-
ASAM P-TOLUENESULFONIC N-BUTIL ESTER CAS:778-28-9
Asam p-toluenasulfonat n-butil ester, yang umumnya disebut sebagai butil p-toluenasulfonat, adalah sulfonat aromatik dengan rumus molekul C11H14O3S. Senyawa ini memiliki gugus butil yang terikat pada bagian sulfonat dari asam p-toluenasulfonat, menjadikannya reagen yang berguna dalam sintesis organik. Biasanya tampak sebagai cairan tidak berwarna atau kuning pucat, senyawa ini larut dalam pelarut organik. Butil p-toluenasulfonat banyak digunakan dalam industri kimia untuk aplikasi seperti reaksi esterifikasi, proses polimerisasi, dan sebagai agen pengikat dalam berbagai formulasi, yang berkontribusi secara signifikan pada pengembangan obat-obatan dan bahan kimia khusus.
-
ASAM PIRIDIN-2-KARBOKSILAT HIDRAZIDA CAS:1452-63-7
Piridin-2-karboksilat hidrazida, juga dikenal sebagai isonikotinat hidrazida (INH), adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H7N3O. Senyawa ini memiliki gugus fungsional hidrazida (-NH-NH2) yang terikat pada asam piridin-2-karboksilat, menjadikannya molekul penting dalam kimia medisinal. Biasanya muncul sebagai padatan kristal putih, senyawa ini terutama dikenal karena perannya sebagai agen antituberkulosis yang efektif, khususnya dalam pengobatan tuberkulosis. Kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis telah menjadikannya obat penting dalam terapi kombinasi, yang menunjukkan relevansi terapeutiknya.
-
ISOPROPIL BENZOAT CAS:939-48-0
Isopropil benzoat adalah ester organik yang berasal dari reaksi asam benzoat dan isopropanol, dengan rumus molekul C10H12O2. Senyawa ini berupa cairan tak berwarna dengan aroma manis dan buah yang khas, sehingga cocok digunakan dalam aplikasi wewangian dan penyedap rasa. Isopropil benzoat juga dihargai di berbagai sektor industri, termasuk kosmetik, farmasi, dan pengolahan makanan, karena sifatnya sebagai pelarut dan plastisizer. Kompatibilitasnya dengan banyak senyawa organik meningkatkan kegunaannya dalam formulasi, sementara penelitian yang sedang berlangsung mengeksplorasi potensi aktivitas biologisnya, yang menggarisbawahi keserbagunaannya baik dalam konteks komersial maupun ilmiah.
-
Dimetoksibenzena CAS:151-10-0
Dimetoksibenzena, juga dikenal sebagai anisol atau metoksibenzena, adalah senyawa aromatik yang dicirikan oleh dua gugus metoksi (-OCH3) yang terikat pada cincin benzena. Senyawa ini terdapat dalam tiga bentuk isomer: orto, meta, dan para, tergantung pada posisi gugus metoksi. Cairan tak berwarna ini memiliki aroma manis dan menyenangkan yang mengingatkan pada adas manis dan banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri. Dimetoksibenzena berfungsi sebagai pelarut, zat perantara dalam sintesis organik, dan prekursor untuk produksi wewangian dan obat-obatan. Sifat kimianya yang unik menjadikannya senyawa yang berharga baik di sektor penelitian maupun komersial.
-
ASAM NIKOTINAT HIDRAZIDA CAS:553-53-7
Nikotinat asam hidrazida, juga dikenal sebagai niasin hidrazida, adalah senyawa organik yang berasal dari asam nikotinat (vitamin B3) dan dicirikan oleh adanya gugus fungsional hidrazida (-NH-NH2). Dengan rumus molekul C6H6N4O, senyawa ini biasanya tampak sebagai padatan kristal berwarna putih hingga putih kekuningan. Senyawa ini telah menarik minat dalam kimia medisinal karena potensi sifat farmakologisnya, termasuk aktivitas antiinflamasi dan antimikroba. Selain itu, nikotinat asam hidrazida berfungsi sebagai zat perantara serbaguna dalam sintesis organik, berkontribusi pada pengembangan berbagai senyawa bioaktif dan farmasi.
-
Fenetol CAS:103-73-1
Phenetole, juga dikenal sebagai phenetyl alcohol atau ethoxybenzene, adalah senyawa organik dengan rumus C8H10O. Senyawa ini memiliki struktur fenolik, di mana cincin benzena digantikan oleh gugus etoksi. Cairan tak berwarna dan harum ini terutama digunakan dalam sintesis berbagai senyawa aromatik dan wewangian. Phenetole menunjukkan sifat-sifat yang membuatnya berguna sebagai pelarut dalam reaksi kimia dan sebagai zat perantara dalam produksi obat-obatan dan agrokimia. Aromanya yang menyenangkan menjadikannya komponen berharga dalam industri wewangian, berkontribusi pada parfum dan produk beraroma.
