Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Produk

  • 2,4,6-Trifluorobenzonitril CAS:96606-37-0

    2,4,6-Trifluorobenzonitril CAS:96606-37-0

    2,4,6-Trifluorobenzonitril adalah senyawa aromatik terfluorinasi yang dicirikan oleh keberadaan tiga atom fluorin dan gugus siano yang terikat pada cincin benzena. Dengan rumus molekul C7H2F3N, senyawa ini terkenal karena sifat kimianya yang unik yang berasal dari atom fluorin yang elektronegatif, yang memengaruhi reaktivitas dan interaksinya dalam berbagai lingkungan kimia. Karena atribut strukturnya, 2,4,6-trifluorobenzonitril banyak digunakan dalam bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material, berfungsi sebagai zat perantara penting dalam sintesis molekul aktif biologis dan material fungsional.

  • 4,4′-Diklorodifenil sulfon CAS:80-07-9

    4,4′-Diklorodifenil sulfon CAS:80-07-9

    4,4′-Diklorodifenil sulfon, juga dikenal sebagai diklofenak sulfon atau DCPS, adalah senyawa organik yang dicirikan oleh dua atom klorin yang tersubstitusi pada struktur difenil sulfon. Senyawa ini telah menarik perhatian karena beragam aplikasinya di berbagai bidang, termasuk kimia polimer dan industri farmasi. Karena sifat kimianya yang unik, 4,4′-diklorodifenil sulfon berfungsi sebagai zat perantara penting dalam sintesis material berkinerja tinggi, khususnya dalam produksi termoplastik dan polimer canggih lainnya. Selain itu, penelitian yang sedang berlangsung mengeksplorasi potensi aktivitas biologisnya, menjadikannya subjek yang menarik untuk studi lebih lanjut dalam kimia medisinal.

  • Asam 2-(4-Dietilamino-2-hidroksibenzoil)benzoat CAS:5809-23-4

    Asam 2-(4-Dietilamino-2-hidroksibenzoil)benzoat CAS:5809-23-4

    Asam 2-(4-Dietilamino-2-hidroksibenzoil)benzoat adalah senyawa organik yang dicirikan oleh struktur uniknya yang memiliki gugus dietilamino, gugus hidroksi, dan bagian asam benzoat. Senyawa ini terkenal karena potensi aplikasinya di berbagai bidang seperti farmasi, khususnya dalam desain dan pengembangan obat, karena adanya gugus fungsional aktif yang dapat berinteraksi dengan target biologis. Kombinasi fitur-fitur ini dapat memberikan sifat farmakologis yang menarik, menjadikannya subjek penelitian berkelanjutan yang bertujuan untuk mengeksplorasi reaktivitas, sintesis, dan potensi terapeutiknya.

  • 2-Bromo-2′-fluoroasetofenon CAS:655-15-2

    2-Bromo-2′-fluoroasetofenon CAS:655-15-2

    2-Bromo-2′-fluoroasetofenon adalah keton aromatik yang memiliki atom bromin dan atom fluorin sebagai substituen pada struktur asetofenon. Senyawa ini menunjukkan sifat kimia yang unik karena adanya atom halogen ini, sehingga berharga dalam sintesis organik dan kimia medisinal. Reaktivitasnya memungkinkan berbagai transformasi yang dapat mengarah pada pengembangan molekul yang lebih kompleks, termasuk obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Penelitian tentang 2-bromo-2′-fluoroasetofenon terus mengeksplorasi aplikasinya dalam penemuan obat dan ilmu material, menekankan potensinya sebagai blok bangunan serbaguna dalam strategi sintesis.

  • Asam 5-Bromo-3-metoksipikolinat CAS:1142191-66-9

    Asam 5-Bromo-3-metoksipikolinat CAS:1142191-66-9

    Asam 5-bromo-3-metoksipikolinat adalah senyawa organik yang termasuk dalam kategori asam pikolinat, yang merupakan turunan piridin. Senyawa ini telah menarik perhatian di berbagai bidang, termasuk kimia medisinal dan ilmu pertanian, karena potensi aplikasi terapeutiknya dan perannya dalam biosintesis. Senyawa ini menunjukkan aktivitas biologis yang menarik, termasuk efek pada sistem neurotransmiter dan kemungkinan sifat antiinflamasi. Penelitian tentang asam 5-bromo-3-metoksipikolinat terus mengeksplorasi mekanisme kerjanya, metode sintesis, dan potensi penggunaannya dalam pengembangan obat dan perlindungan tanaman, menyoroti pentingnya senyawa ini dalam konteks farmasi dan pertanian.

