-
2-Hidroksietil salisilat CAS:87-28-5
2-Hidroksietil salisilat adalah senyawa organik yang berasal dari asam salisilat dan etilen glikol. Senyawa ini berupa cairan tidak berwarna hingga agak kuning yang larut dalam air dan etanol, dan ditandai dengan adanya gugus fungsi hidroksil (-OH) dan ester. Senyawa ini dikenal karena sifat antiinflamasi dan analgesiknya, sehingga berharga dalam berbagai aplikasi, terutama di industri farmasi dan kosmetik. Kemampuannya untuk menembus kulit memudahkan penggunaannya dalam formulasi topikal untuk meredakan nyeri dan peradangan.
-
Betahistinemethanesulfonat CAS:54856-23-4
Betahistinometanasulfonat adalah senyawa sintetis yang berasal dari histamin, terutama digunakan karena aktivitas histaminergiknya. Senyawa ini bertindak sebagai agonis reseptor histamin H1 yang kuat, berpartisipasi dalam berbagai proses fisiologis, termasuk fungsi sistem saraf perifer dan pusat. Senyawa ini dipasarkan untuk berbagai aplikasi terapeutik, khususnya dalam pengobatan gangguan vestibular dan kondisi yang berkaitan dengan gangguan sirkulasi darah. Efektivitasnya dalam meningkatkan vasodilatasi dan memperbaiki aliran darah menjadikannya berharga dalam pengaturan klinis.
-
Sikloheksilbenzena, Fenilsikloheksana CAS:827-52-1
Sikloheksilbenzena dan Fenilsikloheksana keduanya merupakan senyawa organik. Sikloheksilbenzena memiliki rumus C12H16 dan merupakan cairan tak berwarna dengan bau aromatik. Fenilsikloheksana juga memiliki rumus C12H16 dan merupakan alkana siklik. Kedua senyawa ini dapat dibuat melalui jalur reaksi yang berbeda.
-
Etil etoksiasetat CAS:817-95-8
Etil etoksiasetat, juga dikenal sebagai etil 2-etoksiasetat, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H12O3. Senyawa ini berupa cairan tidak berwarna dengan bau yang menyenangkan. Senyawa ini merupakan ester, yang terbentuk dari reaksi etanol dan asam etoksiasetat. Etil etoksiasetat terutama digunakan dalam berbagai aplikasi industri karena sifat pelarutnya, sehingga bermanfaat dalam formulasi cat, pelapis, dan perekat.
-
Etil metoksiasetat CAS:3938-96-3
Etil metoksiasetat adalah senyawa organik dengan rumus C5H10O3. Senyawa ini berupa cairan tak berwarna dengan rasa yang mirip dengan asetat. Senyawa ini umumnya digunakan sebagai pelarut dan memainkan peran penting dalam aplikasi kimia dan industri tertentu. Senyawa ini dapat dibuat melalui esterifikasi alkohol dengan metil anhidrida.
-
Etil oksazol-4-karboksilat CAS:23012-14-8
Etil oksazol-4-karboksilat adalah senyawa organik yang dicirikan oleh adanya cincin oksazol, yaitu senyawa heterosiklik beranggota lima yang mengandung nitrogen dan oksigen. Senyawa ini, dengan rumus C7H7NO3, dikenal karena keserbagunaannya dalam kimia organik sintetik. Senyawa ini berperan sebagai zat perantara penting dalam sintesis berbagai senyawa bioaktif dan telah menarik minat karena potensi sifat farmakologisnya dan kemampuannya untuk membentuk turunan fungsional.
-
N-Isopropilakrilamida CAS:2210-25-5
N-Isopropilakrilamida (NIPAAm) adalah monomer sintetis terkemuka yang dikenal karena sifat termoreaktifnya yang unik. Dengan rumus kimia C8H15NO2, senyawa ini mengalami transisi fase reversibel sebagai respons terhadap perubahan suhu. Di bawah suhu larutan kritis bawahnya (LCST), NIPAAm bersifat hidrofilik, sedangkan di atas LCST, ia menjadi hidrofobik. Perilaku ini membuat NIPAAm banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, khususnya dalam pengembangan polimer pintar dan hidrogel untuk keperluan biomedis.
-
Asam etoksiasetat CAS:627-03-2
Asam etoksiasetat, juga dikenal sebagai asam 2-etoksiasetat, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C4H8O3. Senyawa ini berupa cairan berminyak tidak berwarna dengan bau samar, dan diklasifikasikan sebagai asam karboksilat karena adanya gugus fungsi karboksil. Asam etoksiasetat umumnya disintesis dari etilen oksida dan asam asetat. Senyawa ini digunakan dalam berbagai aplikasi industri, termasuk sebagai pelarut dan zat perantara kimia, karena sifatnya yang serbaguna.
-
(4-metoksi-2,3,6-trimetilfenil)-3-buten-2-on CAS:62924-31-6
(4-Metoksi-2,3,6-trimetilfenil)-3-buten-2-on adalah senyawa organik yang memiliki struktur butenon yang terhubung ke cincin aromatik tersubstitusi trimetil dengan gugus metoksi. Senyawa ini telah menarik minat karena potensi aplikasinya dalam sintesis organik dan ilmu material. Struktur molekulnya yang unik memberikannya reaktivitas yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bahan kimia khusus, zat perantara farmasi, dan zat perasa.
-
7H-pyrrolo[2,3-d]pirimidin CAS:271-70-5
7H-Pyrrolo[2,3-d]pirimidin adalah senyawa heterosiklik yang dicirikan oleh sistem cincin pirol dan pirimidin yang menyatu. Dengan rumus molekul C7H6N4, senyawa ini menunjukkan sifat kimia dan aktivitas biologis yang menarik. Struktur uniknya menjadikannya target berharga dalam kimia medisinal, di mana ia berpotensi berfungsi sebagai kerangka untuk mengembangkan molekul bioaktif. Penelitian tentang 7H-pyrrolo[2,3-d]pirimidin telah menunjukkan potensi yang menjanjikan di berbagai bidang terapi karena keragaman struktur dan reaktivitasnya.
-
3-Oksetanon; 1,3-Epoksi-2-propanon CAS:6704-31-0
3-Oksetanon, juga dikenal sebagai 1,3-epoksi-2-propanon, adalah keton siklik dengan rumus molekul C4H6O2. Senyawa ini memiliki struktur cincin beranggota empat yang mengandung gugus fungsional keton dan epoksida. 3-Oksetanon tampak sebagai cairan tidak berwarna dan terkenal karena reaktivitasnya yang unik yang disebabkan oleh sistem cincin yang tegang. Sifat kimianya yang khas menjadikannya zat perantara yang menarik dalam sintesis organik dan berbagai aplikasi industri.
-
(S)-(-)-1,2,4-Butanetriol CAS:42890-76-6
(S) -(-)-1,2,4-Butanetriol adalah senyawa organik kiral dengan rumus kimia C8H8N2O. Senyawa ini termasuk triol, artinya mengandung tiga gugus hidroksil (-OH), yang memberikan sifat kimia dan reaktivitas yang unik. Senyawa ini sering digunakan sebagai blok bangunan dalam sintesis organik karena sifat multifungsinya. Konfigurasi (S) yang spesifik memberikan sifat stereokimia yang berbeda, sehingga berharga dalam berbagai aplikasi, khususnya dalam penelitian farmasi dan kimia.
