Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Produk

  • 2-(Trifluorometil)benzil alkohol CAS:346-06-5

    2-(Trifluorometil)benzil alkohol CAS:346-06-5

    2-(Trifluorometil)benzil alkohol adalah senyawa organik yang dicirikan oleh struktur benzil alkohol dengan gugus trifluorometil yang terletak pada posisi orto relatif terhadap gugus hidroksil. Senyawa ini terkenal karena sifat uniknya yang diberikan oleh gugus trifluorometil yang elektronegatif, yang dapat meningkatkan kelarutan dan reaktivitas dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini telah menarik perhatian dalam kimia organik sintetik dan ilmu material karena potensi aplikasinya.

  • 2-Amino-5-sianobenzotrifluorida CAS:327-74-2

    2-Amino-5-sianobenzotrifluorida CAS:327-74-2

    2-Amino-5-sianobenzotrifluorida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H7ClF3N. Senyawa ini memiliki cincin benzena yang tersubstitusi dengan gugus amino, gugus siano, dan tiga atom fluorin dalam susunan trifluorometil. Senyawa ini penting dalam berbagai bidang, khususnya dalam sintesis kimia dan pengembangan material, karena reaktivitasnya yang unik dan potensi aplikasinya dalam bidang farmasi dan agrokimia.

     

  • 1,3-Dibromo-5-fluorobenzena CAS:1435-51-4

    1,3-Dibromo-5-fluorobenzena CAS:1435-51-4

    1,3-Dibromo-5-fluorobenzene adalah senyawa aromatik dengan rumus molekul C6H3Br2F. Senyawa ini memiliki cincin benzena yang tersubstitusi dengan dua atom bromin pada posisi 1 dan 3, serta satu atom fluorin pada posisi 5. Kehadiran halogen ini secara signifikan memengaruhi reaktivitas dan interaksi antarmolekul senyawa tersebut, sehingga menjadikannya berharga dalam berbagai aplikasi sintesis, khususnya dalam kimia organik dan ilmu material.

  • Oktadeksil metakrilat CAS:32360-05-7

    Oktadeksil metakrilat CAS:32360-05-7

    Oktadesil metakrilat (OMA) adalah alkil metakrilat rantai panjang yang dicirikan oleh gugus oktadesil, yang terdiri dari rantai alifatik 18 karbon yang terhubung ke bagian metakrilat. Dengan rumus molekul C19H36O2, OMA menunjukkan sifat unik yang meningkatkan kegunaannya dalam kimia polimer dan ilmu material. Sifat hidrofobiknya dan kemampuannya untuk membentuk polimer yang stabil membuatnya cocok untuk aplikasi seperti pelapis, perekat, dan surfaktan. Penggabungan OMA ke dalam formulasi polimer dapat meningkatkan kekuatan mekanik, stabilitas termal, dan ketahanan air, menjadikannya monomer serbaguna dalam pengembangan material berkinerja tinggi.

  • Propil galat CAS:121-79-9

    Propil galat CAS:121-79-9

    Propil galat adalah ester dari asam galat dan propanol, dengan rumus molekul C10H12O5. Senyawa ini berupa bubuk kristal putih yang sering digunakan sebagai pengawet makanan dan antioksidan karena kemampuannya mencegah ketengikan dan kerusakan oksidatif pada lemak dan minyak. Dengan profil rasa yang ringan, propil galat umumnya ditemukan dalam berbagai makanan olahan, kosmetik, dan farmasi. Selain itu, senyawa ini dikenal karena potensi manfaat kesehatannya, termasuk sifat anti-inflamasi dan antimikroba. Penerapannya yang serbaguna dan efektivitasnya dalam meningkatkan umur simpan produk menjadikan propil galat sebagai aditif yang berharga di berbagai industri.

  • N,N-Dietilhidroksilamin CAS:3710-84-7

    N,N-Dietilhidroksilamin CAS:3710-84-7

    N,N-Dietilhidroksilamin (DEHA) adalah cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dengan rumus kimia C4H11NO. Senyawa ini terutama digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis organik dan sebagai agen pereduksi dalam berbagai reaksi kimia. DEHA terkenal karena sifat antioksidannya, sehingga bermanfaat dalam menstabilkan produk industri seperti karet, plastik, dan cat. Selain itu, DEHA juga digunakan dalam industri makanan sebagai pengawet dan dalam bidang farmasi. Meskipun N,N-dietilhidroksilamin memiliki manfaat, penanganannya memerlukan kehati-hatian karena potensi risiko kesehatan, termasuk iritasi kulit dan mata, sehingga diperlukan tindakan keselamatan yang tepat selama penggunaan.

