Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Produk

  • 2-Aminoasetofenon CAS:551-93-9

    2-Aminoasetofenon CAS:551-93-9

    2-Aminoasetofenon, juga dikenal sebagai o-aminoasetofenon, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C₈H₉NO. Senyawa ini memiliki gugus fenil yang terikat pada gugus amino (-NH₂) dan gugus asetil (-COCH₃), menjadikannya zat perantara yang berharga dalam sintesis organik. Padatan berwarna kuning pucat ini larut dalam pelarut organik dan terutama digunakan dalam produksi pewarna, obat-obatan, dan agrokimia. Gugus fungsionalnya memfasilitasi berbagai reaksi kimia, memungkinkan pengembangan molekul kompleks yang penting dalam berbagai aplikasi industri, sehingga menyoroti signifikansinya di bidang kimia organik.

  • 2-Etilheksil akrilat CAS:103-11-7

    2-Etilheksil akrilat CAS:103-11-7

    2-Etilheksil akrilat (2-EHA) adalah senyawa organik cair tak berwarna dengan rumus kimia C₁₃H₂₄O₂. Senyawa ini termasuk dalam kelas akrilat dan dikenal karena sifat fleksibilitas, adhesi, dan ketahanan airnya yang sangat baik. Monomer ini umumnya digunakan dalam produksi berbagai kopolimer dan resin, sehingga sangat penting dalam pembuatan cat, pelapis, perekat, dan bahan penyegel. Fleksibilitas 2-etilheksil akrilat memungkinkannya untuk meningkatkan karakteristik kinerja material dalam berbagai aplikasi, termasuk industri otomotif dan konstruksi, di mana daya tahan dan fleksibilitas sangat penting.

  • 1,6-Dibromoheksana CAS:629-03-8

    1,6-Dibromoheksana CAS:629-03-8

    1,6-Dibromoheksana adalah senyawa organik dengan rumus molekul C₆H₁₂Br₂. Senyawa ini merupakan alkana rantai lurus dan turunan heksana yang mengalami dihalogenasi, di mana dua atom bromin tersubstitusi pada posisi karbon pertama dan keenam. Cairan tak berwarna hingga kuning pucat ini terutama digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis organik, khususnya dalam produksi obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan senyawa organik lainnya. Karena reaktivitasnya, 1,6-dibromoheksana berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia, termasuk substitusi nukleofilik dan reaksi penggandengan silang, menjadikannya blok bangunan yang berharga dalam kimia sintetik.

  • 1,6-Heksanediol CAS:629-11-8

    1,6-Heksanediol CAS:629-11-8

    1,6-Heksanediol adalah diol alifatik linier dengan rumus kimia C₆H₁₄O₂. Senyawa ini dikenal karena memiliki dua gugus fungsional hidroksil (-OH) yang terletak pada atom karbon pertama dan keenam dalam rantai heksana. Senyawa ini biasanya berupa cairan kental tidak berwarna pada suhu kamar dan terutama digunakan sebagai zat perantara dalam produksi polimer, khususnya poliuretan dan resin poliester. Sifat-sifatnya memungkinkan peningkatan fleksibilitas, daya tahan, dan ketahanan terhadap berbagai faktor lingkungan. Selain itu, 1,6-Heksanediol berperan dalam formulasi kosmetik dan sebagai pelarut dalam berbagai aplikasi industri.

  • 2-Etilheksil bromida CAS:18908-66-2

    2-Etilheksil bromida CAS:18908-66-2

    2-Etilheksil bromida adalah senyawa organik yang diklasifikasikan sebagai alkana terhalogenasi, dengan rumus molekul C₈H₁₉Br. Dalam senyawa ini, atom bromin terikat pada karbon kedua dari rantai oktana bercabang yang berasal dari 2-etilheksana. Cairan tak berwarna hingga kuning pucat ini terutama digunakan sebagai agen pengalkilasi dalam sintesis organik dan sebagai zat perantara untuk memproduksi surfaktan, obat-obatan, dan produk kimia berharga lainnya. Struktur uniknya memberikan profil reaktivitas yang menarik, menjadikannya blok bangunan serbaguna dalam kimia sintetik dan komponen penting dalam berbagai aplikasi industri.

