Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Produk

  • 4-Metil-3-nitrofenol CAS:2042-14-0

    4-Metil-3-nitrofenol CAS:2042-14-0

    4-Metil-3-nitrofenol adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H9NO3. Senyawa ini memiliki struktur fenolik dengan gugus nitro dan gugus metil yang terletak pada cincin aromatik. Senyawa ini memiliki sifat kimia unik yang membuatnya berguna dalam berbagai aplikasi industri dan penelitian. Reaktivitasnya memungkinkan senyawa ini terlibat dalam beberapa reaksi kimia, menjadikannya zat perantara yang berharga untuk mensintesis molekul yang lebih kompleks.

     

  • 2-Metoksietoksimetil klorida CAS:3970-21-6

    2-Metoksietoksimetil klorida CAS:3970-21-6

    2-Metoksietoksimetil klorida adalah senyawa eter yang dicirikan oleh adanya gugus metoksi dan substituen klorometil. Cairan tak berwarna hingga kuning pucat ini digunakan sebagai reagen serbaguna dalam sintesis organik. Karena sifatnya yang reaktif, ia berfungsi sebagai perantara kunci untuk pembentukan berbagai senyawa organik, sehingga sangat berharga baik dalam penelitian laboratorium maupun aplikasi industri.

     

  • 4-Kloro-3-piridinsulfonamida CAS:33263-43-3

    4-Kloro-3-piridinsulfonamida CAS:33263-43-3

    4-Kloro-3-piridinsulfonamida adalah senyawa organik yang memiliki cincin piridin yang disubstitusi dengan atom klorin dan gugus sulfonamida. Struktur ini memberikannya sifat kimia yang unik, sehingga menarik minat dalam kimia medisinal dan penelitian farmasi. Senyawa ini memiliki potensi aktivitas biologis dan dapat berfungsi sebagai blok bangunan untuk mensintesis molekul yang lebih kompleks, khususnya dalam pengembangan agen terapeutik.

     

  • 1-Kloro-3,5-dimetiladamantana CAS:707-36-8

    1-Kloro-3,5-dimetiladamantana CAS:707-36-8

    1-Kloro-3,5-dimetiladamantana adalah turunan terklorinasi dari adamantana, yang memiliki substituen klorin pada posisi 1 dan dua gugus metil pada posisi 3 dan 5. Senyawa ini memiliki struktur tiga dimensi unik yang merupakan ciri khas kerangka adamantana, yang dapat memengaruhi sifat fisik dan kimianya. Struktur khasnya menjadikannya objek penelitian yang menarik dalam kimia medisinal dan sintesis organik.

     

  • tiosemikarbazida CAS:6610-29-3

    tiosemikarbazida CAS:6610-29-3

    Tiosemikarbazida adalah senyawa organik dengan rumus molekul CH₅N₃S, yang memiliki gugus fungsional tiosemikarbazida yang ditandai dengan adanya gugus tiol (-SH) dan gugus semikarbazida. Senyawa ini dikenal karena beragam aktivitas biologisnya, termasuk sifat antimikroba, antitumor, dan antivirus. Tiosemikarbazida berperan sebagai blok pembangun serbaguna dalam kimia medisinal, memfasilitasi sintesis berbagai turunan bioaktif. Kemampuannya untuk membentuk kompleks koordinasi dengan ion logam semakin meningkatkan signifikansinya dalam farmakologi dan ilmu material. Penelitian yang sedang berlangsung terus mengeksplorasi potensi aplikasinya dalam pengembangan obat dan intervensi terapeutik.

  • Asam 6-aminonikotinat CAS:3167-49-5

    Asam 6-aminonikotinat CAS:3167-49-5

    Asam 6-aminonikotinat, juga dikenal sebagai asam 6-aminopiridin-3-karboksilat, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H6N2O2. Turunan piridin ini memiliki gugus asam karboksilat dan gugus amino masing-masing pada posisi 6 dan 3 pada cincin piridin. Struktur uniknya memberikan aktivitas biologis yang signifikan, sehingga sangat berharga dalam penelitian dan pengembangan farmasi. Senyawa ini memiliki potensi aplikasi dalam sintesis berbagai molekul aktif biologis, khususnya dalam pengobatan penyakit neurodegeneratif dan kondisi kesehatan lainnya. Karena perannya dalam memodifikasi sistem neurotransmiter, asam 6-aminonikotinat sangat menarik dalam kimia medisinal.

