-
1,6-Heksanedithiol CAS:1191-43-1
1,6-Heksanedithiol adalah senyawa organosulfur dengan rumus molekul C6H14S2. Senyawa ini berupa cairan tidak berwarna hingga kuning pucat yang ditandai dengan bau menyengat yang sering digambarkan sebagai bau belerang atau mirip dengan telur busuk. Senyawa ini mengandung dua gugus tiol (-SH) yang terletak pada atom karbon pertama dan keenam dari rantai heksana, yang berkontribusi pada reaktivitas kimianya yang unik. 1,6-Heksanedithiol terutama digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis organik, khususnya untuk memproduksi polimer, obat-obatan, dan bahan kimia khusus lainnya. Karena baunya yang kuat, penanganan yang tepat dan tindakan pencegahan keselamatan sangat penting saat bekerja dengan senyawa ini.
-
2,3-Butanedithiol CAS:4532-64-3
2,3-Butanedithiol adalah senyawa organosulfur dengan rumus molekul C4H10S2. Senyawa ini berupa cairan tak berwarna yang memiliki bau menyengat dan kuat, menyerupai bau kubis busuk atau bau belerang. Senyawa ini memiliki dua gugus tiol (-SH) yang terletak pada atom karbon kedua dan ketiga dari kerangka butana, sehingga memiliki sifat kimia yang unik. 2,3-Butanedithiol berfungsi sebagai zat perantara yang berharga dalam sintesis organik, khususnya dalam produksi berbagai obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Reaktivitasnya memungkinkan partisipasi dalam berbagai reaksi kimia, menjadikannya blok bangunan yang berguna dalam pengembangan senyawa organosulfur yang lebih kompleks.
-
Metil 2-metil-3-furil disulfida CAS:65505-17-1
Metil 2-metil-3-furil disulfida (MMFDS) adalah senyawa organosulfur dengan rumus molekul C8H10S2O2. Senyawa ini tampak sebagai cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dan memiliki aroma khas yang sering digambarkan sebagai gurih dengan nuansa kacang. MMFDS terutama digunakan dalam industri makanan sebagai bahan penyedap, khususnya dalam produk yang bertujuan untuk meniru rasa panggang yang kaya yang ditemukan dalam makanan seperti kopi dan saus tertentu. Aromanya yang unik juga membuatnya berharga dalam industri wewangian. Meskipun dianggap aman dalam konsentrasi rendah, penanganan yang bertanggung jawab sangat penting untuk menghindari potensi efek buruk dari paparan yang lebih tinggi.
-
1,3-Dimercaptopropane CAS:109-80-8
1,3-Dimercaptopropane (DMP) adalah senyawa organosulfur dengan rumus molekul C3H8S2. Senyawa ini tampak sebagai cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dan dicirikan oleh baunya yang kuat dan seperti belerang. DMP mengandung dua gugus tiol (-SH), yang berkontribusi pada reaktivitas dan kegunaannya dalam berbagai aplikasi. Senyawa ini terutama digunakan dalam sintesis organik, khususnya dalam pengembangan obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Selain itu, 1,3-dimercaptopropane memiliki aplikasi dalam kimia polimer. Meskipun menawarkan beberapa manfaat industri, penanganan yang tepat dan tindakan keselamatan sangat penting karena potensi toksisitas dan iritasi jika terjadi kontak.
-
2-Piraziniletanetiol CAS:35250-53-4
2-Pyrazinylethanethiol adalah senyawa organosulfur yang ditandai dengan adanya cincin pirazin dan gugus tiol (-SH), dengan rumus molekul C7H8N2S. Senyawa ini tampak sebagai cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dengan bau khas, yang dapat digambarkan sebagai bau tanah atau kacang. 2-Pyrazinylethanethiol terutama digunakan dalam sintesis organik, di mana ia berfungsi sebagai blok bangunan yang berharga untuk menciptakan berbagai turunan kimia, termasuk obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Karena fitur strukturalnya yang unik, senyawa ini dapat berkontribusi pada pengembangan molekul aktif biologis. Penanganan yang tepat sangat penting karena potensi sifat iritan dari tiol.
-
Bis(2-metil-3-furil)disulfida CAS:28588-75-2
Bis(2-metil-3-furil)disulfida (BMFDS) adalah senyawa organosulfur dengan rumus molekul C10H10S2O2. Senyawa ini biasanya tampak sebagai cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dan dikenal karena aromanya yang khas, yang memiliki nuansa tanah dan panggang. BMFDS terutama digunakan dalam industri makanan sebagai bahan penyedap rasa, meningkatkan cita rasa berbagai produk, termasuk saus, sup, dan makanan ringan. Aromanya yang menyenangkan juga digunakan dalam industri wewangian. Meskipun umumnya dianggap aman dalam konsentrasi kecil, sangat penting untuk menangani BMFDS secara bertanggung jawab untuk menghindari potensi efek buruk dari paparan yang lebih tinggi.
