Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Bahan Kimia Halus

  • 2-Bromo-2′-fluoroasetofenon CAS:655-15-2

    2-Bromo-2′-fluoroasetofenon CAS:655-15-2

    2-Bromo-2′-fluoroasetofenon adalah keton aromatik yang memiliki atom bromin dan atom fluorin sebagai substituen pada struktur asetofenon. Senyawa ini menunjukkan sifat kimia yang unik karena adanya atom halogen ini, sehingga berharga dalam sintesis organik dan kimia medisinal. Reaktivitasnya memungkinkan berbagai transformasi yang dapat mengarah pada pengembangan molekul yang lebih kompleks, termasuk obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Penelitian tentang 2-bromo-2′-fluoroasetofenon terus mengeksplorasi aplikasinya dalam penemuan obat dan ilmu material, menekankan potensinya sebagai blok bangunan serbaguna dalam strategi sintesis.

  • Asam 5-Bromo-3-metoksipikolinat CAS:1142191-66-9

    Asam 5-Bromo-3-metoksipikolinat CAS:1142191-66-9

    Asam 5-bromo-3-metoksipikolinat adalah senyawa organik yang termasuk dalam kategori asam pikolinat, yang merupakan turunan piridin. Senyawa ini telah menarik perhatian di berbagai bidang, termasuk kimia medisinal dan ilmu pertanian, karena potensi aplikasi terapeutiknya dan perannya dalam biosintesis. Senyawa ini menunjukkan aktivitas biologis yang menarik, termasuk efek pada sistem neurotransmiter dan kemungkinan sifat antiinflamasi. Penelitian tentang asam 5-bromo-3-metoksipikolinat terus mengeksplorasi mekanisme kerjanya, metode sintesis, dan potensi penggunaannya dalam pengembangan obat dan perlindungan tanaman, menyoroti pentingnya senyawa ini dalam konteks farmasi dan pertanian.

  • 5-Bromo-3-nitropiridin-2-karbonitril CAS:573675-25-9

    5-Bromo-3-nitropiridin-2-karbonitril CAS:573675-25-9

    5-Bromo-3-nitropiridin-2-karbonitril adalah senyawa organik heterosiklik yang memiliki cincin piridin yang disubstitusi dengan atom bromin, gugus nitro, dan gugus siano. Struktur kompleks ini menjadikannya sangat menarik dalam kimia medisinal dan ilmu material karena potensi aktivitas biologisnya dan kegunaannya sebagai blok bangunan untuk berbagai sintesis kimia. Kehadiran berbagai gugus fungsional memungkinkan reaktivitas yang beragam, sehingga mendorong penerapannya dalam penemuan obat dan pengembangan material baru. Penelitian berkelanjutan terhadap senyawa ini mengeksplorasi sifat farmakologisnya, metode sintesis, dan potensi aplikasinya dalam agrokimia dan bahan kimia halus.

  • 2,4-Difluorobenzaldehida CAS:1550-35-2

    2,4-Difluorobenzaldehida CAS:1550-35-2

    2,4-Difluorobenzaldehida adalah aldehida aromatik yang dicirikan oleh adanya dua substituen fluorin pada posisi 2 dan 4 pada cincin benzena, bersama dengan gugus formil (-CHO). Dengan rumus molekul C7H4F2O, senyawa ini menunjukkan sifat kimia yang unik karena efek penarik elektron dari atom fluorin. Reaktivitasnya membuatnya berharga dalam sintesis organik untuk menghasilkan berbagai senyawa bioaktif dan zat perantara dalam bidang farmasi. Selain itu, 2,4-difluorobenzaldehida digunakan dalam ilmu material dan agrokimia, di mana karakteristiknya yang berbeda dapat memengaruhi sifat-sifat material dan formulasi yang dihasilkan.

  • 3,3′-Sulfonildianilin CAS:599-61-1

    3,3′-Sulfonildianilin CAS:599-61-1

    3,3′-Sulfonildianilin adalah senyawa organik dengan rumus kimia C12H12N2O2S. Senyawa ini memiliki dua unit anilin yang dihubungkan oleh jembatan sulfonil (-SO2-). Struktur ini memberikan sifat unik yang membuatnya berguna dalam berbagai aplikasi, terutama dalam pembuatan pewarna dan sebagai zat perantara utama dalam kimia polimer. Kehadiran gugus amina aromatik dan gugus sulfonil memungkinkan reaktivitas yang menarik, sehingga cocok untuk proses sintesis yang bertujuan menghasilkan material berkinerja tinggi. Penelitian terus mengeksplorasi aktivitas biologis dan potensi aplikasinya dalam bidang farmasi, menjadikannya senyawa yang semakin menarik di berbagai bidang.

  • tiosemikarbazida CAS:6610-29-3

    tiosemikarbazida CAS:6610-29-3

    Tiosemikarbazida adalah senyawa organik dengan rumus molekul CH₅N₃S, yang memiliki gugus fungsional tiosemikarbazida yang ditandai dengan adanya gugus tiol (-SH) dan gugus semikarbazida. Senyawa ini dikenal karena beragam aktivitas biologisnya, termasuk sifat antimikroba, antitumor, dan antivirus. Tiosemikarbazida berperan sebagai blok pembangun serbaguna dalam kimia medisinal, memfasilitasi sintesis berbagai turunan bioaktif. Kemampuannya untuk membentuk kompleks koordinasi dengan ion logam semakin meningkatkan signifikansinya dalam farmakologi dan ilmu material. Penelitian yang sedang berlangsung terus mengeksplorasi potensi aplikasinya dalam pengembangan obat dan intervensi terapeutik.

