Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Produk

  • 1-[2-Kloro-4-(4-klorofenoksi)fenil]etan-1-on CAS:119851-28-4

    1-[2-Kloro-4-(4-klorofenoksi)fenil]etan-1-on CAS:119851-28-4

    1-[2-Chloro-4-(4-chlorophenoxy)phenyl]ethan-1-one adalah senyawa organik dengan struktur aromatik yang kompleks. Senyawa ini memiliki cincin fenil tersubstitusi kloro dan gugus fenoksi, yang berkontribusi pada sifat kimia uniknya. Senyawa ini dapat berfungsi sebagai zat perantara dalam sintesis organik dan memiliki potensi aplikasi di berbagai bidang, termasuk agrokimia dan farmasi, karena kemampuannya untuk berinteraksi dengan sistem biologis dan memodulasi jalur biokimia.

  • 1,3-DIIODO-5,5-DIMETHYLHYDANTOIN CAS:2232-12-4

    1,3-DIIODO-5,5-DIMETHYLHYDANTOIN CAS:2232-12-4

    1,3-Diiodo-5,5-dimetilhidantoin (DIDM) adalah senyawa organik sintetis yang dikenal karena sifat antimikrobanya. Senyawa ini merupakan turunan hidantoin, yang dicirikan oleh keberadaan dua atom yodium pada posisi 1 dan 3 serta dua gugus metil pada posisi 5. Struktur unik ini berkontribusi pada stabilitas dan efektivitasnya sebagai biosida. DIDM umumnya digunakan dalam berbagai aplikasi industri, khususnya dalam pengolahan air dan produk perawatan pribadi, karena kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan mikroba dan mengendalikan pembentukan biofilm.

  • Suksinimida CAS:123-56-8

    Suksinimida CAS:123-56-8

    Suksinimida adalah imida siklik yang berasal dari asam suksinat, yang dicirikan oleh struktur cincin beranggota lima yang mengandung dua gugus karbonil dan satu atom nitrogen. Senyawa ini berupa padatan kristal tak berwarna yang larut dalam pelarut polar seperti air dan alkohol. Suksinimida dikenal luas karena perannya dalam sintesis organik dan sebagai zat perantara dalam produksi obat-obatan dan senyawa kimia lainnya. Sifat-sifatnya yang unik menjadikannya berharga dalam berbagai aplikasi di berbagai industri.

  • 2,2′-Dihidroksi-4-metoksibenzofenon CAS:131-53-3

    2,2′-Dihidroksi-4-metoksibenzofenon CAS:131-53-3

    2,2′-Dihidroksi-4-metoksibenzofenon adalah senyawa organik yang dicirikan oleh struktur benzofenon dengan dua gugus hidroksil (-OH) dan satu gugus metoksi (-OCH₃). Senyawa ini terkenal karena kemampuannya menyerap sinar ultraviolet (UV) dan umumnya digunakan dalam berbagai aplikasi di industri kosmetik dan material. Sifat kimianya yang unik menjadikannya bahan yang berharga untuk meningkatkan stabilitas produk dan melindungi formulasi dari degradasi UV.

  • 2,2′-Dihidroksi-4,4′-dimetoksibenzofenon CAS:131-54-4

    2,2′-Dihidroksi-4,4′-dimetoksibenzofenon CAS:131-54-4

    2,2′-Dihidroksi-4,4′-dimetoksibenzofenon adalah senyawa organik yang termasuk dalam keluarga benzofenon. Senyawa ini memiliki dua gugus hidroksil dan dua gugus metoksi pada struktur bifenil, menjadikannya bahan kimia yang sangat serbaguna. Senyawa ini dikenal karena sifat penyerapan UV-nya, yang membuatnya berharga dalam berbagai aplikasi industri. Struktur uniknya memengaruhi perilakunya dalam penyerapan cahaya dan fotostabilitas, sehingga cocok untuk digunakan dalam produk yang membutuhkan perlindungan dari sinar ultraviolet.

  • Triisopropanolamin CAS:122-20-3

    Triisopropanolamin CAS:122-20-3

    Triisopropanolamin (TIPA) adalah senyawa organik multifungsi dengan rumus molekul C9H21N2O3. Senyawa ini berupa cairan tidak berwarna hingga kuning pucat yang berfungsi sebagai amina, mengandung tiga gugus isopropanol. Struktur unik ini memberikan sifat-sifat berharga seperti kelarutan dalam air dan berbagai pelarut organik. TIPA terutama digunakan sebagai surfaktan, pengemulsi, dan agen penstabil dalam berbagai industri, mulai dari pertanian hingga farmasi. Kemampuannya untuk meningkatkan kinerja produk dengan meningkatkan stabilitas dan kompatibilitas menyoroti signifikansinya dalam kimia formulasi dan aplikasi industri. Seiring kemajuan penelitian, penggunaan triisopropanolamin yang serbaguna terus berkembang.

