Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Bahan Kimia Halus

  • Di(trimetilol propana) CAS:23235-61-2

    Di(trimetilol propana) CAS:23235-61-2

    Di(trimetilolpropana) adalah senyawa organik yang dicirikan oleh keberadaan dua gugus trimetilolpropana, yang merupakan alkohol multifungsi yang memiliki tiga gugus hidroksimetil. Senyawa ini banyak digunakan dalam produksi poliester, poliuretan, dan bahan polimer lainnya karena kemampuannya untuk meningkatkan sifat mekanik dan meningkatkan daya tahan. Strukturnya memungkinkan terjadinya ikatan silang yang luas, menjadikannya zat perantara yang berharga dalam berbagai aplikasi industri.

  • 1,3-PROPANEDIOL DI-P-TOLUENESULFONATE CAS:5469-66-9

    1,3-PROPANEDIOL DI-P-TOLUENESULFONATE CAS:5469-66-9

    1,3-Propanediol di-p-toluenesulfonat adalah senyawa organik yang berasal dari 1,3-propanediol dan asam p-toluenesulfonat. Senyawa ini berbentuk cairan berwarna kuning pucat hingga tidak berwarna, dikenal karena kelarutan dan stabilitasnya yang sangat baik dalam berbagai pelarut. Senyawa ini bertindak sebagai zat perantara yang efektif dalam sintesis organik dan telah menarik minat di berbagai bidang seperti farmasi, polimer, dan manufaktur kimia karena reaktivitasnya yang unik.

  • (R)-(+)-4-KLOROMETIL-2,2-DIMETIL-1,3-DIOKSOLAN CAS:57044-24-3

    (R)-(+)-4-KLOROMETIL-2,2-DIMETIL-1,3-DIOKSOLAN CAS:57044-24-3

    (R)-(+)-4-Klorometil-2,2-dimetil-1,3-dioksolana adalah senyawa organik kiral yang memiliki cincin dioksolana dengan substituen klorometil. Struktur uniknya memberikan sifat kimia spesifik, sehingga bermanfaat dalam berbagai aplikasi sintesis. Senyawa ini biasanya disintesis untuk digunakan dalam kimia organik sebagai zat perantara dalam produksi molekul yang lebih kompleks. Kiralitasnya memungkinkan potensi terciptanya senyawa murni enantiomerik, yang sangat penting dalam bidang farmasi dan bahan kimia halus lainnya.

     

  • 3-(Dietilamino)-1,2-propanediol CAS:621-56-7

    3-(Dietilamino)-1,2-propanediol CAS:621-56-7

    3-(Dietilamino)-1,2-propanediol adalah senyawa organik yang memiliki kerangka propanediol dengan gugus dietilamino yang terikat pada karbon ketiga. Senyawa ini seringkali tidak berwarna atau kuning pucat dan memiliki sifat higroskopis. Senyawa ini dikenal karena perannya sebagai zat perantara serbaguna dalam sintesis organik, khususnya dalam pengembangan obat-obatan dan bahan kimia pertanian karena kemampuannya bertindak sebagai nukleofil dan reaktivitas kimianya yang unik.

     

  • 1,2-Propilen glikol diasetat CAS:623-84-7

    1,2-Propilen glikol diasetat CAS:623-84-7

    1,2-Propilen glikol diasetat adalah senyawa organik yang termasuk dalam keluarga glikol diester, yang dicirikan oleh adanya dua gugus asetat yang terikat pada kerangka propilen glikol. Cairan tak berwarna ini memiliki bau yang ringan dan kelarutan yang baik dalam berbagai pelarut organik. Senyawa ini terutama digunakan sebagai pelarut dan plasticizer dalam formulasi di berbagai industri, termasuk kosmetik, makanan, dan farmasi, karena sifat-sifatnya yang menguntungkan seperti volatilitas rendah dan stabilitas yang sangat baik.

  • (S)-3-tert-Butilamino-1,2-propanediol CAS:30315-46-9

    (S)-3-tert-Butilamino-1,2-propanediol CAS:30315-46-9

    (S)-3-tert-Butilamino-1,2-propanediol adalah senyawa organik kiral yang dicirikan oleh adanya gugus tert-butil dan gugus amino yang terikat pada kerangka propanediol. Senyawa ini tampak sebagai cairan atau padatan tidak berwarna dan terkenal karena aktivitas biologisnya serta potensi aplikasinya dalam bidang farmasi. Kiralitasnya sangat penting, karena dapat menunjukkan sifat dan aktivitas yang berbeda berdasarkan konfigurasi stereokimianya, menjadikannya zat yang berharga dalam sintesis asimetris.

