-
4-Metiltiosemikarbazida CAS:6610-29-3
4-Metiltiosemikarbazida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C4H10N4S. Senyawa ini memiliki struktur tiosemikarbazida, yang dicirikan oleh gugus metil yang terikat pada atom nitrogen di posisi 4 dan gugus tiol (-SH). Senyawa ini telah menarik minat yang signifikan dalam kimia medisinal karena potensinya sebagai agen antitumor dan antimikroba. Sifat strukturalnya yang unik memungkinkan senyawa ini untuk berinteraksi dengan berbagai target biologis, menjadikannya titik awal yang berharga untuk mensintesis molekul bioaktif yang lebih kompleks. Penelitian yang sedang berlangsung terus mengeksplorasi aplikasi farmakologis dan mekanisme kerjanya di berbagai bidang terapi.
-
3-isokromanon CAS:4385-35-7
3-Isochromanone, juga dikenal sebagai 3-benzopyran-1-one, adalah senyawa organik heterosiklik yang dicirikan oleh gugus fungsional isochroman dan karbonil yang menyatu. Dengan rumus molekul C9H8O2, senyawa ini menunjukkan fitur struktural unik yang berkontribusi pada sifat kimia dan fisikanya yang menarik. Senyawa ini telah menarik perhatian dalam kimia medisinal karena potensi aktivitas farmakologisnya, termasuk efek antiinflamasi, antioksidan, dan antikanker. Sebagai zat perantara penting dalam sintesis organik, 3-isocromanonone digunakan dalam pembuatan berbagai turunan dengan aplikasi dalam bidang farmasi dan agrokimia.
-
Asam o-tolilasetat CAS:644-36-0
Asam o-tolilasetat, juga dikenal sebagai asam 2-tolilasetat, adalah asam karboksilat aromatik yang dicirikan oleh gugus metil yang terikat pada cincin fenil di posisi orto relatif terhadap gugus asam asetat. Dengan rumus molekul C9H10O2, senyawa ini menunjukkan sifat-sifat yang signifikan untuk berbagai aplikasi dalam sintesis organik dan kimia farmasi. Senyawa ini berfungsi sebagai zat perantara penting dalam produksi bahan kimia halus dan telah menarik minat karena potensi aktivitas biologisnya. Penelitian tentang asam o-tolilasetat terus mengungkap kegunaannya dalam pengembangan obat dan proses industri lainnya.
-
Glisinonitril hidroklorida CAS:6011-14-9
Glisinonitril hidroklorida, juga dikenal sebagai 2-aminoasetonitril hidroklorida, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C2H6ClN. Senyawa ini terdiri dari gugus nitril yang terikat pada bagian glisin, menjadikannya blok pembangun penting dalam sintesis berbagai molekul bioaktif. Garam hidroklorida ini meningkatkan kelarutan glisinonitril dalam larutan berair, sehingga memudahkan penggunaannya dalam berbagai reaksi kimia. Glisinonitril hidroklorida terutama digunakan dalam kimia medisinal dan biokimia, khususnya dalam pengembangan obat-obatan dan agrokimia, di mana sifat uniknya dapat dimanfaatkan untuk aplikasi spesifik.
-
Tereftaldikarboksaldehid CAS:623-27-8
Tereftaldikarboksaldehid (TDCA) adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H8O4. Senyawa ini terdiri dari cincin benzena dengan dua gugus aldehida (-CHO) dan dua gugus asam karboksilat (-COOH) yang terletak pada posisi 1,4, menjadikannya turunan dari asam tereftalat. Senyawa ini memainkan peran penting dalam sintesis organik dan ilmu material, khususnya dalam produksi polimer, resin, dan bahan kimia khusus. Gugus fungsionalnya yang unik memberikan reaktivitas yang memungkinkan berbagai transformasi kimia, menjadikan TDCA sebagai zat perantara yang berharga dalam pengembangan material baru dan senyawa bioaktif.
-
4′-Fluoroasetofenon CAS:403-42-9
4′-Fluoroasetofenon adalah senyawa organik dengan rumus molekul C9H9F0. Senyawa ini memiliki gugus fenil yang disubstitusi oleh gugus fluoro pada posisi para dan gugus asetil yang terikat pada cincin benzena. Cairan tak berwarna hingga kuning pucat ini dikenal karena aromanya yang khas dan umumnya digunakan dalam sintesis organik sebagai zat perantara untuk obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan berbagai bahan kimia halus. Kehadiran atom fluorin dan gugus fungsional asetil memberikan reaktivitas unik pada 4′-fluoroasetofenon, menjadikannya berharga dalam penelitian kimia dan aplikasi industri.