-
Furan-2-karbohidrazida CAS:3326-71-4
Furan-2-karbohidrazida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C5H6N4O2. Turunan hidrazida ini memiliki cincin furan yang tersubstitusi pada posisi 2 dengan gugus fungsional karbohidrazida, yang memberikan reaktivitas dan aktivitas biologis yang unik. Senyawa ini tampak sebagai padatan berwarna putih hingga putih kekuningan dan telah menarik minat dalam kimia medisinal karena potensi sifat farmakologisnya. Furan-2-karbohidrazida dapat bertindak sebagai blok bangunan untuk mensintesis berbagai molekul bioaktif dan memiliki aplikasi dalam pengembangan agrokimia, farmasi, dan material polimer. Sifat kimianya yang beragam memungkinkan para peneliti untuk mengeksplorasi berbagai jalur sintesis.
-
Metil anisat CAS:121-98-2
Metil anisat, juga dikenal sebagai metil 4-metoksibenzoat, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C9H10O3. Senyawa ini diklasifikasikan sebagai ester dan berasal dari reaksi asam anisat dan metanol. Cairan tak berwarna hingga kuning pucat ini memiliki aroma manis dan floral yang mengingatkan pada adas manis, sehingga populer di industri wewangian dan penyedap rasa. Metil anisat digunakan dalam parfum, kosmetik, dan produk makanan karena aroma dan rasanya yang menyenangkan. Selain itu, sifat pelarutnya membuatnya cocok untuk berbagai aplikasi industri, menyoroti keserbagunaan dan kepentingannya baik dalam konteks komersial maupun ilmiah.
-
SEBACIC DIHIDRAZIDA CAS:925-83-7
Sebacic dihidrazida, senyawa organik dengan rumus molekul C10H18N4O2, adalah turunan dihidrazida dari asam sebacik. Senyawa ini memiliki dua gugus fungsional hidrazida (-NH-NH2) yang terikat pada rantai alifatik sepuluh karbon, sehingga menghasilkan sifat-sifat karakteristiknya. Sebacic dihidrazida tampak sebagai padatan kristal putih dan larut dalam air serta banyak pelarut organik. Senyawa ini telah menarik minat di berbagai bidang, termasuk kimia polimer dan kimia medisinal, karena strukturnya yang unik. Potensi aplikasinya meliputi peran sebagai agen pengikat silang dalam polimer dan menunjukkan sifat bioaktif, menjadikannya senyawa serbaguna untuk eksplorasi lebih lanjut.
-
4-tert-Butilbenzhidrazida CAS:43100-38-5
4-tert-Butilbenzhidrazida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C11H16N2, yang dicirikan oleh struktur benzhidrazida di mana gugus tert-butil terikat pada posisi para cincin benzena. Senyawa ini biasanya tampak sebagai padatan kristal berwarna putih hingga kuning muda dan larut dalam pelarut organik. 4-tert-Butilbenzhidrazida telah menarik minat di berbagai bidang termasuk kimia medisinal, di mana ia mungkin menunjukkan potensi aktivitas biologis seperti sifat antikanker dan antimikroba. Selain itu, fitur strukturnya membuatnya berguna sebagai perantara dalam sintesis organik, memfasilitasi pengembangan obat-obatan dan senyawa kimia baru.
-
4-Metoksifenilhidrazin hidroklorida CAS:19501-58-7
4-Metoksifenilhidrazin hidroklorida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C8H10ClN3O, yang memiliki gugus metoksi yang terikat pada cincin fenil dan bagian hidrazin. Senyawa ini tampak sebagai padatan kristal berwarna putih atau putih kekuningan dan terutama digunakan dalam penelitian farmasi dan sintesis organik. Senyawa ini bertindak sebagai turunan hidrazin dan dapat berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia, termasuk proses kondensasi dan oksidasi. Struktur uniknya memungkinkan penggunaannya dalam pengembangan senyawa bioaktif, khususnya dalam kimia medisinal, di mana senyawa ini telah menarik perhatian karena potensi aplikasi terapeutiknya.
-
4-Metilanisol CAS:104-93-8
4-Metilanisol, juga dikenal sebagai p-metilanisol atau para-metoksi-toluena, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C9H12O. Senyawa ini memiliki gugus metoksi (-OCH3) dan gugus metil (-CH3) yang terikat pada cincin benzena di posisi para. Cairan bening hingga kuning pucat ini memiliki aroma manis dan menyenangkan yang mirip dengan adas manis, sehingga berharga dalam industri wewangian. 4-Metilanisol terutama digunakan sebagai bahan utama dalam formulasi parfum dan berkontribusi pada berbagai produk perasa. Selain itu, senyawa ini berfungsi sebagai pelarut dan zat perantara yang berguna dalam sintesis organik, memperluas penerapannya di berbagai bidang.