  • 5-Bromo-3-nitropiridin-2-karbonitril CAS:573675-25-9

    5-Bromo-3-nitropiridin-2-karbonitril CAS:573675-25-9

    5-Bromo-3-nitropiridin-2-karbonitril adalah senyawa organik heterosiklik yang memiliki cincin piridin yang disubstitusi dengan atom bromin, gugus nitro, dan gugus siano. Struktur kompleks ini menjadikannya sangat menarik dalam kimia medisinal dan ilmu material karena potensi aktivitas biologisnya dan kegunaannya sebagai blok bangunan untuk berbagai sintesis kimia. Kehadiran berbagai gugus fungsional memungkinkan reaktivitas yang beragam, sehingga mendorong penerapannya dalam penemuan obat dan pengembangan material baru. Penelitian berkelanjutan terhadap senyawa ini mengeksplorasi sifat farmakologisnya, metode sintesis, dan potensi aplikasinya dalam agrokimia dan bahan kimia halus.

  • 2,4-Difluorobenzaldehida CAS:1550-35-2

    2,4-Difluorobenzaldehida CAS:1550-35-2

    2,4-Difluorobenzaldehida adalah aldehida aromatik yang dicirikan oleh adanya dua substituen fluorin pada posisi 2 dan 4 pada cincin benzena, bersama dengan gugus formil (-CHO). Dengan rumus molekul C7H4F2O, senyawa ini menunjukkan sifat kimia yang unik karena efek penarik elektron dari atom fluorin. Reaktivitasnya membuatnya berharga dalam sintesis organik untuk menghasilkan berbagai senyawa bioaktif dan zat perantara dalam bidang farmasi. Selain itu, 2,4-difluorobenzaldehida digunakan dalam ilmu material dan agrokimia, di mana karakteristiknya yang berbeda dapat memengaruhi sifat-sifat material dan formulasi yang dihasilkan.

  • 3,3′-Sulfonildianilin CAS:599-61-1

    3,3′-Sulfonildianilin CAS:599-61-1

    3,3′-Sulfonildianilin adalah senyawa organik dengan rumus kimia C12H12N2O2S. Senyawa ini memiliki dua unit anilin yang dihubungkan oleh jembatan sulfonil (-SO2-). Struktur ini memberikan sifat unik yang membuatnya berguna dalam berbagai aplikasi, terutama dalam pembuatan pewarna dan sebagai zat perantara utama dalam kimia polimer. Kehadiran gugus amina aromatik dan gugus sulfonil memungkinkan reaktivitas yang menarik, sehingga cocok untuk proses sintesis yang bertujuan menghasilkan material berkinerja tinggi. Penelitian terus mengeksplorasi aktivitas biologis dan potensi aplikasinya dalam bidang farmasi, menjadikannya senyawa yang semakin menarik di berbagai bidang.

  • Amsakrin hidroklorida CAS:54301-15-4

    Amsakrin hidroklorida CAS:54301-15-4

    Amsacrine hidroklorida adalah turunan antrasiklin sintetis yang menunjukkan sifat antineoplastik. Obat ini terutama digunakan dalam pengobatan berbagai jenis kanker, khususnya leukemia dan limfoma. Amsacrine bekerja dengan cara menyisipkan diri ke dalam DNA dan menghambat topoisomerase II, yang menyebabkan kerusakan untai DNA dan akhirnya memicu apoptosis pada sel ganas. Efektivitas dan profil efek sampingnya telah menjadikannya subjek penelitian dan aplikasi klinis dalam bidang onkologi.

  • Asetilasetaldehida dimetil asetal CAS:5436-21-5

    Asetilasetaldehida dimetil asetal CAS:5436-21-5

    Asetilasetaldehida dimetil asetal adalah senyawa organosilikon yang dicirikan oleh adanya gugus fungsi asetil dan aldehida yang dilindungi oleh gugus dimetil asetal. Senyawa ini dikenal karena stabilitas dan fleksibilitasnya dalam sintesis organik. Senyawa ini berfungsi sebagai zat perantara yang berharga dalam pembuatan berbagai turunan kimia, sehingga menarik minat baik dalam penelitian akademis maupun aplikasi industri.

  • Metil 3-(4-hidroksifenil)propionat CAS:5597-50-2

    Metil 3-(4-hidroksifenil)propionat CAS:5597-50-2

    Metil 3-(4-hidroksifenil)propionat adalah senyawa organik yang dicirikan oleh adanya gugus metil ester dan bagian hidroksifenil. Senyawa ini termasuk dalam kelas turunan asam propionat dan menunjukkan sifat kimia yang menarik karena struktur aromatiknya. Senyawa ini menarik perhatian di berbagai bidang, khususnya dalam kimia medisinal dan ilmu material, karena potensi aplikasinya.

  • Dinatrium 1,5-naftalenedisulfonat CAS:1655-29-4

    Dinatrium 1,5-naftalenedisulfonat CAS:1655-29-4

    Dinatrium 1,5-naftalenedisulfonat adalah senyawa organik yang dicirikan oleh adanya dua gugus asam sulfonat yang terikat pada cincin naftalena. Dirumuskan sebagai garam dinatrium, senyawa ini menunjukkan kelarutan yang tinggi dalam air, sehingga bermanfaat dalam berbagai aplikasi. Senyawa ini dihargai karena potensi penggunaannya dalam kimia analitik dan proses industri karena stabilitas kimianya dan kemampuannya untuk berinteraksi dengan molekul lain secara efektif.