Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Nutrasetika

  • 1-(4-Klorofenil)-3-metil-2-pirazolin-5-on CAS:13024-90-3

    1-(4-Klorofenil)-3-metil-2-pirazolin-5-on CAS:13024-90-3

    1-(4-Klorofenil)-3-metil-2-pirazolin-5-on adalah senyawa organik yang termasuk dalam keluarga pirazolon. Senyawa ini memiliki cincin pirazolon yang tersubstitusi dengan gugus 4-klorofenil dan gugus metil, sehingga memiliki sifat kimia yang khas. Senyawa ini biasanya muncul sebagai padatan kristal dan berfungsi sebagai zat perantara penting dalam kimia sintetik, khususnya dalam aplikasi farmasi karena potensi aktivitas biologisnya.

     

  • 2-(1,3-BENZOTHIAZOL-2-YLTHIO)SUCCINIC ACID CAS:95154-01-1

    2-(1,3-BENZOTHIAZOL-2-YLTHIO)SUCCINIC ACID CAS:95154-01-1

    2-Asam (1,3-Benzotiazol-2-iltio)suksinat adalah senyawa organik yang dicirikan oleh adanya gugus benzotiazol yang terikat pada struktur asam ditiokarboksilat. Senyawa ini terkenal karena sifat kimianya yang unik dan potensi aktivitas biologisnya, sehingga menarik minat di berbagai bidang, termasuk kimia medisinal dan ilmu material. Strukturnya memungkinkan interaksi yang beragam dalam sistem biokimia, yang dapat dimanfaatkan untuk aplikasi terapeutik.

     

  • 1-(2-Klorofenil)-3-metil-2-pirazolin-5-on CAS:14580-22-4

    1-(2-Klorofenil)-3-metil-2-pirazolin-5-on CAS:14580-22-4

    1-(2-Klorofenil)-3-metil-2-pirazolin-5-on adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelas pirazolon, yang dicirikan oleh cincin pirazolon dengan gugus 2-klorofenil dan substituen metil. Senyawa ini biasanya muncul sebagai padatan kristal dan menunjukkan sifat kimia yang menonjol karena gugus fungsionalnya. Strukturnya menempatkannya sebagai zat perantara yang berharga dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam kimia medisinal dan aplikasi agrokimia.

     

  • 2,6-Diisopropilfenil isosianat CAS:28178-42-9

    2,6-Diisopropilfenil isosianat CAS:28178-42-9

    2,6-Diisopropilfenil isosianat adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional isosianat (-N=C=O) yang terikat pada cincin fenil tersubstitusi diisopropil. Senyawa ini tampak sebagai cairan tidak berwarna hingga kuning muda dengan bau yang khas dan dikenal karena reaktivitasnya yang tinggi. Senyawa ini berfungsi sebagai blok bangunan serbaguna dalam sintesis organik dan memiliki aplikasi penting dalam produksi berbagai senyawa yang mengandung nitrogen, sehingga sangat berharga dalam kimia medisinal dan ilmu material.

  • Diklorosulfofenil-3-metilpirazolon CAS:84-57-1

    Diklorosulfofenil-3-metilpirazolon CAS:84-57-1

    Diklorosulfofenil-3-metilpirazolon adalah senyawa organik yang diklasifikasikan sebagai turunan pirazolon tersulfonasi. Senyawa ini memiliki cincin pirazolon yang tersubstitusi dengan gugus diklorofenil dan asam sulfonat, yang berkontribusi pada kelarutan dan reaktivitasnya. Senyawa ini biasanya muncul sebagai padatan kristal dan dikenal karena sifat bioaktifnya. Struktur kimianya yang unik membuatnya berharga dalam berbagai aplikasi, khususnya dalam bidang farmasi dan kimia analitik.

  • Amsakrin hidroklorida CAS:54301-15-4

    Amsakrin hidroklorida CAS:54301-15-4

    Amsacrine hidroklorida adalah turunan antrasiklin sintetis yang menunjukkan sifat antineoplastik. Obat ini terutama digunakan dalam pengobatan berbagai jenis kanker, khususnya leukemia dan limfoma. Amsacrine bekerja dengan cara menyisipkan diri ke dalam DNA dan menghambat topoisomerase II, yang menyebabkan kerusakan untai DNA dan akhirnya memicu apoptosis pada sel ganas. Efektivitas dan profil efek sampingnya telah menjadikannya subjek penelitian dan aplikasi klinis dalam bidang onkologi.

