-
1-Butil-3-metilimidazolium heksafluorofosfat CAS:174501-64-5
1-Butil-3-metilimidazolium heksafluorofosfat (BMIM PF6) adalah cairan ionik yang terdiri dari kation metilimidazolium terbutilasi dan anion heksafluorofosfat. Rumus molekulnya adalah C8H14F6N2P. Dikenal karena volatilitasnya yang rendah, stabilitas termal, dan konduktivitas ionik yang tinggi, BMIM PF6 telah populer sebagai pelarut dan elektrolit dalam berbagai proses kimia. Sifat uniknya memungkinkannya untuk melarutkan berbagai macam material organik dan anorganik, sehingga sangat berharga di bidang-bidang seperti kimia, ilmu material, dan elektrokimia.
-
1-Butil-3-metilimidazolium tetrafluoroborat CAS:174501-65-6
1-Butil-3-metilimidazolium tetrafluoroborat (BMIM BF4) adalah cairan ionik yang terdiri dari kation metilimidazolium terbutilasi dan anion tetrafluoroborat. Rumus molekulnya adalah C8H14BF4N2. BMIM BF4 dikenal karena volatilitasnya yang rendah, stabilitas termal yang tinggi, dan sifat pelarutan yang sangat baik, menjadikannya pelarut serbaguna dalam berbagai aplikasi kimia. Cairan ionik ini dapat melarutkan berbagai macam senyawa organik dan anorganik dan telah menarik minat di bidang-bidang seperti kimia hijau, katalisis, dan ilmu material.
-
1,1′-Karbonil-di(1,2,4-triazol) CAS:41864-22-6
1,1′-Karbonil-di(1,2,4-triazol) adalah senyawa organik yang dicirikan oleh dua gugus 1,2,4-triazol yang dihubungkan melalui gugus karbonil. Senyawa ini memiliki rumus molekul C5H4N4O dan menunjukkan sifat heterosiklik yang menonjol sehingga cocok untuk berbagai aplikasi dalam kimia dan ilmu material. Karena struktur kimianya yang unik, senyawa ini menunjukkan aktivitas biologis yang menarik dan berfungsi sebagai blok bangunan serbaguna untuk mensintesis berbagai entitas kimia.
-
Asam 2,3-Diklorobenzoat CAS:50-45-3
Asam 2,3-diklorobenzoat adalah senyawa aromatik dengan rumus molekul C7H4Cl2O2. Senyawa ini memiliki struktur asam benzoat dengan dua substituen klorin yang terletak pada posisi 2 dan 3 pada cincin benzena. Senyawa ini berbentuk padatan kristal putih dan dikenal karena reaktivitas kimianya, sehingga bermanfaat dalam berbagai aplikasi industri dan laboratorium. Karena adanya atom klorin, senyawa ini menunjukkan sifat unik yang meningkatkan kegunaannya dalam sintesis organik dan bidang lainnya.
-
1-ALLYL-3-METHYLIMIDAZOLIUM CHLORIDE CAS:65039-10-3
1-Allyl-3-methylimidazolium chloride (AMIM Cl) adalah cairan ionik yang memiliki gugus alil dan gugus metil yang terikat pada kation imidazolium, berpasangan dengan anion klorida. Rumus molekulnya adalah C7H10ClN2. Dikenal karena volatilitas rendah dan stabilitas termalnya, AMIM Cl menunjukkan sifat solvasi yang unik, memungkinkannya untuk melarutkan berbagai macam senyawa organik dan anorganik. Karakteristik ini menjadikannya pelarut dan reagen yang berharga dalam berbagai proses kimia.
-
1-(2-HIDROKSIETIL)-2-METILIMIDAZOL CAS:1615-15-2
1-(2-Hidroksietil)-2-metilimidazol adalah senyawa organik heterosiklik yang mengandung nitrogen dengan rumus molekul C7H10N2O. Senyawa ini memiliki gugus hidroksietil yang terikat pada cincin imidazol, yang meningkatkan kelarutan dan reaktivitasnya dalam berbagai aplikasi. Senyawa ini menunjukkan sifat-sifat unik yang membuatnya berharga di berbagai bidang seperti farmasi, ilmu material, dan katalisis.