  • Asam 6-aminonikotinat CAS:3167-49-5

    Asam 6-aminonikotinat CAS:3167-49-5

    Asam 6-aminonikotinat, juga dikenal sebagai asam 6-aminopiridin-3-karboksilat, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H6N2O2. Turunan piridin ini memiliki gugus asam karboksilat dan gugus amino masing-masing pada posisi 6 dan 3 pada cincin piridin. Struktur uniknya memberikan aktivitas biologis yang signifikan, sehingga sangat berharga dalam penelitian dan pengembangan farmasi. Senyawa ini memiliki potensi aplikasi dalam sintesis berbagai molekul aktif biologis, khususnya dalam pengobatan penyakit neurodegeneratif dan kondisi kesehatan lainnya. Karena perannya dalam memodifikasi sistem neurotransmiter, asam 6-aminonikotinat sangat menarik dalam kimia medisinal.

  • Benzil Trietil Amonium Klorida CAS:56-37-1

    Benzil Trietil Amonium Klorida CAS:56-37-1

    Benzil Trietil Amonium Klorida (BTEAC) adalah senyawa amonium kuaterner yang banyak digunakan dalam berbagai lingkungan industri dan laboratorium. Dicirikan oleh sifat kationiknya, BTEAC terbentuk melalui alkilasi trietilamina dengan benzil klorida. Senyawa ini menunjukkan sifat surfaktan, sehingga efektif sebagai pengemulsi, penstabil, dan agen antibakteri. Senyawa ini sangat dihargai dalam aplikasi biokimia karena kemampuannya untuk memfasilitasi pelarutan senyawa hidrofobik dan meningkatkan penetrasi zat melintasi membran biologis. Fleksibilitasnya mendorong penggunaannya dalam formulasi farmasi, kosmetik, dan pertanian, yang menggarisbawahi pentingnya dalam penelitian dan produk komersial.

  • Benzethonium klorida CAS:121-54-0

    Benzethonium klorida CAS:121-54-0

    Benzethonium klorida adalah senyawa amonium kuaterner sintetis yang dikenal karena sifat antimikroba dan antiseptiknya. Dengan rumus kimia C21H36ClN, senyawa ini terdiri dari gugus benzil, bagian fenolik, dan atom nitrogen kuaterner, yang berkontribusi pada efektivitasnya sebagai disinfektan. Umumnya digunakan dalam produk farmasi dan perawatan pribadi, benzethonium klorida dihargai karena kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan bakteri, jamur, dan virus. Aplikasinya berkisar dari antiseptik kulit dan pembersih tangan hingga pengawet dalam berbagai formulasi, yang mencerminkan pentingnya dalam meningkatkan kebersihan dan keamanan dalam perawatan kesehatan dan produk konsumen.

  • Fenilhidrazin hidroklorida CAS:59-88-1

    Fenilhidrazin hidroklorida CAS:59-88-1

    Fenilhidrazin hidroklorida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H8ClN3. Senyawa ini merupakan turunan hidrazin yang memiliki gugus fenil dan berbentuk garam kristal putih. Senyawa ini banyak digunakan di laboratorium karena reaktivitasnya dan kemampuannya membentuk hidrazon, azin, dan turunan lainnya melalui reaksi kondensasi dengan senyawa karbonil. Selain itu, fenilhidrazin hidroklorida memiliki aplikasi dalam kimia medisinal, khususnya dalam sintesis agen antitumor dan dalam studi metabolisme karbohidrat. Sifat biologis dan fleksibilitas sintetiknya menjadikannya reagen yang berharga baik dalam penelitian maupun aplikasi industri.

  • Benzoil sianida CAS:613-90-1

    Benzoil sianida CAS:613-90-1

    Benzoil sianida adalah senyawa organik dengan rumus kimia C8H5NO, yang dikenal karena sifat dan aplikasinya yang unik dalam kimia sintetik. Cairan tak berwarna atau kekuningan ini memiliki bau aromatik yang khas dan terutama digunakan sebagai zat perantara dalam produksi berbagai obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan bahan kimia halus. Benzoil sianida memainkan peran penting dalam sintesis turunan benzamida, yang sangat penting dalam berbagai jalur biokimia. Reaktivitas dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia menjadikannya reagen penting dalam pengaturan laboratorium, khususnya dalam pengembangan molekul organik kompleks.

  • Nizatidin CAS:76963-41-2

    Nizatidin CAS:76963-41-2

    Nizatidin adalah antagonis reseptor histamin H2 yang ampuh, terutama digunakan dalam pengobatan kondisi yang berkaitan dengan kelebihan asam lambung, seperti tukak lambung dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Dengan rumus molekul C₁₄H₁₈N₄O₂S, nizatidin bekerja dengan menghambat aksi histamin pada reseptor H2 sel parietal lambung, sehingga mengurangi sekresi asam lambung. Mekanisme ini membantu meringankan gejala yang terkait dengan gangguan akibat asam dan mendorong penyembuhan lapisan saluran pencernaan. Farmakokinetik, efikasi, dan profil keamanan nizatidin menjadikannya pilihan yang berharga dalam mengelola penyakit yang berkaitan dengan asam.