  • Asetilasetaldehida dimetil asetal CAS:5436-21-5

    Asetilasetaldehida dimetil asetal CAS:5436-21-5

    Asetilasetaldehida dimetil asetal adalah senyawa organosilikon yang dicirikan oleh adanya gugus fungsi asetil dan aldehida yang dilindungi oleh gugus dimetil asetal. Senyawa ini dikenal karena stabilitas dan fleksibilitasnya dalam sintesis organik. Senyawa ini berfungsi sebagai zat perantara yang berharga dalam pembuatan berbagai turunan kimia, sehingga menarik minat baik dalam penelitian akademis maupun aplikasi industri.

  • Metil 3-(4-hidroksifenil)propionat CAS:5597-50-2

    Metil 3-(4-hidroksifenil)propionat CAS:5597-50-2

    Metil 3-(4-hidroksifenil)propionat adalah senyawa organik yang dicirikan oleh adanya gugus metil ester dan bagian hidroksifenil. Senyawa ini termasuk dalam kelas turunan asam propionat dan menunjukkan sifat kimia yang menarik karena struktur aromatiknya. Senyawa ini menarik perhatian di berbagai bidang, khususnya dalam kimia medisinal dan ilmu material, karena potensi aplikasinya.

  • Dinatrium 1,5-naftalenedisulfonat CAS:1655-29-4

    Dinatrium 1,5-naftalenedisulfonat CAS:1655-29-4

    Dinatrium 1,5-naftalenedisulfonat adalah senyawa organik yang dicirikan oleh adanya dua gugus asam sulfonat yang terikat pada cincin naftalena. Dirumuskan sebagai garam dinatrium, senyawa ini menunjukkan kelarutan yang tinggi dalam air, sehingga bermanfaat dalam berbagai aplikasi. Senyawa ini dihargai karena potensi penggunaannya dalam kimia analitik dan proses industri karena stabilitas kimianya dan kemampuannya untuk berinteraksi dengan molekul lain secara efektif.

  • Etil krisantemumat CAS:97-41-6

    Etil krisantemumat CAS:97-41-6

    Etil krisantemumat adalah ester yang berasal dari asam krisantemik. Senyawa ini dicirikan oleh aroma bunganya yang menyenangkan, menjadikannya objek yang menarik dalam industri wewangian dan perasa. Sebagai ester, ia berperan dalam memberikan aroma spesifik pada berbagai produk. Struktur kimianya yang unik berkontribusi pada stabilitas dan potensi aplikasinya dalam berbagai formulasi.

  • Asam sikloheksanapropionat CAS:701-97-3

    Asam sikloheksanapropionat CAS:701-97-3

    Asam sikloheksanapropionat adalah senyawa organik yang dicirikan oleh cincin sikloheksana dengan gugus asam propionat yang terikat. Struktur ini menghasilkan serangkaian sifat kimia unik yang memungkinkan senyawa ini dipelajari untuk berbagai aplikasi. Senyawa ini dikenal karena perannya dalam kimia medisinal dan potensi efek terapeutiknya, menjadikannya subjek yang menarik dalam penelitian dan pengembangan obat.

  • ETIL 4-PIPERIDON-3-KARBOKSILAT HIDROKLORIDA CAS:4644-61-5

    ETIL 4-PIPERIDON-3-KARBOKSILAT HIDROKLORIDA CAS:4644-61-5

    Etil 4-piperidon-3-karboksilat hidroklorida adalah turunan piperidin yang dicirikan oleh adanya gugus karboksilat pada posisi 3. Senyawa ini terkenal karena aplikasinya dalam kimia medisinal, khususnya sebagai zat perantara dalam sintesis berbagai agen farmasi. Fitur strukturalnya yang unik berkontribusi pada aktivitas biologisnya, sehingga menjadikannya berharga untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut dalam penemuan obat.