aplikasi penyimpanan energi. Kemampuannya untuk menyerap dan melepaskan panas menjadikannya sangat berharga untuk meningkatkan efisiensi energi dalam sistem manajemen termal.
-
1-(4-BROMOPHENYL)IMIDAZOLE CAS:10040-96-7
1-(4-Bromofenil)imidazol adalah senyawa aromatik yang memiliki cincin imidazol yang disubstitusi dengan gugus 4-bromofenil. Dengan rumus molekul C9H8BrN2, senyawa ini berbentuk padat dan dapat digunakan dalam berbagai aplikasi kimia. Kehadiran gugus imidazol dan bromofenil berkontribusi pada reaktivitas dan fleksibilitasnya sebagai blok pembangun dalam sintesis organik. Senyawa ini penting dalam kimia medisinal dan farmasi, menyediakan kerangka kerja untuk mengembangkan molekul aktif biologis.
-
Erdosteine CAS:84611-23-4
Erdostein adalah agen mukolitik sintetis dengan rumus molekul C10H16N2O5S. Obat ini terutama digunakan untuk mengatasi kondisi pernapasan yang ditandai dengan produksi lendir berlebihan, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, dan bronkitis. Erdostein bekerja dengan memecah molekul lendir, sehingga lebih mudah dikeluarkan dari saluran pernapasan, dan dengan demikian meningkatkan pembersihan saluran napas dan fungsi paru-paru. Selain itu, obat ini memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi jaringan paru-paru dari stres oksidatif. Akibatnya, erdostein memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan pernapasan dan kualitas hidup bagi individu yang menderita penyakit pernapasan kronis.
-
DL-N-Acetylhomocysteine thiolactone CAS:17896-21-8
DL-N-Acetylhomocysteine thiolactone adalah turunan homosistein, yang dicirikan oleh adanya gugus asetil dan cincin tiolakton. Dengan rumus molekul C6H11NO2S, senyawa ini memainkan peran penting dalam metabolisme sulfur dan telah menarik perhatian dalam penelitian biokimia karena reaktivitas dan signifikansi biologisnya. Senyawa ini dapat berpartisipasi dalam berbagai jalur metabolisme dan dapat memengaruhi proses seluler yang berkaitan dengan metilasi dan stres oksidatif. Peningkatan kadar homosistein dan turunannya dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan, sehingga DL-N-acetylhomocysteine thiolactone menjadi alat yang berguna untuk mempelajari hubungan-hubungan ini.
-
DL-Homocystine CAS:870-93-9
DL-Homocystine adalah turunan asam amino alami yang terbentuk melalui oksidasi homosistein, dengan rumus molekul C6H12N2O4S. Senyawa ini terdiri dari dua molekul homosistein yang dihubungkan oleh ikatan disulfida. Senyawa ini memainkan peran penting dalam metabolisme sulfur dan terlibat dalam berbagai proses biologis, termasuk sintesis protein dan reaksi metilasi. Kadar homosistin yang tinggi dikaitkan dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit kardiovaskular dan gangguan neurologis, menjadikannya biomarker penting dalam studi klinis.