  • Suksinat anhidrida CAS: 108-30-5

    Suksinat anhidrida CAS: 108-30-5

    Anhidrida suksinat adalah anhidrida siklik dari asam suksinat, suatu asam dikarboksilat. Senyawa ini berbentuk padatan kristal putih dan dikenal karena keserbagunaannya dalam berbagai aplikasi kimia. Terutama digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis organik, anhidrida suksinat berfungsi sebagai prekursor untuk produksi berbagai bahan kimia, polimer, dan farmasi. Reaktivitasnya memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam reaksi polikondensasi dan berfungsi sebagai blok bangunan untuk berbagai proses industri. Lebih lanjut, karena perannya dalam produksi surfaktan, pelumas, dan resin, anhidrida suksinat memiliki peran penting baik dalam industri kimia maupun dalam penelitian.

  • Timol CAS:89-83-8

    Timol CAS:89-83-8

    Timol adalah fenol monoterpenoid alami, dengan rumus kimia C10H14O, yang terutama berasal dari minyak timi. Senyawa ini dicirikan oleh aromanya yang khas dan sifat antiseptiknya yang kuat. Ditemukan dalam berbagai spesies tumbuhan, terutama pada Thymus vulgaris (timi umum), timol telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional dan aplikasi kuliner. Sifat antimikroba, antijamur, dan antioksidannya menjadikannya berharga dalam bidang farmasi, kosmetik, dan pengawetan makanan. Selain itu, timol berfungsi sebagai bahan penting dalam obat kumur, antiseptik topikal, dan sebagai agen penyedap rasa, yang mencerminkan penggunaannya yang beragam di berbagai industri.

     

  • Metil Oleat CAS:112-62-9

    Metil Oleat CAS:112-62-9

    Metil oleat adalah ester yang berasal dari asam oleat dan metanol, dengan rumus kimia C18H34O2. Cairan tak berwarna hingga kuning pucat ini memiliki aroma yang menyenangkan dan berlemak, serta umum digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pengolahan makanan, kosmetik, dan produksi biodiesel. Karena sifat pengemulsi dan surfaktannya, metil oleat berfungsi sebagai bahan yang efektif dalam produk perawatan pribadi, meningkatkan tekstur dan stabilitas. Selain itu, metil oleat semakin mendapat perhatian sebagai sumber daya terbarukan dalam pengembangan biofuel, menyoroti potensinya dalam solusi energi berkelanjutan. Fleksibilitasnya menjadikan metil oleat sebagai senyawa penting di berbagai industri.

  • Polivinilpirolidon CAS:9003-39-8

    Polivinilpirolidon CAS:9003-39-8

    Polivinilpirolidon (PVP), juga dikenal sebagai polividon atau povidon, adalah polimer sintetis yang berasal dari monomer vinilpirolidon. Dicirikan oleh kelarutannya dalam air dan pelarut organik, PVP banyak digunakan di berbagai bidang, termasuk farmasi, kosmetik, dan pengolahan makanan. Biokompatibilitasnya, sifat tidak beracun, dan kemampuannya untuk membentuk kompleks dengan zat lain menjadikannya bahan penting dalam banyak formulasi. PVP memiliki banyak peran, termasuk sebagai pengikat, penstabil, pengental, dan agen pembentuk film. Sifatnya yang serbaguna berkontribusi pada aplikasinya yang luas di berbagai industri, meningkatkan kinerja produk dan pengalaman konsumen.

  • Muscone CAS:541-91-3

    Muscone CAS:541-91-3

    Muscone adalah senyawa organik alami dan komponen aroma utama dalam musk, zat yang sangat berharga yang secara tradisional diperoleh dari sekresi kelenjar rusa musk jantan. Dengan rumus kimia C16H30O, muscone dicirikan oleh aroma manis dan bersahaja yang khas yang menjadikannya bahan utama dalam pembuatan parfum dan formulasi wewangian. Karena kekhawatiran etis dan peraturan seputar musk yang berasal dari hewan, muscone sintetis dan turunannya telah menjadi alternatif populer dalam industri wewangian. Muscone juga dipelajari untuk sifat biologisnya, termasuk potensi aplikasi dalam kosmetik dan kedokteran.

  • 1-Naftol CAS:90-15-3

    1-Naftol CAS:90-15-3

    1-Naftol, senyawa organik aromatik dengan rumus kimia C10H8O, adalah padatan kristal tidak berwarna hingga kuning pucat yang memiliki aplikasi industri dan laboratorium yang signifikan. Senyawa ini merupakan salah satu dari dua isomer naftol, yang lainnya adalah 2-naftol, yang dibedakan berdasarkan posisi gugus hidroksil yang terikat pada cincin naftalena. 1-Naftol terutama digunakan dalam produksi pewarna, pigmen, dan farmasi. Selain itu, ia berfungsi sebagai zat perantara dalam sintesis organik dan memiliki aplikasi dalam industri pertanian sebagai pestisida. Fleksibilitas dan efektivitasnya dalam berbagai proses menjadikan 1-naftol sebagai senyawa penting di berbagai sektor.