Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Bahan Kimia Halus

  • Metil 4-iodobenzoat CAS:619-44-3

    Metil 4-iodobenzoat CAS:619-44-3

    Metil 4-iodobenzoat adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelas aril halida. Senyawa ini memiliki gugus metil ester yang terikat pada cincin benzoat, dengan atom iodin yang terletak pada posisi para relatif terhadap gugus fungsional ester. Senyawa ini dikenal karena beragam aplikasinya dalam sintesis organik, berfungsi sebagai zat perantara yang berguna dalam pembuatan berbagai entitas kimia. Kehadiran substituen iodin meningkatkan reaktivitasnya, menjadikannya bahan awal yang berharga untuk reaksi substitusi nukleofilik, reaksi penggandengan, dan transformasi lainnya dalam kimia farmasi dan material.

  • Asam ferosenkarboksilat CAS:1271-42-7

    Asam ferosenkarboksilat CAS:1271-42-7

    Asam ferosenkarboksilat adalah senyawa organometalik yang memiliki gugus asam karboksilat (-COOH) yang terikat pada kerangka ferosen, yang terdiri dari dua cincin siklopentadienil yang mengapit atom besi pusat. Struktur unik ini memberikan sifat kimia dan pola reaktivitas yang khas, menjadikannya berharga dalam ilmu material, katalisis, dan sintesis organik. Asam ferosenkarboksilat menunjukkan perilaku elektrokimia yang luar biasa karena sifat redoks aktifnya, yang berkontribusi pada aplikasinya dalam sensor dan perangkat penyimpanan energi. Selain itu, kemampuannya untuk berfungsi sebagai prekursor untuk berbagai turunan meningkatkan signifikansinya dalam pengembangan senyawa baru untuk tujuan farmasi dan industri.

  • Esculetin CAS:93-35-6

    Esculetin CAS:93-35-6

    Esculetin, juga dikenal sebagai 6,7-dihidroksikumarin, adalah senyawa alami yang termasuk dalam keluarga kumarin. Dicirikan oleh dua gugus hidroksilnya pada posisi 6 dan 7, esculetin menunjukkan beragam aktivitas biologis, termasuk sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Senyawa ini telah dipelajari untuk potensi efek terapeutiknya pada berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular dan kanker. Selain itu, esculetin berfungsi sebagai kerangka kerja yang berharga untuk mengembangkan turunan baru dengan profil farmakologis yang lebih baik. Struktur kimia dan bioaktivitasnya yang unik menjadikannya senyawa penting dalam kimia medisinal dan penelitian produk alami.

  • Metil 2-iodobenzoat CAS:610-97-9

    Metil 2-iodobenzoat CAS:610-97-9

    Metil 2-iodobenzoat adalah ester aromatik yang terbentuk melalui esterifikasi asam 2-iodobenzoat dengan metanol. Senyawa ini memiliki gugus metil yang terikat pada bagian asam karboksilat dari struktur 2-iodobenzoat, sehingga meningkatkan reaktivitas dan kelarutannya dalam pelarut organik. Metil 2-iodobenzoat terkenal karena kegunaannya dalam sintesis organik, di mana ia berperan sebagai zat perantara penting dalam berbagai reaksi kimia. Karena adanya atom iodin, senyawa ini memainkan peran penting dalam reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi penggandengan silang, sehingga berharga dalam bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material.

  • Hidrosinamoil klorida CAS:645-45-4

    Hidrosinamoil klorida CAS:645-45-4

    Hidrosinamoil klorida adalah klorida asil aromatik yang berasal dari asam hidrosinamat, yang dicirikan oleh gugus karbonil (C=O) yang terikat pada bagian hidrosinamoil. Dengan rumus molekul C9H9ClO, senyawa ini memiliki rantai alkil terklorinasi, yang memberikan reaktivitas dan kegunaan yang signifikan dalam sintesis organik. Hidrosinamoil klorida berfungsi sebagai zat perantara yang berharga dalam produksi berbagai bahan kimia, termasuk obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Kemampuannya untuk dengan mudah mengalami reaksi asilasi menjadikannya blok bangunan serbaguna untuk mensintesis molekul yang lebih kompleks dan mengeksplorasi potensi aplikasi dalam ilmu material dan kimia medisinal.

  • Asam 3-fenilpropionat CAS:501-52-0

    Asam 3-fenilpropionat CAS:501-52-0

    Asam 3-fenilpropionat adalah senyawa organik yang diklasifikasikan sebagai asam propionat tersubstitusi fenil. Dicirikan oleh rantai tiga karbon dengan gugus fenil yang terikat pada karbon kedua, senyawa ini memiliki fungsi asam karboksilat dan aromatik. Struktur uniknya menawarkan berbagai sifat kimia yang membuatnya berguna dalam sintesis organik dan kimia medisinal. Asam 3-fenilpropionat memiliki aplikasi dalam produksi obat-obatan, agrokimia, dan zat perasa. Fleksibilitas senyawa ini muncul dari kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi seperti esterifikasi, amidasi, dan asilasi Friedel-Crafts, yang memungkinkan pembentukan molekul organik kompleks.

