Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Produk

  • diisopropil bikarbamat CAS:19740-72-8

    diisopropil bikarbamat CAS:19740-72-8

    Diisopropil bikarbamat adalah senyawa organik dengan rumus molekul C8H16N2O4. Senyawa ini berbentuk cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dan dikenal karena perannya sebagai turunan karbamat. Senyawa ini terutama digunakan dalam berbagai aplikasi kimia, khususnya dalam sintesis dan sebagai zat perantara dalam pembuatan bahan kimia pertanian dan farmasi. Struktur uniknya memberikan reaktivitas yang menarik sehingga menjadikannya berharga dalam kimia organik.

  • 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil CAS:1898-66-4

    2,2-difenil-1-pikrilhidrazil CAS:1898-66-4

    2,2-Difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) adalah senyawa radikal bebas stabil dengan rumus molekul C18H14N5O6. Senyawa ini berbentuk padatan kristal berwarna ungu gelap dan dikenal luas karena perannya dalam studi antioksidan. DPPH umumnya digunakan sebagai reagen dalam berbagai uji kimia untuk mengevaluasi kemampuan senyawa dalam menangkal radikal bebas, menjadikannya alat penting dalam kimia pangan, farmakologi, dan biokimia.

  • 4-tert-Butilbenzil klorida CAS:19692-45-6

    4-tert-Butilbenzil klorida CAS:19692-45-6

    4-tert-Butilbenzil klorida adalah senyawa organik yang diklasifikasikan sebagai aril alkil halida. Senyawa ini memiliki gugus tert-butil yang terikat pada cincin benzena, yang meningkatkan stabilitasnya dan memengaruhi reaktivitasnya. Gugus klorometil (-CH2Cl) menyediakan situs reaktif untuk reaksi substitusi nukleofilik, sehingga sangat berharga dalam sintesis organik. Senyawa ini terutama digunakan dalam produksi obat-obatan, agrokimia, dan bahan kimia khusus. Struktur uniknya memungkinkan fungsionalisasi selektif, sehingga memungkinkan terciptanya berbagai turunan. Memahami sifat dan reaktivitasnya sangat penting bagi para ahli kimia yang bekerja di bidang kimia organik sintetik dan aplikasi industri.

  • 4,4′-Bis(klorometil)-1,1′-bifenil CAS:1667-10-3

    4,4′-Bis(klorometil)-1,1′-bifenil CAS:1667-10-3

    4,4′-Bis(klorometil)-1,1′-bifenil adalah senyawa organik yang memiliki dua gugus klorometil yang terikat pada posisi para dari struktur bifenil. Senyawa ini diklasifikasikan sebagai turunan bifenil dan dikenal karena reaktivitasnya akibat adanya gugus klorometil, yang dapat berpartisipasi dalam reaksi substitusi nukleofilik. Sebagai blok bangunan serbaguna dalam sintesis organik, senyawa ini digunakan untuk menghasilkan berbagai polimer, obat-obatan, dan bahan kimia khusus. Sifat-sifatnya menarik dalam ilmu material dan kimia medisinal, di mana modifikasi strukturnya dapat menghasilkan material fungsional baru dan senyawa bioaktif.

  • Benzoguanamin CAS:91-76-9

    Benzoguanamin CAS:91-76-9

    Benzoguanamin adalah senyawa organik dengan rumus kimia C8H10N4, yang diklasifikasikan sebagai turunan guanidin. Senyawa ini mengandung cincin benzena yang terhubung ke struktur guanamin, yang memberikan sifat unik yang membuatnya berguna dalam berbagai aplikasi. Senyawa ini terutama digunakan dalam produksi resin, perekat, dan pelapis karena stabilitas termal dan ketahanan kimianya yang sangat baik. Selain itu, benzoguanamin berfungsi sebagai zat perantara dalam sintesis obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Karakteristik struktural dan reaktivitasnya memungkinkan modifikasi lebih lanjut, menjadikannya blok bangunan serbaguna dalam kimia organik dan ilmu material.

  • 3,4,5,6-Tetrakloroftalonitril CAS:1953-99-7

    3,4,5,6-Tetrakloroftalonitril CAS:1953-99-7

    3,4,5,6-Tetrakloroftalonitril (TCPN) adalah senyawa aromatik dengan rumus kimia C8Cl4N2. Senyawa ini memiliki inti ftalonitril yang disubstitusi dengan empat atom klorin pada posisi 3, 4, 5, dan 6 pada cincin benzena. Senyawa ini menonjol karena reaktivitasnya yang signifikan akibat adanya gugus siano (-CN) dan beberapa substituen klorin. TCPN terutama digunakan dalam sintesis organik sebagai zat perantara serbaguna untuk menghasilkan bahan kimia khusus, agrokimia, dan polimer. Struktur dan sifatnya yang unik menjadikannya berharga dalam berbagai aplikasi industri, termasuk pelapis, perekat, dan senyawa farmasi potensial.

