Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Nutrasetika

  • (S)-4-Fluorofenilglisin CAS:19883-57-9

    (S)-4-Fluorofenilglisin CAS:19883-57-9

    (S)(S)-4-Fluorofenilglisin adalah turunan asam amino kiral yang memiliki atom fluorin pada posisi para cincin fenil. Senyawa ini dicirikan oleh karbon asimetrisnya, menjadikannya entitas yang berharga dalam sintesis organik dan penelitian farmasi. (S)-4-Fluorofenilglisin berfungsi sebagai blok bangunan penting untuk sintesis senyawa bioaktif, khususnya dalam pengembangan obat yang menargetkan berbagai jalur biologis karena sifat strukturalnya yang unik.

     

  • 5-Asetil-3-kloro-10,11-dihidro-5H-dibenz[b,f]azepin CAS:25961-11-9

    5-Asetil-3-kloro-10,11-dihidro-5H-dibenz[b,f]azepin CAS:25961-11-9

    5-Asetil-3-kloro-10,11-dihidro-5H-dibenz[b,f]azepin adalah senyawa organik heterosiklik yang termasuk dalam keluarga dibenzazepin. Senyawa ini memiliki gugus asetil dan substituen klorin, yang berkontribusi pada sifat kimianya yang unik. Struktur senyawa ini memungkinkan reaktivitas yang signifikan, sehingga menarik untuk berbagai aplikasi sintetik, khususnya dalam kimia medisinal dan pengembangan obat.

     

  • N-Ftaloilglisin CAS:4702-13-0

    N-Ftaloilglisin CAS:4702-13-0

    N-Ftaloilglisin adalah senyawa organik dengan rumus molekul C9H7NO3, yang dicirikan oleh gugus ftaloil yang terikat pada molekul glisin. Padatan kristal putih ini terutama digunakan sebagai zat perantara kimia dalam sintesis organik. Strukturnya memungkinkan berbagai reaksi kimia, sehingga berharga dalam produksi berbagai obat-obatan dan bahan kimia pertanian. N-Ftaloilglisin telah menarik perhatian dalam penelitian karena potensi aplikasinya dalam kimia medisinal dan ilmu material.

     

  • morpholin-3-one CAS:109-11-5

    morpholin-3-one CAS:109-11-5

    Morpholin-3-on adalah senyawa organik heterosiklik yang dicirikan oleh cincin morfolin dengan gugus fungsional keton pada posisi 3. Dengan rumus molekul C4H7NO2, senyawa ini memiliki cincin beranggota enam yang mengandung atom oksigen dan nitrogen, yang berkontribusi pada reaktivitas kimianya yang unik. Senyawa ini penting dalam bidang kimia medisinal karena potensi aplikasi farmasinya, khususnya sebagai kerangka untuk pengembangan molekul aktif biologis.

  • Formilhidrazin CAS:624-84-0

    Formilhidrazin CAS:624-84-0

    Formilhidrazin adalah senyawa organik dengan rumus kimia C2H6N2O, yang dicirikan oleh struktur hidrazinnya dengan gugus fungsional formil. Cairan tak berwarna ini terutama digunakan dalam kimia sintetik sebagai zat perantara dalam produksi berbagai senyawa organik. Reaktivitasnya yang unik memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia, sehingga sangat berharga bagi para peneliti baik di lingkungan akademis maupun industri. Karena potensi aplikasinya dalam bidang farmasi dan agrokimia, formilhidrazin telah menarik perhatian sebagai blok bangunan serbaguna dalam sintesis organik.

  • Dimetil asetilenadikarboksilat CAS:762-42-5

    Dimetil asetilenadikarboksilat CAS:762-42-5

    Dimetil asetilenadikarboksilat (DMAD) adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H8O4. Senyawa ini memiliki struktur linier dengan dua gugus karboksilat yang terikat pada kerangka karbon asetilenik. DMAD adalah cairan tak berwarna yang terutama digunakan sebagai reagen dalam sintesis organik karena reaktivitasnya dan kemampuannya untuk mengalami berbagai transformasi kimia. Struktur uniknya menjadikannya zat perantara penting untuk pembuatan berbagai senyawa, terutama di bidang farmasi dan ilmu material.

