Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Nutrasetika

  • 1-Kloro-3,5-dimetiladamantana CAS:707-36-8

    1-Kloro-3,5-dimetiladamantana CAS:707-36-8

    1-Kloro-3,5-dimetiladamantana adalah turunan terklorinasi dari adamantana, yang memiliki substituen klorin pada posisi 1 dan dua gugus metil pada posisi 3 dan 5. Senyawa ini memiliki struktur tiga dimensi unik yang merupakan ciri khas kerangka adamantana, yang dapat memengaruhi sifat fisik dan kimianya. Struktur khasnya menjadikannya objek penelitian yang menarik dalam kimia medisinal dan sintesis organik.

     

  • Kaprolaktam CAS:105-60-2

    Kaprolaktam CAS:105-60-2

    Kaprolaktam adalah amida siklik dengan rumus kimia C6H11NO. Senyawa ini berupa cairan kental tak berwarna yang terutama digunakan sebagai monomer untuk produksi nilon-6, polimer sintetis yang banyak digunakan dalam tekstil, plastik teknik, dan komponen otomotif. Pertama kali disintesis pada awal abad ke-20, kaprolaktam diproduksi melalui hidrogenasi sikloheksanon oksim. Bahan ini dikenal karena kekuatan, daya tahan, dan ketahanan terhadap abrasi yang sangat baik, menjadikannya bahan baku penting dalam berbagai aplikasi industri.

  • 4-Vinil-1,3-dioxolan-2-on CAS:4427-96-7

    4-Vinil-1,3-dioxolan-2-on CAS:4427-96-7

    4-Vinil-1,3-dioksolan-2-on adalah ester siklik dengan rumus molekul C6H8O3. Senyawa ini memiliki struktur cincin dioksolan dengan gugus vinil pada posisi 4, yang berkontribusi pada reaktivitasnya dalam proses polimerisasi. Senyawa ini terkenal karena potensi aplikasinya dalam produksi poliester dan material canggih lainnya melalui berbagai jalur sintesis. Sifat kimianya yang unik menjadikannya monomer penting di bidang kimia polimer, khususnya dalam pengembangan polimer dan pelapis fungsional.

     

  • 4-Aminobenzamidin dihidroklorida CAS:2498-50-2

    4-Aminobenzamidin dihidroklorida CAS:2498-50-2

    4-Aminobenzamidin dihidroklorida adalah senyawa organik yang larut dalam air dengan rumus kimia C7H9Cl2N3. Senyawa ini memiliki gugus amino dan gugus amidin, sehingga menjadikannya penghambat kuat berbagai enzim, khususnya protease serin. Senyawa ini sering digunakan dalam penelitian biokimia karena kemampuannya untuk berinteraksi dengan molekul biologis. Bentuk garam dihidroklorida meningkatkan kelarutannya dalam larutan berair, sehingga memudahkan penggunaannya di laboratorium.

     

  • 3,5-DIMETHYLACETOPHENONE CAS:5379-16-8

    3,5-DIMETHYLACETOPHENONE CAS:5379-16-8

    3,5-Dimetilasetofenon adalah senyawa organik dengan rumus kimia C10H12O. Senyawa ini memiliki struktur asetofenon yang tersubstitusi dengan dua gugus metil pada posisi 3 dan 5 pada cincin aromatik. Senyawa ini berupa cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dengan aroma yang menyenangkan, sehingga banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri. Struktur uniknya memungkinkan reaktivitas yang dapat dimanfaatkan dalam sintesis organik, khususnya dalam menciptakan turunan dengan beragam sifat yang berguna di berbagai bidang.

  • Litium Bis(fluorosulfonil)imida CAS:171611-11-3

    Litium Bis(fluorosulfonil)imida CAS:171611-11-3

    Lithium bis(fluorosulfonil)imida (LiFSI) adalah garam litium anorganik yang dicirikan oleh struktur kimianya yang unik, yang terdiri dari kation litium dan anion bis(fluorosulfonil)imida. Senyawa ini dikenal karena stabilitas elektrokimia dan konduktivitas ioniknya yang sangat baik, menjadikannya elektrolit yang sangat efektif dalam berbagai aplikasi. LiFSI telah mendapatkan perhatian yang cukup besar di bidang penyimpanan energi, khususnya dalam baterai ion litium dan superkapasitor, karena kemampuannya untuk meningkatkan kinerja baterai sekaligus meminimalkan reaksi samping.