  • 2,3-DIAMINOTOLUENE CAS:2687-25-4

    2,3-DIAMINOTOLUENE CAS:2687-25-4

    2,3-Diaminotoluena adalah senyawa aromatik dengan rumus molekul C7H10N2. Senyawa ini terdiri dari cincin toluena dengan dua gugus amino (-NH2) yang terletak pada posisi 2 dan 3. Senyawa ini dikenal karena perannya yang signifikan dalam sintesis organik, khususnya dalam produksi pewarna, agrokimia, dan farmasi. Kehadiran dua gugus amino meningkatkan reaktivitasnya, sehingga cocok untuk berbagai transformasi kimia. Selain itu, 2,3-diaminotoluena berfungsi sebagai blok bangunan untuk mensintesis molekul organik kompleks dan polimer, yang mencerminkan keserbagunaan dan kepentingannya baik dalam penelitian maupun aplikasi industri.

  • Tetrakloroteftalonitril CAS:1897-41-2

    Tetrakloroteftalonitril CAS:1897-41-2

    Tetraklorotereftalonitril (TCTN) adalah nitril aromatik dengan rumus kimia C8Cl4N2. Senyawa ini berasal dari asam tereftalat, memiliki empat substituen klorin pada cincin benzena. TCTN terutama dikenal karena penggunaannya dalam material canggih dan sebagai zat perantara dalam sintesis organik. Kehadiran atom klorin meningkatkan reaktivitasnya, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi, termasuk produksi bahan kimia khusus dan aditif polimer. Selain itu, tetraklorotereftalonitril telah menarik perhatian karena potensi penggunaannya dalam agrokimia dan farmasi. Sifat kimianya yang unik menjadikannya senyawa penting dalam penelitian dan kimia industri.

  • 1,3-Dicyanobenzene CAS:626-17-5

    1,3-Dicyanobenzene CAS:626-17-5

    1,3-Dicyanobenzene, dengan rumus kimia C8H4N2, adalah senyawa aromatik yang dicirikan oleh dua gugus siano (-CN) yang terletak pada posisi 1 dan 3 pada cincin benzena. Senyawa ini dikenal karena kegunaannya yang signifikan dalam sintesis organik dan ilmu material karena reaktivitas dan sifat strukturalnya yang khas. 1,3-Dicyanobenzene berfungsi sebagai blok bangunan serbaguna dalam produksi berbagai bahan kimia, termasuk pewarna, polimer, dan farmasi. Kemampuannya untuk mengalami beragam transformasi kimia menjadikannya prekursor penting dalam pengembangan material canggih dan senyawa aktif biologis, yang berkontribusi pada pentingnya senyawa ini di berbagai aplikasi industri.

  • N1-(3-Aminofenil)asetamida CAS:102-28-3

    N1-(3-Aminofenil)asetamida CAS:102-28-3

    N1-(3-Aminofenil)asetamida, juga dikenal sebagai 3-Aminoasetanilida, adalah amida aromatik dengan rumus molekul C9H10N2O. Senyawa ini memiliki cincin fenil yang tersubstitusi dengan gugus amino pada posisi meta dan gugus fungsional asetamid. Dikenal karena perannya yang signifikan dalam sintesis organik, N1-(3-aminofenil)asetamida berfungsi sebagai prekursor serbaguna dalam bidang farmasi dan agrokimia. Reaktivitasnya memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai transformasi kimia, sehingga sangat berharga dalam pengembangan senyawa aktif biologis. Selain itu, potensi aplikasinya dalam kimia pewarna semakin menyoroti pentingnya senyawa ini di berbagai bidang.

  • 2,4,6-Trimetilanilin CAS:88-05-1

    2,4,6-Trimetilanilin CAS:88-05-1

    2,4,6-Trimetilanilin adalah amina aromatik dengan rumus kimia C10H15N. Senyawa ini memiliki cincin benzena yang tersubstitusi dengan tiga gugus metil pada posisi 2, 4, dan 6, bersama dengan gugus amino (-NH2). Dikenal karena strukturnya yang unik, 2,4,6-trimetilanilin terutama digunakan dalam produksi pewarna, pigmen, dan berbagai senyawa organik. Kemampuannya untuk bertindak sebagai nukleofil dalam reaksi substitusi elektrofilik meningkatkan kegunaannya dalam kimia sintetik. Selain itu, senyawa ini memiliki aplikasi dalam agrokimia dan ilmu material, di mana sifat-sifatnya berkontribusi pada pengembangan bahan kimia khusus dan pelapis canggih.

  • Ftalonitril CAS:91-15-6

    Ftalonitril CAS:91-15-6

    Ftalonitril, dengan rumus kimia C8H4N2, adalah senyawa organik aromatik yang dicirikan oleh dua gugus siano (-CN) yang terikat pada cincin benzena. Senyawa serbaguna ini telah menarik perhatian yang signifikan karena sifat struktural dan reaktivitasnya yang unik. Ftalonitril berfungsi sebagai blok bangunan penting dalam sintesis organik, khususnya dalam produksi pigmen, polimer, dan bahan kimia khusus. Kemampuannya untuk mengalami berbagai transformasi kimia membuatnya berharga dalam berbagai aplikasi di berbagai industri, termasuk ilmu material, pelapis, dan farmasi. Selain itu, penelitian tentang turunan ftalonitril telah memperluas potensi penggunaannya, menyoroti pentingnya senyawa ini dalam kimia praktis dan teoritis.