-
Asam 4′-Metilbifenil-2-karboksilat CAS:7148-03-0
Asam 4′-metilbifenil-2-karboksilat, juga dikenal sebagai 2-karboksi-4′-metilbifenil, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C15H14O2. Senyawa ini memiliki struktur bifenil di mana salah satu cincin fenil membawa gugus asam karboksilat (-COOH) pada posisi orto (2), sedangkan cincin lainnya memiliki substituen metil (-CH3) pada posisi para (4′). Senyawa ini menarik perhatian di berbagai bidang, termasuk ilmu material dan kimia medisinal. Konfigurasi strukturnya memberikan sifat kimia yang unik, sehingga cocok untuk aplikasi dalam sintesis organik, produksi polimer, dan potensi pengembangan farmasi.
-
4′-Iodoasetofenon CAS:13329-40-3
4′-Iodoasetofenon adalah senyawa organik dengan rumus molekul C9H9IO. Senyawa ini memiliki gugus benzoil dengan substituen iodin pada posisi para relatif terhadap gugus karbonil. Senyawa ini sangat menarik dalam sintesis organik karena reaktivitas dan fleksibilitasnya; khususnya, keberadaan atom iodin meningkatkan karakter elektrofilik cincin aromatik. 4′-Iodoasetofenon berfungsi sebagai zat perantara penting untuk mensintesis berbagai obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan bahan kimia khusus. Karakteristik strukturnya yang unik memfasilitasi berbagai transformasi kimia, menjadikannya subjek yang menarik dalam penelitian akademis dan industri.
-
4-Fluoro-3-nitrotoluena CAS:446-11-7
4-Fluoro-3-nitrotoluena adalah senyawa aromatik dengan rumus molekul C7H6ClN2O2. Senyawa ini terdiri dari kerangka toluena yang disubstitusi dengan gugus nitro (–NO2) pada posisi 3 dan atom fluorin (–F) pada posisi 4. Senyawa ini terkenal karena sifat elektroniknya yang unik, yang dihasilkan dari kombinasi gugus nitro penarik elektron dan atom fluorin yang elektronegatif. Karena sifat-sifat ini, 4-fluoro-3-nitrotoluena berperan sebagai zat perantara penting dalam sintesis obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan senyawa organik lainnya.
-
3-Kloro-5-(trifluorometil)piridin-2-amina CAS:79456-26-1
3-Kloro-5-(trifluorometil)piridin-2-amina adalah senyawa aromatik terfluorinasi dengan rumus molekul C7H5ClF3N. Senyawa ini memiliki cincin piridin, yang mengandung gugus amino (–NH2) dan substituen kloro pada posisi 3, serta gugus trifluorometil (–CF3) pada posisi 5. Kombinasi unik dari gugus fungsional ini memberikan reaktivitas yang signifikan dan meningkatkan potensi aplikasi senyawa ini di berbagai bidang seperti farmasi, agrokimia, dan ilmu material. Strukturnya memungkinkan transformasi kimia yang beragam, menjadikannya zat perantara yang berharga dalam sintesis organik.
-
Alkohol 4-Metoksibenzil CAS:105-13-5
4-Metoksibenzil alkohol, juga dikenal sebagai p-metoksibenzil alkohol, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C9H12O2. Senyawa ini memiliki cincin benzena yang tersubstitusi dengan gugus metoksi (-OCH3) pada posisi para dan gugus hidroksimetil (-CH2OH) yang terikat pada cincin benzena yang sama. Struktur ini memberikan 4-metoksibenzil alkohol sifat kimia unik yang membuatnya signifikan di berbagai bidang, termasuk sintesis organik dan kimia medisinal. Reaktivitasnya memungkinkan beragam aplikasi, mulai dari berperan sebagai zat perantara dalam sintesis obat-obatan hingga bertindak sebagai blok bangunan dalam pengembangan material baru.
-
6-Hidroksi-2(1H)-3,4-dihidrokuinolinon CAS:54197-66-9
6-Hidroksi-2(1H)-3,4-dihidrokuinolinon adalah senyawa bisiklik yang memiliki gugus hidroksil dan atom nitrogen dalam strukturnya. Dengan rumus molekul C9H8N2O2, senyawa ini dicirikan oleh inti dihidrokuinolinon, yang berkontribusi pada sifat biologis dan kimianya yang menarik. 6-Hidroksi-2(1H)-3,4-dihidrokuinolinon telah menarik minat dalam kimia medisinal karena potensi aktivitas farmakologisnya, termasuk efek antimikroba, antiinflamasi, dan antitumor. Strukturnya yang unik memungkinkan derivatisasi lebih lanjut, menjadikannya zat perantara yang berharga dalam sintesis berbagai senyawa bioaktif.