  • Asam propanoat, 2-hidroksi-, homopolimer CAS:26100-51-6

    Asam propanoat, 2-hidroksi-, homopolimer CAS:26100-51-6

    Asam propanoat, 2-hidroksi-, homopolimer, yang umumnya dikenal sebagai poli(asam 2-hidroksipropanoat) atau poli(asam laktat), adalah polimer yang dapat terurai secara hayati yang berasal dari asam laktat. Polimer ini memiliki rumus molekul (C3H6O3)n dan memiliki gugus hidroksil yang memberikan reaktivitas kimia yang lebih baik. Homopolimer ini dikenal karena sifat-sifatnya yang sangat baik seperti biokompatibilitas, biodegradabilitas, dan stabilitas termal, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi di industri farmasi, pertanian, dan pengemasan.

  • NP-TOSYLGLYCINE CAS:1080-44-0

    NP-TOSYLGLYCINE CAS:1080-44-0

    N-P-Tosilglisin adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H11NO3S. Senyawa ini memiliki molekul glisin yang tersulfonasi dengan gugus tosil, sehingga merupakan turunan dari asam amino glisin. Padatan kristal putih ini umumnya digunakan dalam kimia organik sintetik karena reaktivitasnya yang unik dan kemampuannya bertindak sebagai gugus pelindung untuk amina. Karakteristik strukturnya membuatnya berharga dalam berbagai aplikasi, khususnya dalam pengembangan obat-obatan dan senyawa organik lainnya.

     

  • Pinacol CAS:76-09-5

    Pinacol CAS:76-09-5

    Pinacol, juga dikenal sebagai 2,3-dimetil-2,3-butanediol, adalah diol vicinal dengan rumus molekul C6H14O2. Senyawa organik ini tampak sebagai cairan kental tak berwarna dan dicirikan oleh dua gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon yang berdekatan dalam strukturnya. Pinacol disintesis melalui reduksi aseton atau melalui penataan ulang pinacol dari keton. Senyawa ini berperan sebagai zat perantara penting dalam sintesis organik dan banyak digunakan dalam berbagai proses kimia karena reaktivitasnya.

  • Dibenz[b,f]azepin-5-karbonil klorida CAS:33948-22-0

    Dibenz[b,f]azepin-5-karbonil klorida CAS:33948-22-0

    Dibenz[b,f]azepin-5-karbonil klorida adalah senyawa kimia yang dicirikan oleh struktur cincin dibenzazepin yang menyatu dan adanya gugus fungsional karbonil klorida. Dengan rumus molekul C15H10ClN, senyawa ini memiliki kerangka bisiklik yang mengandung nitrogen dalam sistem cincin, menjadikannya zat perantara penting dalam sintesis organik. Senyawa ini terutama digunakan karena reaktivitasnya sebagai agen asilasi dalam berbagai jalur sintesis, khususnya di bidang kimia medisinal dan pengembangan obat.

  • Vinilmagnesium klorida CAS:3536-96-7

    Vinilmagnesium klorida CAS:3536-96-7

    Vinilmagnesium klorida adalah senyawa organomagnesium dengan rumus C2H3MgCl. Senyawa ini berupa cairan tidak berwarna hingga kuning pucat yang bertindak sebagai pereaksi Grignard, yang umum digunakan dalam sintesis organik. Senyawa ini mengandung gugus vinil (–CH=CH2) yang terikat pada magnesium dan klorida, sehingga sangat reaktif, terutama dengan elektrofil. Vinilmagnesium klorida berharga dalam pembentukan ikatan karbon-karbon dan sering digunakan dalam berbagai jalur sintesis untuk menciptakan molekul organik yang lebih kompleks.

  • 5,6,7,8-Tetrahidrokuinolin CAS:10500-57-9

    5,6,7,8-Tetrahidrokuinolin CAS:10500-57-9

    5,6,7,8-Tetrahidrokuinolin adalah senyawa organik bisiklik dengan rumus molekul C9H11N. Senyawa ini memiliki struktur kuinolin jenuh, artinya mengandung cincin aromatik beranggota enam yang menyatu dengan cincin beranggota lima yang mengandung nitrogen. Senyawa ini biasanya berupa cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dan dicirikan oleh sifat kimianya yang menarik, yang menjadikannya zat perantara yang berguna dalam berbagai sintesis organik. Karakteristik strukturnya juga memberikan peluang untuk modifikasi yang dapat meningkatkan aktivitas biologis, sehingga menjadikannya berharga dalam penelitian farmasi.