-
Etil O-metilbenzoat CAS:87-24-1
Etil O-metilbenzoat adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H12O2. Senyawa ini memiliki ester etil yang berasal dari reaksi asam benzoat dan metanol, menghasilkan senyawa yang mengandung gugus fungsi ester dan eter. Ester aromatik ini dicirikan oleh aromanya yang menyenangkan dan seperti buah, menjadikannya bahan yang berharga dalam industri wewangian dan perasa. Selain itu, ia berfungsi sebagai zat perantara dalam sintesis organik, berkontribusi pada produksi berbagai obat-obatan dan bahan kimia halus. Struktur uniknya memberikan reaktivitas yang signifikan, memfasilitasi berbagai transformasi kimia.
-
o-Anisaldehida CAS:135-02-4
o-Anisaldehida, juga dikenal sebagai 2-metoksibenzaldehida, adalah aldehida aromatik dengan rumus molekul C9H10O2. Senyawa ini memiliki gugus metoksi (-OCH3) yang terletak orto terhadap gugus fungsional aldehida (-CHO) pada cincin aromatik. Senyawa ini terkenal karena aromanya yang menyenangkan dan manis, serta umum digunakan dalam industri wewangian, dan juga dalam sintesis organik. Selain aplikasinya dalam pembuatan parfum, o-anisaldehida berfungsi sebagai zat perantara penting dalam produksi obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan berbagai bahan kimia halus, menjadikannya zat yang menarik baik dalam lingkungan industri maupun penelitian.
-
Tetraetilamonium klorida CAS:56-34-8
Tetraetilamonium klorida (TEAC) adalah garam amonium kuaterner dengan rumus kimia C8H20ClN. Senyawa ini terdiri dari kation tetraetilamonium dan anion klorida. Padatan kristal putih ini sangat larut dalam air dan pelarut organik polar. Karena strukturnya yang unik, TEAC berfungsi sebagai katalis transfer fase dan banyak digunakan dalam sintesis organik, terutama untuk reaksi yang melibatkan reaktan ionik dan non-ionik. Kemampuannya untuk memfasilitasi transfer ion antar fase meningkatkan laju dan efisiensi reaksi, sehingga sangat berharga dalam berbagai proses kimia, termasuk di industri farmasi dan agrokimia.
-
Mithramycin A CAS:50-85-1
Asam 4-metilsalisilat adalah senyawa organik yang dikategorikan sebagai turunan asam salisilat. Dengan rumus molekul C8H8O3, senyawa ini memiliki gugus metil (-CH3) yang terletak pada posisi para relatif terhadap gugus asam karboksilat pada cincin aromatik. Senyawa ini menunjukkan berbagai aktivitas biologis dan telah menarik minat dalam penelitian farmakologi dan kimia. Senyawa ini terutama digunakan dalam sintesis obat-obatan, agrokimia, dan sebagai prekursor untuk senyawa organik lainnya. Sifat strukturalnya yang unik memungkinkan berbagai aplikasi, termasuk penggunaan sebagai agen antiinflamasi dan dalam formulasi berbagai produk.
-
pirokatekol monoetil eter CAS:94-71-3
Pyrocatechol monoethyl ether, juga dikenal sebagai ethyl catechol, adalah senyawa organik yang berasal dari pyrocatechol dengan gugus etil yang tersubstitusi pada salah satu posisi hidroksilnya. Rumus molekulnya adalah C10H14O2, yang memiliki cincin benzena dengan dua gugus hidroksil (-OH) dan gugus fungsional etil eter. Senyawa ini sangat menarik di berbagai bidang, termasuk sintesis organik, farmasi, dan manufaktur kimia. Struktur uniknya memungkinkan berbagai transformasi kimia, menjadikannya zat perantara yang berharga dalam sintesis molekul yang lebih kompleks.
-
2′,4′-Dichlorovalerophenone CAS:61023-66-3
2′,4′-Diklorovalerofenon adalah senyawa organik dengan rumus molekul C11H10Cl2O. Senyawa ini memiliki kerangka valerofenon dengan dua substituen klorin yang terletak pada posisi orto dan para cincin aromatik. Padatan berwarna kuning pucat ini dikenal karena aplikasinya dalam sintesis organik, khususnya sebagai zat perantara dalam produksi obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan bahan kimia khusus. Kehadiran atom klorin dan gugus fungsi karbonil memberikan reaktivitas unik pada 2′,4′-diklorovalerofenon, menjadikannya blok bangunan yang berharga dalam berbagai transformasi kimia dan proses industri.
