-
Etil Antranilat CAS:87-25-2
Etil antranilat adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelas ester. Senyawa ini terbentuk dari reaksi asam antranilat dan etanol, yang dicirikan oleh adanya gugus etil yang terikat pada bagian antranil. Cairan tak berwarna hingga kuning pucat ini memiliki aroma yang menyenangkan yang mengingatkan pada anggur. Karena struktur kimianya yang unik, etil antranilat telah menarik minat di berbagai bidang, khususnya dalam aplikasi penyedap rasa dan pewangi.
-
2-Amino-5-klorobenzonitril CAS:5922-60-1
2-Amino-5-klorobenzonitril adalah senyawa organik yang memiliki cincin benzena yang tersubstitusi dengan gugus amino pada posisi kedua dan atom klorin pada posisi kelima, bersama dengan gugus fungsional nitril (–C≡N). Struktur unik senyawa ini memberikan reaktivitas kimia dan aktivitas biologis yang spesifik. Senyawa ini terutama dipelajari di bidang kimia medisinal dan sintesis organik karena potensi aplikasinya dalam pengembangan obat dan sebagai blok pembangun dalam reaksi organik.
-
6-Metoksi-1H-indanon CAS:13623-25-1
6-Metoksi-1H-indanon adalah senyawa organik yang termasuk dalam keluarga indanon, yang dicirikan oleh gugus fungsi keton yang terikat pada cincin indana tersubstitusi metoksi. Senyawa ini memiliki struktur khas yang memberikan sifat kimia unik, sehingga menarik minat di berbagai bidang penelitian, khususnya dalam kimia organik dan kimia medisinal. Potensi aplikasinya dieksplorasi karena fleksibilitas strukturnya sebagai perantara sintetik.
-
Antranilamida CAS:88-68-6
Antranilamida adalah senyawa organik yang berasal dari asam antranilat, yang dicirikan oleh adanya gugus fungsi amida yang terikat pada bagian antranil. Senyawa ini telah menarik perhatian di berbagai bidang karena beragam aktivitas biologis dan sifat kimianya. Senyawa ini berfungsi sebagai blok pembangun penting dalam sintesis organik dan memiliki potensi aplikasi dalam bidang farmasi dan agrokimia.
-
Natrium 2-naftalensulfonat CAS:532-02-5
Natrium 2-naftalensulfonat adalah garam natrium yang berasal dari asam 2-naftalensulfonat, yang dicirikan oleh adanya gugus asam sulfonat (-SO₃H) yang terikat pada cincin naftalena. Senyawa ini berbentuk bubuk putih atau kuning muda yang larut dalam air dan memiliki berbagai aplikasi di berbagai industri. Senyawa ini terutama dikenal karena perannya sebagai pendispersi, surfaktan, dan zat pewarna, sehingga sangat penting bagi sektor manufaktur tekstil dan kimia.
-
CYASORB UV-3638 CAS:18600-59-4
CYASORB UV-3638 adalah penstabil cahaya ultraviolet (UV) berkinerja tinggi yang dirancang untuk melindungi polimer dari degradasi UV. Sebagai senyawa berbasis benzotriazol, ia secara efektif menyerap radiasi UV berbahaya dan mengubahnya menjadi panas yang tidak berbahaya, sehingga mencegah perubahan warna dan hilangnya sifat fisik pada berbagai material. Aditif ini sangat berharga untuk aplikasi yang terpapar sinar matahari, seperti suku cadang otomotif, furnitur luar ruangan, dan kemasan. Stabilitas termal yang sangat baik dan kompatibilitasnya dengan berbagai macam substrat menjadikannya pilihan utama di antara produsen yang mencari daya tahan jangka panjang dan kualitas estetika pada produk mereka.
-
5-Nitroso-2,4,6-triaminopirimidin CAS:1006-23-1
5-Nitroso-2,4,6-triaminopirimidin adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kelas turunan nitroso dari pirimidin. Senyawa ini memiliki cincin pirimidin yang tersubstitusi dengan tiga gugus amino dan satu gugus nitroso, sehingga memiliki sifat kimia yang unik. Senyawa ini telah menarik minat di berbagai bidang, termasuk farmasi dan ilmu material, karena potensi aktivitas dan aplikasi biologisnya.
-
Asam 3-(Trifluorometil)sinamat CAS:779-89-5
3-Asam (trifluorometil)sinamat adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelas asam sinamat, yang dibedakan oleh adanya gugus trifluorometil (–CF₃) pada posisi ketiga cincin fenil. Substitusi unik ini memberikan sifat kimia dan reaktivitas yang signifikan pada molekul, sehingga menarik minat di berbagai bidang seperti kimia medisinal, agrokimia, dan ilmu material. Struktur khasnya meningkatkan potensi aktivitas dan aplikasi biologisnya.
-
Asam 3,4,5-Trimethoxycinnamic CAS:90-50-6
Asam 3,4,5-trimetoksikinnamat adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelas asam sinamat, yang dicirikan oleh adanya tiga gugus metoksi yang terikat pada cincin aromatik. Senyawa ini memiliki struktur unik yang memberikan sifat kimia yang signifikan, sehingga menarik minat di berbagai bidang seperti farmasi, ilmu pangan, dan penelitian produk alami. Potensi aktivitas biologisnya telah menjadi fokus banyak penelitian.
-
1,6-Dihidroksinaftalena CAS:575-44-0
1,6-Dihidroksinaftalena adalah senyawa organik yang terdiri dari cincin naftalena dengan gugus hidroksil (-OH) yang terletak pada posisi 1 dan 6. Senyawa aromatik polihidroksi ini tampak sebagai padatan tidak berwarna hingga kuning pucat dan dikenal karena sifat kimianya yang unik. Senyawa ini telah menarik minat di berbagai bidang karena perannya sebagai blok pembangun dalam sintesis organik dan potensi aplikasinya dalam ilmu material dan kimia lingkungan.
-
Asam 1,5-Naftalenedisulfonat CAS:81-04-9
Asam 1,5-naftalenedisulfonat adalah asam sulfonat aromatik yang memiliki dua gugus asam sulfonat (-SO₃H) yang terikat pada cincin naftalena pada posisi 1 dan 5. Senyawa ini biasanya berupa padatan kristal putih yang larut dalam air. Senyawa ini terkenal karena keasamannya yang kuat dan reaktivitasnya, sehingga sangat berharga dalam berbagai proses kimia. Penggunaan utamanya adalah dalam kimia pewarna dan sintesis organik, berfungsi sebagai zat perantara penting dalam produksi pewarna dan molekul organik kompleks lainnya.
-
Garam natrium asam 2,4,5-triklorobenzensulfonat CAS:53423-65-7
Garam natrium asam 2,4,5-triklorobenzensulfonat adalah garam natrium yang berasal dari asam 2,4,5-triklorobenzensulfonat. Senyawa ini memiliki tiga atom klorin yang terletak pada posisi 2, 4, dan 5 pada cincin benzena, bersama dengan gugus asam sulfonat (-SO₃H). Senyawa ini berbentuk bubuk kristal putih, larut dalam air, dan strukturnya yang unik memberikan reaktivitas kimia yang signifikan. Senyawa ini banyak digunakan dalam industri farmasi dan agrokimia, berfungsi sebagai zat perantara penting untuk berbagai proses sintesis.