  • Benzil Trietil Amonium Klorida CAS:56-37-1

    Benzil Trietil Amonium Klorida CAS:56-37-1

    Benzil Trietil Amonium Klorida (BTEAC) adalah senyawa amonium kuaterner yang banyak digunakan dalam berbagai lingkungan industri dan laboratorium. Dicirikan oleh sifat kationiknya, BTEAC terbentuk melalui alkilasi trietilamina dengan benzil klorida. Senyawa ini menunjukkan sifat surfaktan, sehingga efektif sebagai pengemulsi, penstabil, dan agen antibakteri. Senyawa ini sangat dihargai dalam aplikasi biokimia karena kemampuannya untuk memfasilitasi pelarutan senyawa hidrofobik dan meningkatkan penetrasi zat melintasi membran biologis. Fleksibilitasnya mendorong penggunaannya dalam formulasi farmasi, kosmetik, dan pertanian, yang menggarisbawahi pentingnya dalam penelitian dan produk komersial.

  • Benzethonium klorida CAS:121-54-0

    Benzethonium klorida CAS:121-54-0

    Benzethonium klorida adalah senyawa amonium kuaterner sintetis yang dikenal karena sifat antimikroba dan antiseptiknya. Dengan rumus kimia C21H36ClN, senyawa ini terdiri dari gugus benzil, bagian fenolik, dan atom nitrogen kuaterner, yang berkontribusi pada efektivitasnya sebagai disinfektan. Umumnya digunakan dalam produk farmasi dan perawatan pribadi, benzethonium klorida dihargai karena kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan bakteri, jamur, dan virus. Aplikasinya berkisar dari antiseptik kulit dan pembersih tangan hingga pengawet dalam berbagai formulasi, yang mencerminkan pentingnya dalam meningkatkan kebersihan dan keamanan dalam perawatan kesehatan dan produk konsumen.

  • Fenilhidrazin hidroklorida CAS:59-88-1

    Fenilhidrazin hidroklorida CAS:59-88-1

    Fenilhidrazin hidroklorida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H8ClN3. Senyawa ini merupakan turunan hidrazin yang memiliki gugus fenil dan berbentuk garam kristal putih. Senyawa ini banyak digunakan di laboratorium karena reaktivitasnya dan kemampuannya membentuk hidrazon, azin, dan turunan lainnya melalui reaksi kondensasi dengan senyawa karbonil. Selain itu, fenilhidrazin hidroklorida memiliki aplikasi dalam kimia medisinal, khususnya dalam sintesis agen antitumor dan dalam studi metabolisme karbohidrat. Sifat biologis dan fleksibilitas sintetiknya menjadikannya reagen yang berharga baik dalam penelitian maupun aplikasi industri.

  • Benzoil sianida CAS:613-90-1

    Benzoil sianida CAS:613-90-1

    Benzoil sianida adalah senyawa organik dengan rumus kimia C8H5NO, yang dikenal karena sifat dan aplikasinya yang unik dalam kimia sintetik. Cairan tak berwarna atau kekuningan ini memiliki bau aromatik yang khas dan terutama digunakan sebagai zat perantara dalam produksi berbagai obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan bahan kimia halus. Benzoil sianida memainkan peran penting dalam sintesis turunan benzamida, yang sangat penting dalam berbagai jalur biokimia. Reaktivitas dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia menjadikannya reagen penting dalam pengaturan laboratorium, khususnya dalam pengembangan molekul organik kompleks.

  • Nizatidin CAS:76963-41-2

    Nizatidin CAS:76963-41-2

    Nizatidin adalah antagonis reseptor histamin H2 yang ampuh, terutama digunakan dalam pengobatan kondisi yang berkaitan dengan kelebihan asam lambung, seperti tukak lambung dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Dengan rumus molekul C₁₄H₁₈N₄O₂S, nizatidin bekerja dengan menghambat aksi histamin pada reseptor H2 sel parietal lambung, sehingga mengurangi sekresi asam lambung. Mekanisme ini membantu meringankan gejala yang terkait dengan gangguan akibat asam dan mendorong penyembuhan lapisan saluran pencernaan. Farmakokinetik, efikasi, dan profil keamanan nizatidin menjadikannya pilihan yang berharga dalam mengelola penyakit yang berkaitan dengan asam.

  • TERT-AMYLPEROXY 2-ETHYLHEXYL CARBONATE CAS:70833-40-8

    TERT-AMYLPEROXY 2-ETHYLHEXYL CARBONATE CAS:70833-40-8

    Tert-amilperoksi 2-etilheksil karbonat adalah peroksida organik yang dicirikan oleh struktur uniknya yang mencakup gugus tert-amil dan bagian 2-etilheksil karbonat. Dengan rumus molekul C₁₃H₂₄O₄, senyawa ini berfungsi sebagai inisiator radikal dalam berbagai reaksi kimia, khususnya dalam proses polimerisasi. Kemampuannya untuk menghasilkan radikal bebas menjadikannya berharga dalam produksi polimer dan resin. Penelitian yang sedang berlangsung mengeksplorasi kemanjuran, stabilitas, dan aplikasinya dalam kimia industri, menempatkannya sebagai komponen penting dalam pengembangan material canggih dan sintesis kimia.