-
DICYCLOHEXYLPHOSPHINE CAS:829-84-5
Dicyclohexylphosphine (DCyP) adalah senyawa organofosfor yang dicirikan oleh keberadaan dua gugus sikloheksil yang terikat pada atom fosfor. Senyawa ini berupa cairan tidak berwarna pada suhu kamar dan banyak digunakan dalam sintesis organik dan kimia koordinasi. DCyP bertindak sebagai ligan yang dapat menstabilkan logam transisi selama proses katalitik, menawarkan sifat elektronik dan sterik yang unik karena gugus sikloheksilnya yang besar.
-
4′-Kloroasetofenon CAS:99-91-2
4′-Kloroasetofenon adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelas asetofenon, yang dicirikan oleh substituen kloro pada posisi para relatif terhadap gugus asetil pada cincin fenil. Senyawa ini menunjukkan sifat kimia yang unik karena halogenasinya, yang memengaruhi reaktivitas dan kelarutannya. Senyawa ini berperan sebagai zat perantara penting dalam kimia organik sintetik dan memiliki berbagai aplikasi dalam bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material.
-
Dicyclohexylphenylphosphine CAS:6476-37-5
Dicyclohexylphenylphosphine (DCyPhP) adalah senyawa organofosfor yang memiliki dua gugus sikloheksil dan satu gugus fenil yang terikat pada atom fosfor. Senyawa ini biasanya berupa cairan tidak berwarna hingga kuning pucat, dikenal karena sifat sterik dan elektroniknya yang unik. DCyPhP berfungsi sebagai ligan serbaguna dalam kimia koordinasi, meningkatkan stabilitas dan aktivitas katalitik kompleks logam dalam berbagai reaksi kimia.
-
O,O-Dimetil fosforamidotioat CAS:17321-47-0
O,O-Dimetil fosforamidotioat adalah senyawa organofosfor dengan rumus molekul C4H12N1O3PS. Senyawa ini memiliki atom fosfor yang terikat pada atom sulfur dan dua gugus metil, bersama dengan gugus fungsional amida. Senyawa ini berupa cairan tidak berwarna hingga kuning pucat yang biasanya digunakan dalam sintesis kimia. O,O-Dimetil fosforamidotioat sangat menarik di bidang agrokimia dan farmasi karena potensi aktivitas biologisnya. Strukturnya memungkinkan senyawa ini berinteraksi dengan sistem biologis, menjadikannya subjek penelitian untuk agen pengendali hama dan aplikasi lain yang melibatkan fosfonat.
-
4′-DIMETHYLAMINOACETOPHENONE CAS:2124-31-4
4′-Dimetilaminoasetofenon adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelas asetofenon, yang dicirikan oleh gugus dimetilamino pada posisi para cincin fenil. Senyawa ini menunjukkan sifat kimia yang unik karena adanya gugus dimetilamino pendonor elektron, yang meningkatkan reaktivitas dan kelarutannya. Senyawa ini sering digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis organik dan memiliki beberapa aplikasi dalam bidang farmasi dan penelitian kimia.
-
Etodolak metil ester CAS:122188-02-7
Etodolak metil ester adalah turunan dari etodolak, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang menargetkan rasa sakit dan peradangan. Senyawa ini menunjukkan sifat analgesik dan antiinflamasi, sehingga relevan dalam penelitian farmasi dan aplikasi terapeutik. Secara struktural, modifikasi metil ester meningkatkan kelarutan dan bioavailabilitasnya, sehingga memudahkan penggunaannya dalam berbagai formulasi obat. Senyawa ini berfungsi sebagai perantara penting dalam sintesis turunan yang lebih kompleks dengan potensi manfaat terapeutik.
-
Metil 3-oksoheksanoat CAS:30414-54-1
Metil 3-oksoheksanoat adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H12O3. Senyawa ini termasuk dalam kelas ester dan berasal dari asam heksanoat dan metil asetoasetat. Senyawa ini dicirikan oleh gugus keto yang khas, yang memberikan reaktivitas dan sifat fungsional yang unik. Metil 3-oksoheksanoat biasanya berupa cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dengan bau yang menyenangkan. Senyawa ini digunakan dalam berbagai sintesis dan aplikasi kimia karena keserbagunaannya, terutama dalam produksi obat-obatan dan agrokimia. Senyawa ini juga berfungsi sebagai zat perantara dalam sintesis molekul organik yang lebih kompleks.
-
KALSIUM SULFAT CAS:7778-18-9
Kalsium sulfat (CaSO₄) adalah senyawa anorganik yang terdapat secara alami dalam beberapa bentuk, termasuk gipsum (dihidrat), anhidrit (dehidrat), dan plester Paris (hemihidrat). Senyawa ini berupa bubuk putih tanpa bau atau padatan kristal. Kalsium sulfat banyak digunakan di berbagai industri karena sifat pengikatnya yang sangat baik, sifatnya yang tidak beracun, dan kemampuannya menyerap kelembapan. Fleksibilitasnya menjadikannya material penting dalam konstruksi, pertanian, dan pengolahan makanan.
-
Asam 1,3-Dimetilbarbiturat CAS:769-42-6
Asam 1,3-dimetilbarbiturat adalah turunan dari asam barbiturat, yang memiliki dua gugus metil pada posisi 1 dan 3 pada cincin pirimidin. Senyawa ini berupa padatan kristal putih yang menunjukkan sifat sedikit asam. Senyawa ini menarik dalam kimia medisinal karena potensi aplikasinya sebagai agen farmasi dan sebagai zat perantara dalam sintesis berbagai molekul bioaktif.
-
(FORMILMETILENA)TRIFENILFOSFORANA CAS:2136-75-6
(Formilmetilen)trifenilfosforana adalah senyawa organofosfor yang memiliki kerangka trifenilfosfin dengan substituen formilmetilen. Senyawa ini biasanya berupa padatan berwarna kuning hingga oranye dan dikenal karena karakteristik nukleofiliknya yang kuat. Senyawa ini memainkan peran penting dalam sintesis organik, khususnya dalam pembentukan ikatan karbon-karbon dan modifikasi berbagai gugus fungsional.
-
2,2′,4′-Trichloroacetophenone CAS:4252-78-2
2,2′,4′-Trichloroacetophenone adalah senyawa organik yang dicirikan oleh adanya tiga atom klorin yang terikat pada struktur asetofenon. Secara spesifik, senyawa ini memiliki substituen kloro pada posisi 2, 2′, dan 4′ pada cincin fenil. Senyawa trihalogenasi ini menunjukkan sifat kimia unik yang meningkatkan reaktivitasnya, menjadikannya zat perantara yang berharga dalam berbagai aplikasi industri dan penelitian, khususnya di bidang farmasi dan agrokimia.
-
2′,5′-Dikloroasetofenon CAS:2476-37-1
2′,5′-Dikloroasetofenon adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelas asetofenon, yang dicirikan oleh keberadaan dua atom klorin pada posisi 2′ dan 5′ pada cincin fenil. Senyawa ini menunjukkan reaktivitas yang signifikan karena substituen halogennya, yang meningkatkan sifat elektrofiliknya. Senyawa ini digunakan sebagai zat perantara penting dalam sintesis organik dan memiliki beragam aplikasi di bidang kimia dan ilmu material.