     

  • 1,3,2-Dioxathiane 2-oksida CAS:4176-55-0

    1,3,2-Dioxathiane 2-oksida CAS:4176-55-0

    1,3,2-Dioxathiane 2-oksida adalah senyawa heterosiklik yang dicirikan oleh cincin beranggota enam yang mengandung dua atom oksigen dan satu atom sulfur. Senyawa ini dikenal karena sifat kimianya yang unik, termasuk stabilitas dalam berbagai kondisi. Senyawa ini terutama digunakan dalam sintesis organik dan sebagai zat perantara dalam produksi molekul yang lebih kompleks. Karena strukturnya yang khas, senyawa ini banyak digunakan dalam pengembangan obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan bahan kimia khusus.

  • Kloroamphenikol CAS:56-75-7

    Kloroamphenikol CAS:56-75-7

    Kloroamfenikol adalah antibiotik spektrum luas yang awalnya berasal dari bakteri Streptomyces venezuelae. Senyawa ini berupa kristal tak berwarna yang dikenal karena kemampuannya menghambat sintesis protein bakteri dengan cara mengikat subunit ribosom 50S. Meskipun efektif melawan berbagai bakteri gram positif dan gram negatif, penggunaannya menjadi terbatas karena potensi efek samping, termasuk anemia aplastik. Saat ini, kloroamfenikol terutama digunakan dalam aplikasi medis spesifik dan lingkungan penelitian.

  • 2-BUTIL-2-ETIL-1,3-PROPANEDIOL CAS:115-84-4

    2-BUTIL-2-ETIL-1,3-PROPANEDIOL CAS:115-84-4

    2-Butil-2-etil-1,3-propanediol adalah senyawa organik yang dicirikan oleh struktur bercabang yang terdiri dari gugus butil dan etil yang terikat pada kerangka propanediol. Cairan tak berwarna ini menunjukkan kelarutan yang baik dalam air dan berbagai pelarut organik, menjadikannya zat serbaguna untuk aplikasi industri. Sifat kimianya yang unik berkontribusi pada efektivitasnya sebagai pelarut dan plasticizer, mendorong minat untuk penggunaannya di berbagai sektor, termasuk kosmetik, farmasi, dan ilmu material.

     

  • 2-(2,2-DIETHOXYETHYL)-1,3-PROPANEDIOL CAS:55387-85-4

    2-(2,2-DIETHOXYETHYL)-1,3-PROPANEDIOL CAS:55387-85-4

    2-(2,2-Dietoksietil)-1,3-propanediol adalah senyawa organik yang memiliki kerangka propanediol dengan substituen dietoksietil. Cairan tak berwarna ini memiliki viskositas rendah dan larut dalam air serta berbagai pelarut organik. Struktur uniknya memberikan sifat hidrofilik yang sangat baik, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi di industri kimia dan farmasi. Senyawa ini terutama digunakan sebagai pelarut, plasticizer, dan zat perantara utama dalam sintesis.

     

  • 2,2-DIISOAMYL-1,3-PROPANEDIOL CAS:403519-64-2

    2,2-DIISOAMYL-1,3-PROPANEDIOL CAS:403519-64-2

    2,2-Diisoamil-1,3-propanediol adalah senyawa organik yang dicirikan oleh kerangka propanediolnya dengan dua gugus isoamil yang terikat pada karbon kedua. Senyawa ini berupa cairan kental tak berwarna yang dikenal karena sifatnya yang mirip gliseril. Senyawa ini telah menarik perhatian di berbagai bidang karena struktur molekulnya yang unik dan potensi aplikasinya dalam sintesis kimia dan ilmu material.

  • METIL OKSALIL KLORIDA CAS:5781-53-3

    METIL OKSALIL KLORIDA CAS:5781-53-3

    Metil oksalil klorida adalah senyawa aromatik kunci yang dicirikan oleh keberadaan dua gugus karbonil dan atom klorin yang terikat pada gugus metil. Dengan rumus kimia C4H3ClO3, senyawa ini berfungsi sebagai zat perantara penting dalam sintesis organik, khususnya dalam pembuatan berbagai obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Reaktivitasnya muncul dari keberadaan fungsi oksalil dan terklorinasi, yang memungkinkannya untuk berpartisipasi dalam berbagai transformasi kimia. Penelitian tentang metil oksalil klorida telah menyoroti signifikansinya dalam mensintesis molekul kompleks, termasuk heterosiklik berharga dan senyawa bioaktif lainnya.