-
N-Suksinimidil-N-metilkarbamat CAS:18342-66-0
N-Succinimidyl-N-methylcarbamate adalah reagen kimia yang digunakan untuk aplikasi biokonjugasi dan ikatan silang. Senyawa ini mengandung gugus succinimidyl dan gugus metil karbamat, sehingga cocok untuk memodifikasi biomolekul melalui ikatan kovalen.
-
2-Kloro-benzenmetanol CAS:17849-38-6
2-Klorobenzenmetanol adalah cairan tidak berwarna dengan sedikit aroma. Senyawa ini termasuk dalam keluarga alkohol klorobenzil dan digunakan di berbagai industri untuk berbagai keperluan.
-
2,3,6-trimetil-p-anisaldehida CAS:54344-92-2
2,3,6-trimetil-p-anisaldehida adalah cairan tidak berwarna atau kuning pucat dengan aroma manis dan seperti bunga. Senyawa ini terutama digunakan dalam industri wewangian dan perasa sebagai bahan utama dalam parfum, sabun, dan kosmetik. Selain itu, senyawa ini juga memiliki aplikasi dalam sintesis zat perantara farmasi dan agrokimia.
-
Metil Ester Asam Metanesulfonat; Metil Metanesulfonat CAS:66-27-3
Metil metanesulfonat, juga dikenal sebagai metil ester asam metanesulfonat, adalah senyawa organik dengan rumus kimia C2H6O3S. Senyawa ini berupa cairan tidak berwarna dan umumnya digunakan sebagai agen pengalkilasi dalam sintesis organik dan studi mutagenesis.
-
Etil 3-etoksiakrilat CAS:1001-26-9
Etil 3-etoksiakrilat adalah senyawa kimia yang mengandung gugus etoksi yang terikat pada gugus fungsional akrilat. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam produksi berbagai material polimer dan pelapis.
-
1-Metil-4-iodo-1H-pirazol CAS:39806-90-1
1-Metil-4-iodo-1H-pirazol adalah senyawa kimia yang mengandung gugus metil dan atom iodin yang terikat pada struktur cincin pirazol. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan awal atau zat perantara dalam sintesis berbagai senyawa organik.
-
N-(2-klorobenziloksi karboniloksi) suksinimida CAS:65853-65-8
N-(2-klorobenziloksi karboniloksi) suksinimida adalah reagen kimia yang digunakan dalam kimia peptida dan aplikasi biokonjugasi. Senyawa ini mengandung gugus ester suksinimida dan gugus karbonil 2-klorobenziloksi, yang memfasilitasi modifikasi selektif peptida dan protein melalui ikatan kovalen.
-
Butil glikolat CAS:7397-62-8
Butil glikolat adalah senyawa organik dengan rumus kimia C6H12O3. Senyawa ini berupa cairan bening dan tidak berwarna, serta umumnya digunakan sebagai pelarut, pelunak plastik, dan bahan pewangi dalam berbagai aplikasi industri dan konsumen.
-
Asam 4,5-imidazoladikarboksilat CAS:570-22-9
Asam 4,5-imidazoladikarboksilat adalah senyawa organik dengan rumus kimia C5H4N2O4. Senyawa ini berupa padatan kristal putih dan termasuk dalam kelompok senyawa imidazol.
-
3,4-Dihidroksifeniletanol CAS:10597-60-1
3,4-Dihidroksifeniletanol adalah padatan tidak berwarna hingga kuning pucat dengan aroma khas. Senyawa ini terdapat secara alami dan dapat ditemukan di beberapa tumbuhan, seperti zaitun dan anggur.
-
2-Kloroetil 4-toluenasulfonat CAS:80-41-1
2-Kloroetil 4-toluenasulfonat adalah senyawa organik dengan rumus kimia C9H11ClO3S. Senyawa ini merupakan agen kloroetilasi yang umum digunakan dalam sintesis organik untuk memasukkan gugus 2-kloroetil ke dalam berbagai senyawa, khususnya dalam produksi zat perantara farmasi.
-
Asam 10-hidroksidek-2-enoat CAS:14113-05-4
10-Asam hidroksidek-2-enoat adalah turunan asam lemak yang dicirikan oleh gugus hidroksil dan gugus fungsional alkena, khususnya terletak pada posisi ke-10 dari rantai dekenoat. Senyawa ini terutama dikenal karena signifikansi biologisnya, terutama dalam berbagai jalur metabolisme. Senyawa ini dapat disintesis dari sumber alami atau melalui sintesis kimia dan diakui karena potensi aplikasinya dalam bidang farmasi, nutrisi, dan sintesis kimia.