-
2-Bromo-5-hidroksipiridin CAS:55717-45-8
2-Bromo-5-hidroksipiridin adalah senyawa organik dengan rumus molekul C5H5BrN2O. Senyawa ini memiliki cincin piridin yang disubstitusi dengan atom bromin pada posisi 2 dan gugus hidroksil (-OH) pada posisi 5. Pola substitusi yang unik ini memberikan sifat elektronik spesifik yang meningkatkan reaktivitasnya, sehingga menjadikannya berharga dalam sintesis organik. Kehadiran substituen bromin memungkinkan substitusi nukleofilik, sementara gugus hidroksil dapat berpartisipasi dalam ikatan hidrogen, memengaruhi interaksi molekuler. Sering digunakan dalam farmasi dan agrokimia, 2-bromo-5-hidroksipiridin berfungsi sebagai perantara kunci dalam sintesis senyawa dan material bioaktif.
-
5-Bromonikotinonitril CAS:35590-37-5
5-Bromonikotinonitril adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H4BrN3. Senyawa ini memiliki cincin piridin yang disubstitusi dengan atom bromin pada posisi 5 dan gugus nitril (-CN) pada posisi 2. Kehadiran kedua gugus penarik elektron (bromo dan nitril) memberikan sifat elektronik yang unik pada molekul, meningkatkan reaktivitasnya dalam berbagai transformasi kimia. Senyawa ini berfungsi sebagai zat perantara yang berharga dalam sintesis organik, khususnya dalam pengembangan farmasi, di mana ia dapat digunakan untuk menghasilkan molekul bioaktif. Struktur khasnya juga membuatnya relevan dalam ilmu material untuk mengembangkan senyawa fungsional.
-
3-BROMO-5-FLUORO-2-METHOXYPYRIDINE CAS:884494-81-9
3-Bromo-5-fluoro-2-metoksipiridin adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H6BrFNO. Senyawa ini mengandung cincin piridin yang tersubstitusi bromin pada posisi 3, fluorin pada posisi 5, dan gugus metoksi (-OCH₃) pada posisi 2. Pola substitusi yang unik ini memberikan sifat elektronik dan sterik yang berbeda, sehingga bermanfaat dalam berbagai sintesis kimia. Kehadiran kedua substituen halogen meningkatkan reaktivitasnya, memfasilitasi substitusi nukleofilik dan reaksi penggandengan. Umumnya digunakan dalam bidang farmasi dan agrokimia, 3-bromo-5-fluoro-2-metoksipiridin berfungsi sebagai blok bangunan yang berharga untuk mensintesis senyawa bioaktif dan material canggih.
-
3-Bromo-5-metoksipiridin CAS:50720-12-2
3-Bromo-5-metoksipiridin adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H8BrN. Senyawa ini memiliki cincin piridin yang tersubstitusi dengan atom bromin pada posisi 3 dan gugus metoksi (-OCH₃) pada posisi 5. Pola substitusi spesifik ini meningkatkan sifat elektroniknya, menjadikannya zat perantara yang berguna dalam sintesis organik. Kehadiran bromin memungkinkan substitusi nukleofilik, sedangkan gugus metoksi dapat memengaruhi kelarutan dan reaktivitas senyawa tersebut. Sering digunakan dalam penelitian farmasi dan agrokimia, 3-bromo-5-metoksipiridin berfungsi sebagai blok bangunan yang berharga untuk mensintesis berbagai senyawa bioaktif dan material fungsional.
-
3-BROMO-2-ETHOXYPYRIDINE CAS:57883-25-7
3-Bromo-2-etoksipiridin adalah senyawa organik yang memiliki cincin piridin dengan substituen bromin dan etoksi pada posisi tertentu. Rumus molekulnya adalah C9H10BrN, menjadikannya zat perantara penting dalam sintesis organik. Kehadiran atom bromin meningkatkan reaktivitas senyawa ini, memungkinkan berbagai transformasi kimia, termasuk substitusi nukleofilik dan reaksi penggandengan. Senyawa ini sering digunakan dalam pengembangan obat-obatan dan bahan kimia pertanian karena beragam aktivitas biologisnya. Memahami sifat dan reaktivitas 3-bromo-2-etoksipiridin dapat mempermudah perancangan senyawa baru dengan potensi aplikasi terapeutik.
-
2-Kloro-3-bromo-5-aminopiridin CAS:130284-53-6
2-Kloro-3-bromo-5-aminopiridin adalah senyawa organik yang dicirikan oleh rumus molekul C5H4BrClN2. Senyawa ini memiliki cincin piridin dengan atom klorin pada posisi 2, atom bromin pada posisi 3, dan gugus amino pada posisi 5. Susunan spesifik substituen ini memberikan sifat elektronik yang unik pada senyawa tersebut, menjadikannya zat perantara yang berharga dalam kimia sintetik. Strukturnya memungkinkan berbagai transformasi kimia, termasuk substitusi nukleofilik dan reaksi penggandengan, yang sangat penting dalam pengembangan farmasi dan agrokimia. Senyawa ini signifikan dalam penelitian yang bertujuan untuk menemukan molekul bioaktif baru dan material canggih.