  • TETRAVINYLSILANE CAS:1112-55-6

    TETRAVINYLSILANE CAS:1112-55-6

    Tetravinilsilana adalah senyawa organosilikon berbasis silikon dengan rumus kimia C8H16Si. Senyawa ini memiliki empat gugus vinil (-CH=CH2) yang terikat pada atom silikon, menjadikannya zat perantara kunci dalam berbagai proses sintesis. Senyawa ini dikenal karena reaktivitasnya, terutama karena adanya banyak gugus vinil yang dapat mengalami reaksi polimerisasi dan ikatan silang. Tetravinilsilana digunakan dalam produksi polimer silikon, resin, dan material canggih lainnya, berkontribusi pada pengembangan produk yang sangat fungsional dan serbaguna di berbagai industri.

  • Oktafenilsiklotetrasiloksana CAS:546-56-5

    Oktafenilsiklotetrasiloksana CAS:546-56-5

    Oktafenilsiklotetrasiloksan, juga dikenal sebagai D4-Ph, adalah senyawa siloksan siklik dengan rumus kimia C24H24O4Si4. Senyawa ini terdiri dari cincin siloksan beranggota empat (Si-O) dengan gugus fenil yang terikat pada setiap atom silikon. Senyawa ini terkenal karena sifat fisik dan kimianya yang unik, termasuk stabilitas termal yang tinggi, tegangan permukaan yang rendah, dan kejernihan optik yang sangat baik. Oktafenilsiklotetrasiloksan terutama digunakan dalam aplikasi material canggih dan nanoteknologi, berfungsi sebagai prekursor untuk sintesis berbagai polimer dan komposit berbasis silikon.

  • ISONICOTINOYL CHLORIDE HYDROCHLORIDE CAS:39178-35-3

    ISONICOTINOYL CHLORIDE HYDROCHLORIDE CAS:39178-35-3

    Isonikotinoil Klorida Hidroklorida adalah senyawa kimia yang dicirikan oleh gugus isonikotinoilnya. Senyawa ini berbentuk padatan berwarna putih hingga putih kekuningan dengan rumus molekul C6H6ClN2O. Senyawa ini terutama digunakan dalam sintesis organik, khususnya dalam pembentukan berbagai produk farmasi dan agrokimia. Struktur uniknya memungkinkan senyawa ini bertindak sebagai agen asilasi, memfasilitasi pengenalan gugus isonikotinoil ke dalam molekul lain.

  • Nikotinoyl klorida hidroklorida CAS:20260-53-1

    Nikotinoyl klorida hidroklorida CAS:20260-53-1

    Nikotinoyl klorida hidroklorida adalah senyawa kimia yang berasal dari asam nikotinat, yang dicirikan oleh adanya atom klorin dan garam hidroklorida. Rumus kimianya adalah C6H6ClN2O·HCl. Senyawa ini dikenal karena reaktivitasnya sebagai asil klorida, menjadikannya zat perantara yang berharga dalam sintesis organik. Ia memiliki sifat unik yang memungkinkan berbagai modifikasi kimia, sehingga penting dalam bidang seperti kimia medisinal dan ilmu material. Aplikasinya sering memanfaatkan kemampuannya untuk membentuk amida dan ester melalui reaksi dengan nukleofil.

  • 1,3,6-HEKSANETRIKARBONITRIL CAS:1772-25-4

    1,3,6-HEKSANETRIKARBONITRIL CAS:1772-25-4

    1,3,6-Heksanetrikarbonitril, juga dikenal sebagai trisianosikloheksana, adalah senyawa organik dengan rumus kimia C9H9N3. Senyawa ini terdiri dari kerangka heksana dengan tiga gugus siano (-CN) yang terikat pada posisi 1, 3, dan 6. Senyawa ini berupa padatan tidak berwarna hingga kuning pucat yang menunjukkan stabilitas dan reaktivitas kimia yang cukup baik karena adanya beberapa gugus fungsional nitril. 1,3,6-Heksanetrikarbonitril terutama digunakan dalam sintesis berbagai senyawa dan material organik, sehingga penting dalam penelitian dan aplikasi industri.

  • TRIS(TRIMETHYLSILYL)PHOSPHITE CAS:1795-31-9

    TRIS(TRIMETHYLSILYL)PHOSPHITE CAS:1795-31-9

    TRIS(trimetilsilil) fosfit adalah senyawa organofosfor yang dicirikan oleh keberadaan tiga gugus trimetilsilil yang terikat pada bagian fosfit. Dengan rumus kimia C9H27O3PSi3, senyawa ini memiliki stabilitas termal dan kelarutan yang lebih baik karena substituen trimetilsililnya yang besar. TRIS(trimetilsilil) fosfit terutama dikenal karena aplikasinya dalam sintesis organik, khususnya sebagai reagen dalam berbagai transformasi kimia dan sebagai agen pelindung dalam sintesis molekul kompleks.