  • 4-Asetilbifenil CAS:501-52-0

    4-Asetilbifenil CAS:501-52-0

    4-Asetilbifenil adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelas bifenil, yang dicirikan oleh adanya gugus asetil (-C(=O)CH₃) pada posisi para dari salah satu cincin fenil. Senyawa ini telah menarik perhatian dalam kimia organik sintetik karena reaktivitas dan potensi aplikasinya. Senyawa ini berperan sebagai zat perantara penting dalam sintesis berbagai obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan material fungsional. Struktur uniknya memberikan peluang untuk fungsionalisasi lebih lanjut, menjadikannya blok bangunan yang berharga dalam sintesis organik dan subjek yang menarik dalam penelitian ilmu material.

  • 2-Klorofenotiazin CAS:92-39-7

    2-Klorofenotiazin CAS:92-39-7

    2-Klorofenotiazin adalah senyawa organik yang termasuk dalam keluarga fenotiazin, yang dicirikan oleh atom klorin yang tersubstitusi pada karbon kedua dari struktur fenotiazin. Senyawa ini memiliki sistem trisiklik yang terdiri dari dua cincin benzena dan cincin tiazina yang mengandung nitrogen, yang memberikan sifat kimia yang khas. 2-Klorofenotiazin menunjukkan signifikansi farmakologis, khususnya dalam pengobatan psikiatri, di mana senyawa terkait digunakan sebagai antipsikotik. Struktur uniknya memungkinkan derivatisasi lebih lanjut, menjadikannya kerangka kerja yang berharga dalam kimia medisinal, pengembangan obat, dan penelitian agen terapeutik baru yang menargetkan berbagai gangguan neurologis.

  • 2-Metoksifenotiazin CAS:1771-18-2

    2-Metoksifenotiazin CAS:1771-18-2

    2-Metoksifenotiazin adalah senyawa organik yang termasuk dalam keluarga fenotiazin, yang dicirikan oleh gugus metoksi (-OCH₃) yang terletak pada karbon kedua dari struktur fenotiazin. Senyawa ini menunjukkan sifat farmakologis yang penting, khususnya sebagai agen antipsikotik dan antiemetik. Kehadiran substitusi metoksi meningkatkan lipofilisitasnya dan memodifikasi interaksinya dengan target biologis, sehingga relevan dalam kimia medisinal. 2-Metoksifenotiazin berfungsi sebagai kerangka penting dalam pengembangan obat, memfasilitasi sintesis berbagai turunan yang menunjukkan potensi terapeutik untuk gangguan neurologis dan kondisi medis lainnya.

  • 3,5-Dimetoksianilin CAS:10272-07-8

    3,5-Dimetoksianilin CAS:10272-07-8

    3,5-Dimetoksianilin adalah amina aromatik yang ditandai dengan adanya dua gugus metoksi (-OCH₃) pada posisi 3 dan 5 cincin anilin. Senyawa ini terkenal karena sifat elektroniknya, yang sangat dipengaruhi oleh sifat pendonor elektron dari substituen metoksi. Akibatnya, 3,5-dimetoksianilin menunjukkan reaktivitas yang lebih tinggi dalam reaksi substitusi aromatik elektrofilik. Senyawa ini banyak digunakan di berbagai bidang, termasuk sintesis pewarna, farmasi, dan elektronik organik, berfungsi sebagai zat perantara yang berharga dalam produksi material fungsional dan senyawa aktif biologis.

  • Asam 2-Iodobenzoat CAS:88-67-5

    Asam 2-Iodobenzoat CAS:88-67-5

    Asam 2-iodobenzoat adalah asam karboksilat aromatik yang ditandai dengan adanya atom iodin pada posisi orto relatif terhadap gugus karboksil pada cincin benzena. Senyawa ini telah menarik perhatian yang signifikan dalam kimia organik karena reaktivitasnya yang serbaguna dan aplikasinya dalam sintesis berbagai senyawa aktif biologis. Penambahan iodin meningkatkan karakter elektrofilik cincin benzena, menjadikannya zat perantara yang berharga dalam reaksi halogenasi, reaksi penggandengan, dan transformasi lainnya. Sifat strukturalnya yang unik juga memfasilitasi penggunaannya dalam kimia medisinal, agrokimia, dan ilmu material.

  • 3-Bromobifenil CAS:2113-57-7

    3-Bromobifenil CAS:2113-57-7

    3-Bromobifenil adalah senyawa organik yang diklasifikasikan sebagai bifenil terbrominasi, yang memiliki atom bromin yang tersubstitusi pada posisi meta dari struktur bifenil. Bifenil terdiri dari dua cincin fenil yang dihubungkan oleh ikatan tunggal, menjadikannya blok pembangun penting dalam berbagai aplikasi kimia. Pengenalan atom bromin meningkatkan reaktivitas senyawa dan mengubah sifat elektroniknya, sehingga bermanfaat dalam sintesis organik dan ilmu material. 3-Bromobifenil berfungsi sebagai zat perantara dalam produksi agrokimia, farmasi, dan material fungsional, menunjukkan keserbagunaannya baik dalam konteks industri maupun penelitian.