  • 2-Etil-2-adamantanol CAS:14648-57-8

    2-Etil-2-adamantanol CAS:14648-57-8

    2-Etil-2-adamantanol adalah alkohol tersier yang dicirikan oleh adanya gugus etil dan gugus -OH (hidroksil) yang terikat pada karbon kedua adamantana, hidrokarbon polisiklik yang dikenal karena strukturnya yang unik. Dengan rumus molekul C13H18O, senyawa ini menunjukkan sifat kimia yang menarik sehingga cocok untuk berbagai aplikasi dalam sintesis organik dan kimia medisinal. Penelitian tentang 2-etil-2-adamantanol telah menyoroti potensi efek terapeutiknya, termasuk aktivitas antiinflamasi dan neuroprotektif. Strukturnya yang unik lebih lanjut memungkinkan eksplorasi aktivitas biologis lainnya, yang berkontribusi pada relevansinya dalam pengembangan obat dan aplikasi industri.

  • Metil salisilat CAS:119-36-8

    Metil salisilat CAS:119-36-8

    Metil salisilat, yang umumnya dikenal sebagai minyak wintergreen, adalah ester organik yang berasal dari asam salisilat dan metanol. Dengan rumus molekul C8H8O3, senyawa ini memiliki aroma mint yang menyenangkan sehingga populer dalam aplikasi kuliner dan pengobatan. Metil salisilat sering digunakan dalam analgesik topikal untuk meredakan nyeri otot karena sifat anti-inflamasinya. Selain itu, senyawa ini juga digunakan sebagai bahan penyedap rasa dalam produk makanan dan sebagai komponen pewangi dalam kosmetik dan parfum. Aplikasinya yang serbaguna dan aromanya yang khas berkontribusi pada signifikansinya di berbagai industri, termasuk farmasi, makanan, dan perawatan pribadi.

  • Isoliquiritigenin CAS:961-29-5

    Isoliquiritigenin CAS:961-29-5

    Isoliquiritigenin adalah senyawa flavonoid alami yang terutama ditemukan di akar licorice (Glycyrrhiza glabra) dan tanaman lainnya. Diklasifikasikan sebagai chalcone, senyawa ini menunjukkan berbagai aktivitas biologis, termasuk sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Karena potensi manfaat terapeutiknya, isoliquiritigenin telah menarik perhatian dalam penelitian farmasi karena perannya dalam pencegahan dan pengobatan kanker, serta pengaruhnya terhadap berbagai gangguan metabolisme. Kemampuan senyawa ini untuk memodulasi jalur seluler menjadikannya subjek yang menarik untuk studi lebih lanjut yang bertujuan untuk mengembangkan produk kesehatan alami dan farmasi.

  • Salisilamida CAS:65-45-2

    Salisilamida CAS:65-45-2

    Salisilamida adalah senyawa organik yang berasal dari asam salisilat, dengan rumus kimia C7H7NO2. Senyawa ini berbentuk bubuk kristal putih dan umum digunakan dalam bidang farmasi karena sifat analgesik dan antipiretiknya. Salisilamida berfungsi sebagai bahan aktif dalam berbagai obat bebas yang bertujuan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam. Selain itu, senyawa ini juga digunakan dalam formulasi kosmetik dan sebagai reagen dalam analisis kimia. Efektivitas dan toksisitasnya yang relatif rendah menjadikan salisilamida pilihan populer baik dalam konteks medis maupun industri, meskipun penggunaannya harus hati-hati untuk menghindari potensi efek samping.

  • Timin CAS:65-71-4

    Timin CAS:65-71-4

    Timin adalah salah satu dari empat basa nukleotida yang ditemukan dalam DNA, yang dilambangkan dengan huruf "T." Timin memainkan peran penting dalam kode genetik, berpasangan secara spesifik dengan adenin (A) melalui dua ikatan hidrogen, berkontribusi pada struktur heliks ganda DNA. Timin adalah basa pirimidin, yang dicirikan oleh struktur cincin tunggalnya, yang membedakannya dari basa purin seperti adenin dan guanin. Selain peran fundamentalnya dalam genetika, timin sangat penting untuk berbagai proses biologis, termasuk replikasi dan perbaikan DNA. Memahami struktur dan fungsi timin sangat penting untuk wawasan tentang biologi molekuler dan genetika.

  • Fenil salisilat CAS:118-55-8

    Fenil salisilat CAS:118-55-8

    Fenil salisilat, juga dikenal sebagai salol, adalah senyawa organik yang menggabungkan gugus fenil dengan asam salisilat. Dengan rumus molekul C13H10O3, zat kristal tak berwarna ini menunjukkan sifat analgesik dan antiinflamasi. Fenil salisilat terutama digunakan sebagai agen tabir surya karena kemampuannya menyerap radiasi ultraviolet (UV), sehingga berharga dalam formulasi kosmetik. Selain itu, ia memiliki aplikasi dalam bidang farmasi dan sebagai plasticizer dalam berbagai material. Struktur kimia dan karakteristik fungsionalnya yang unik menjadikan fenil salisilat sebagai senyawa penting dalam berbagai industri, khususnya dalam perawatan kulit dan produk obat-obatan.