-
Asam 5-Bromo-2-fluorobenzoat CAS:146328-85-0
Asam 5-bromo-2-fluorobenzoat adalah asam karboksilat aromatik yang terkenal karena cincin benzena terhalogenasinya. Dengan rumus molekul C7H4BrF O2, senyawa ini memiliki atom bromin pada posisi 5 dan atom fluorin pada posisi 2 dari struktur asam benzoat. Senyawa ini relevan dalam kimia organik sintetik dan kimia medisinal karena sifat elektroniknya yang unik dan potensi reaktivitasnya. Kehadiran atom bromin dan fluorin menjadikannya prekursor yang berguna untuk mensintesis molekul yang lebih kompleks dengan aktivitas biologis yang lebih tinggi atau sifat material yang unik.
-
Adipic dihidrazida CAS:1071-93-8
Adipic dihidrazida (ADH) adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H12N4O2, yang berasal dari asam adipat. Senyawa ini memiliki dua gugus hidrazida yang terikat pada rantai enam karbon, menjadikannya zat perantara penting dalam berbagai reaksi kimia. ADH dikenal karena kemampuannya bertindak sebagai agen pengikat silang dan terutama digunakan dalam kimia polimer, khususnya dalam produksi poliamida dan hidrogel. Sifat uniknya juga memberikan potensi aplikasi dalam bidang farmasi dan pertanian, di mana ia dapat berkontribusi dalam pengembangan material baru dan formulasi obat.
-
3′-Fluoroasetofenon CAS:455-36-7
3′-Fluoroasetofenon adalah keton aromatik dengan rumus molekul C9H9FO, yang dicirikan oleh gugus fluoro pada posisi para dari struktur asetofenonnya. Senyawa ini dikenal karena reaktivitas dan sifat unik yang diberikan oleh atom fluorin yang elektronegatif, menjadikannya zat perantara yang berharga dalam kimia organik sintetik. Kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi nukleofilik membuatnya sangat menarik untuk aplikasi dalam sintesis obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan bahan fungsional lainnya. Penambahan fluorin meningkatkan lipofilisitas dan stabilitas metabolik, yang dapat menguntungkan dalam desain obat.
-
3-Iodotoluena CAS:625-95-6
3-Iodotoluena adalah senyawa organik dengan rumus molekul C8H9I, yang dicirikan oleh atom iodin yang terletak pada posisi meta relatif terhadap gugus metil pada cincin benzena. Senyawa aromatik terhalogenasi ini penting dalam sintesis organik karena reaktivitasnya yang unik dan kemampuannya untuk berfungsi sebagai zat perantara yang serbaguna. Kehadiran iodin meningkatkan sifat elektrofilik dari sistem aromatik, memfasilitasi berbagai reaksi substitusi nukleofilik. 3-Iodotoluena memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material, di mana ia dapat diubah menjadi berbagai senyawa aktif biologis dan material fungsional.
-
Alkohol 2-Iodobenzil CAS:5159-41-1
2-Iodobenzil alkohol adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H8I dan struktur khas yang memiliki gugus benzil yang disubstitusi dengan atom iodin pada posisi orto relatif terhadap gugus hidroksil (-OH). Senyawa ini penting dalam kimia organik karena aplikasinya dalam jalur sintesis, khususnya sebagai perantara serbaguna untuk berbagai reaksi kimia. Substituen iodin meningkatkan karakter elektrofilik cincin aromatik, memfasilitasi reaksi substitusi nukleofilik. Selain itu, 2-iodobenzil alkohol dapat digunakan dalam kimia medisinal sebagai prekursor potensial untuk senyawa aktif biologis. Sifat-sifatnya yang unik menjadikannya subjek yang menarik untuk penelitian lebih lanjut baik di lingkungan akademis maupun industri.
-
2-IODOBENZOYL CHLORIDE CAS:609-67-6
2-Iodobenzoat klorida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H4ClIO, yang memiliki gugus fungsi benzoil klorida yang terikat pada atom iodin yang terletak pada posisi orto cincin aromatik. Senyawa ini terkenal karena reaktivitas dan fleksibilitasnya dalam sintesis organik karena adanya klorida asil yang reaktif dan substituen halogen. 2-Iodobenzoat klorida berperan sebagai zat perantara penting dalam pembuatan berbagai obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan bahan kimia halus, di mana ia dapat mengalami banyak transformasi untuk menghasilkan berbagai turunan dengan potensi aktivitas biologis.