-
Asam 4-klorobenzenesulfonat CAS:98-66-8
4-Asam klorobenzensulfonat adalah asam sulfonat aromatik dengan rumus molekul C6H5ClO3S. Senyawa ini memiliki cincin klorobenzena yang disubstitusi oleh gugus asam sulfonat (-SO3H) pada posisi para. Senyawa ini berupa cairan kental tak berwarna yang larut dalam air dan umum digunakan dalam berbagai aplikasi kimia. Kehadiran gugus klorin dan asam sulfonat menjadikannya zat perantara yang berharga dalam sintesis organik, serta sebagai reagen dalam beberapa proses industri.
-
Asam 4-(Trifluorometil)sinamat CAS:16642-92-5
4-Asam (trifluorometil)sinamat adalah senyawa organik yang diklasifikasikan sebagai turunan asam sinamat, yang dicirikan oleh adanya gugus trifluorometil (–CF₃) pada posisi para cincin fenil. Gugus fungsional ini secara signifikan memengaruhi sifat kimia dan reaktivitas senyawa tersebut, sehingga menjadikannya berharga di berbagai bidang, termasuk kimia medisinal, agrokimia, dan ilmu material. Struktur uniknya dapat meningkatkan aktivitas biologis dan berkontribusi pada pengembangan aplikasi inovatif.
-
Asam 2-naftilamina-5,7-disulfonat CAS:118-33-2
2-Asam naftilamina-5,7-disulfonat adalah senyawa organik yang terdiri dari cincin naftalena yang disubstitusi dengan gugus amino (–NH₂) dan dua gugus asam sulfonat (–SO₃H) pada posisi 5 dan 7. Senyawa ini biasanya berbentuk padat dan larut dalam air karena gugus asam sulfonatnya. Senyawa ini terutama dikenal karena aplikasinya dalam industri pewarna serta dalam sintesis organik. Kehadiran fungsi amina dan asam sulfonat membuatnya berharga untuk berbagai reaksi dan formulasi kimia.
-
Asam 4-Metoksikinnamat CAS:830-09-1
4-Asam metoksikinnamat adalah senyawa organik yang termasuk dalam keluarga asam sinamat, yang dicirikan oleh gugus metoksi (–OCH₃) pada posisi para cincin fenil. Senyawa ini menunjukkan sifat kimia unik yang membuatnya signifikan dalam berbagai aplikasi, khususnya dalam kimia medisinal dan penelitian produk alami. Strukturnya memungkinkan reaktivitas kimia yang beragam, yang telah mendorong studi tentang potensi aktivitas biologis dan kegunaannya dalam jalur sintesis.
-
Dinatrium 1,5-naftalenedisulfonat CAS:1655-29-4
Dinatrium 1,5-naftalenedisulfonat adalah garam natrium dari asam 1,5-naftalenedisulfonat, yang dicirikan oleh dua gugus asam sulfonat (-SO₃H) yang terikat pada cincin naftalena pada posisi 1 dan 5. Senyawa ini biasanya tampak sebagai bubuk kristal putih yang sangat larut dalam air, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi. Senyawa ini terutama dikenal karena perannya dalam proses pewarnaan, bertindak sebagai mordan dan meningkatkan kelarutan zat warna, serta berfungsi sebagai zat perantara dalam sintesis organik.
-
ASAM MALONAT GARAM DISODIUM CAS:141-95-7
Garam dinatrium asam malonat adalah bentuk garam dinatrium dari asam malonat, suatu asam dikarboksilat yang dicirikan oleh dua gugus karboksil (–COOH) yang dipisahkan oleh satu atom karbon. Senyawa ini berbentuk bubuk kristal putih yang sangat larut dalam air. Senyawa ini memiliki aplikasi di berbagai bidang, termasuk biokimia, farmasi, dan ilmu pangan, karena sifat kimia dan reaktivitasnya yang unik. Kemampuannya sebagai agen penyangga dan penstabil pH membuatnya sangat berharga di lingkungan laboratorium dan industri.
