-
Asam 2-hidroksifenilasetat CAS:614-75-5
Asam 2-hidroksifenilasetat, juga dikenal sebagai asam o-hidroksifenilasetat, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C8H8O3. Senyawa ini memiliki gugus hidroksil fenolik (-OH) orto terhadap gugus asam karboksilat (-COOH) pada cincin fenil. Susunan unik gugus fungsional ini memberikan sifat kimia yang khas, menjadikannya penting dalam berbagai bidang seperti kimia medisinal, biokimia, dan sintesis organik. Asam 2-hidroksifenilasetat menarik perhatian karena potensi efek terapeutiknya dan berfungsi sebagai zat perantara yang berharga dalam sintesis senyawa bioaktif.
-
2-Bromo-5-metilbenzenamina CAS:53078-85-6
2-Bromo-5-metilbenzenamina adalah senyawa organik yang dicirikan oleh atom bromin dan gugus amina yang terikat pada cincin benzena, khususnya pada posisi orto (2) dan para (5). Rumus molekulnya adalah C7H8BrN. Senyawa ini, yang juga dikenal sebagai 2-bromo-5-toluidin, penting dalam kimia organik sintetik karena fitur strukturalnya yang unik, yang memberikan reaktivitas yang berbeda. Senyawa ini berfungsi sebagai zat perantara penting dalam sintesis pewarna, obat-obatan, dan agrokimia, di mana fungsionalisasi cincin aromatik memungkinkan pengembangan berbagai turunan dengan potensi aktivitas biologis.
-
2-Kloro-4-pikolin CAS:3678-62-4
2-Kloro-4-pikolin adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H6ClN. Senyawa ini memiliki cincin piridin yang mengandung atom nitrogen, dan substituen klorin pada posisi 2 serta gugus metil pada posisi 4 cincin. Konfigurasi struktural ini memberikan 2-kloro-4-pikolin sifat fisik dan kimia yang unik sehingga menjadikannya penting di berbagai bidang, seperti agrokimia, farmasi, dan ilmu material. Reaktivitasnya memungkinkan aplikasi yang serbaguna, khususnya sebagai zat perantara dalam sintesis molekul yang lebih kompleks.
-
Asam 2,3,5-Triiodobenzoat CAS:88-82-4
Asam 2,3,5-triiodobenzoat adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H3I3O2. Senyawa ini memiliki tiga atom iodin yang tersubstitusi pada cincin benzena pada posisi 2, 3, dan 5 relatif terhadap gugus asam karboksilat. Senyawa aromatik yang sangat terhalogenasi ini terkenal karena sifat-sifat uniknya, termasuk peningkatan lipofilisitas dan reaktivitas, yang menjadikannya zat perantara yang berharga dalam kimia sintetik. Asam 2,3,5-triiodobenzoat memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material, di mana ia dapat diubah menjadi berbagai turunan dengan potensi aktivitas biologis dan karakteristik material yang bermanfaat.
-
1-Fluoro-3-iodobenzene CAS:1121-86-4
1-Fluoro-3-iodobenzene adalah senyawa organofluorin yang dicirikan oleh adanya substituen fluorin dan iodin pada cincin benzena. Secara spesifik, atom fluorin terletak pada posisi orto (1), sedangkan atom iodin menempati posisi meta (3) relatif terhadap satu sama lain. Dengan rumus molekul C6H4F I, senyawa ini menunjukkan sifat fisik dan kimia yang unik karena sifat elektronegatif dan ukuran atom halogen yang bervariasi. Reaktivitasnya yang khas menjadikannya zat perantara yang berharga dalam sintesis organik, khususnya dalam bidang farmasi dan ilmu material, di mana ia dapat menghasilkan berbagai aplikasi.
-
2-Iodobenzil klorida CAS:59473-45-9
2-Iodobenzil klorida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H6ClI. Senyawa ini memiliki gugus benzil di mana atom klorin terikat pada posisi para relatif terhadap substituen iodin. Senyawa ini terkenal karena reaktivitasnya, terutama disebabkan oleh keberadaan atom halogen, yang meningkatkan karakteristik elektrofilik dan memfasilitasi berbagai reaksi substitusi nukleofilik. 2-Iodobenzil klorida berfungsi sebagai zat perantara yang berharga dalam sintesis organik, khususnya dalam kimia farmasi, di mana ia dapat diubah menjadi berbagai senyawa yang menunjukkan aktivitas biologis yang signifikan. Sifat strukturalnya yang unik menjadikannya target penting untuk eksplorasi lebih lanjut dalam metodologi sintesis.
-
3-Bromobenzonitril CAS:6952-59-6
3-Bromobenzonitril adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H4BrN. Senyawa ini memiliki atom bromin yang terletak pada posisi meta relatif terhadap gugus fungsi siano (-CN) pada cincin benzena. Senyawa ini terkenal karena reaktivitasnya dan berfungsi sebagai zat perantara yang berharga dalam sintesis organik. Kehadiran gugus bromin dan nitril meningkatkan sifat elektrofiliknya, sehingga bermanfaat dalam berbagai transformasi kimia. 3-Bromobenzonitril banyak digunakan dalam bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material, di mana senyawa ini dapat dimanfaatkan untuk mensintesis berbagai turunan dengan potensi aktivitas biologis.
-
1-Naftaldehida CAS:66-77-3
1-Naftaldehida, dengan rumus molekul C10H8O, adalah aldehida aromatik yang berasal dari naftalena. Senyawa ini memiliki gugus karbonil (-CHO) yang terikat pada posisi pertama sistem cincin naftalena, menjadikannya senyawa penting dalam kimia organik. Senyawa ini, juga dikenal sebagai α-naftaldehida, dicirikan oleh sifat aromatik dan reaktivitasnya yang khas. Senyawa ini berfungsi sebagai blok bangunan yang berharga untuk berbagai sintesis kimia dan memiliki aplikasi dalam produksi pewarna, obat-obatan, dan senyawa organik lainnya. Struktur uniknya memungkinkan berbagai reaksi, yang berkontribusi pada pentingnya senyawa ini baik dalam lingkungan industri maupun laboratorium.
-
ASAM 2-FLUORO-3-METILPIRIDIN-5-BORONAT CAS:904326-92-7
2-Asam fluoro-3-metilpiridin-5-boronat adalah senyawa organoboron yang memiliki cincin piridin dengan atom fluorin pada posisi 2 dan gugus metil pada posisi 3, serta gugus fungsi asam boronat pada posisi 5. Rumus molekulnya adalah C6H7B FN O2. Senyawa ini terkenal karena reaktivitas kimianya yang unik, menjadikannya blok bangunan yang berharga dalam sintesis organik. Kehadiran atom fluorin meningkatkan sifat elektronik senyawa ini, berkontribusi pada aplikasinya di berbagai bidang, khususnya di bidang farmasi dan ilmu material.
-
ASAM 2,5-DIKLOROPIRIDIN-4-BORONAT CAS:847664-64-6
Asam 2,5-dikloropiridin-4-boronat adalah senyawa organoboron yang memiliki cincin piridin dengan dua substituen klorin pada posisi 2 dan 5 serta gugus fungsi asam boronat pada posisi 4. Rumus molekulnya adalah C5H4BCl2N. Kombinasi unik atom halogen dan gugus asam boronat memungkinkan senyawa ini untuk terlibat dalam berbagai reaksi kimia, menjadikannya blok pembangun penting dalam sintesis organik. Senyawa ini telah menarik perhatian karena aplikasinya dalam bidang farmasi dan ilmu material berkat reaktivitasnya yang serbaguna.
-
Asam 2,3-dikloro-4-piridinboronat CAS:951677-39-7
Asam 2,3-dikloro-4-piridinboronat adalah senyawa organoboron yang dicirikan oleh cincin piridin yang disubstitusi dengan dua atom klorin pada posisi 2 dan 3 serta gugus fungsi asam boronat pada posisi 4. Rumus molekulnya adalah C5H4BCl2N. Senyawa ini menunjukkan reaktivitas unik karena adanya substituen halogen dan gugus asam boronat, menjadikannya blok pembangun penting dalam sintesis organik. Senyawa ini dikenal karena kegunaannya dalam bidang farmasi dan ilmu material karena reaktivitas kimianya yang beragam.
-
5-Bromo-2-hidroksimetilpiridin CAS:88139-91-7
5-Bromo-2-hidroksimetilpiridin adalah senyawa kimia dengan rumus molekul C7H8BrN. Senyawa ini terdiri dari cincin piridin yang disubstitusi dengan gugus hidroksimetil (-CH2OH) pada posisi 2 dan atom bromin pada posisi 5. Senyawa ini menarik perhatian dalam penelitian farmasi dan agrokimia karena potensi aktivitas biologisnya. Kehadiran atom bromin dan gugus hidroksimetil meningkatkan reaktivitas dan kegunaannya dalam berbagai transformasi kimia.