  • Asetamidin hidroklorida CAS:124-42-5

    Asetamidin hidroklorida CAS:124-42-5

    Asetamidin hidroklorida adalah senyawa organik dengan rumus kimia C₂H₅ClN₂O, yang terdiri dari gugus fungsional asetamidin dan garam hidroklorida. Senyawa ini berbentuk bubuk kristal putih dan terutama digunakan dalam penelitian farmasi dan pengembangan obat. Senyawa ini berfungsi sebagai zat perantara serbaguna dalam sintesis berbagai molekul aktif biologis, termasuk obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Sifat kimianya yang unik memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi, sehingga sangat berharga dalam kimia medisinal. Secara keseluruhan, asetamidin hidroklorida memainkan peran penting dalam memajukan agen terapeutik di berbagai sektor.

  • Asam isoftalat CAS:121-91-5

    Asam isoftalat CAS:121-91-5

    Asam isoftalat, suatu asam benzena dikarboksilat, memiliki rumus kimia C₈H₆O₄ dan merupakan senyawa industri penting. Senyawa ini memiliki dua gugus asam karboksilat (-COOH) yang terletak pada posisi 1,3 pada cincin benzena. Asam isoftalat terutama digunakan dalam produksi poliester dan resin, berkontribusi pada material dengan sifat termal dan mekanik yang lebih baik. Aplikasinya meluas ke pelapis, serat, dan plasticizer, di mana ia meningkatkan daya tahan dan ketahanan terhadap hidrolisis. Selain itu, asam isoftalat berfungsi sebagai perantara kunci dalam sintesis berbagai bahan kimia, yang menyoroti signifikansinya di berbagai sektor industri.

  • 2,5-Difluorobenzonitril CAS:64248-64-2

    2,5-Difluorobenzonitril CAS:64248-64-2

    2,5-Difluorobenzonitril adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H4F2N. Senyawa ini terdiri dari cincin benzena yang disubstitusi dengan dua atom fluorin pada posisi 2 dan 5 serta gugus fungsional nitril (–C≡N). Penambahan atom fluorin meningkatkan stabilitas dan reaktivitas kimia senyawa ini, sehingga bermanfaat dalam berbagai aplikasi, khususnya di bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material.

  • ETIL 3-(TRIFLUOROMETIL)BENZOAT CAS:76783-59-0

    ETIL 3-(TRIFLUOROMETIL)BENZOAT CAS:76783-59-0

    Etil 3-(trifluorometil)benzoat adalah senyawa organik dengan gugus trifluorometil yang terikat pada cincin benzena. Senyawa ini dikategorikan sebagai ester aril dan terkenal karena sifat kimianya yang unik. Gugus trifluorometil secara signifikan meningkatkan lipofilisitas senyawa ini, menjadikannya subjek penelitian yang menarik dalam kimia medisinal. Senyawa ini digunakan dalam berbagai aplikasi sintetik karena kemampuannya untuk bertindak sebagai blok pembangun dalam sintesis organik.

  • 5-KLORO-3-FENILANTRANIL CAS:719-64-2

    5-KLORO-3-FENILANTRANIL CAS:719-64-2

    5-Asam kloro-3-fenilantranilat adalah senyawa kimia dengan rumus molekul C15H12ClN. Senyawa ini termasuk dalam kelas asam antranilat dan dicirikan oleh adanya atom klorin dan gugus fenil pada struktur antranilatnya. Senyawa ini menarik perhatian di berbagai bidang kimia, khususnya dalam penelitian farmasi, karena potensi aktivitas biologisnya.

     

  • 3,5-Bis(trifluorometil)benzoil klorida CAS:785-56-8

    3,5-Bis(trifluorometil)benzoil klorida CAS:785-56-8

    3,5-Bis(trifluorometil)benzoil klorida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H5ClF6O. Senyawa ini memiliki gugus benzoil klorida yang tersubstitusi dengan dua gugus trifluorometil pada posisi 3 dan 5 cincin aromatik. Kombinasi gugus fungsional yang unik ini memberikan sifat kimia yang khas, seperti peningkatan reaktivitas dan peningkatan lipofilisitas, sehingga menjadikannya berharga di berbagai bidang, termasuk farmasi dan ilmu material.

  • 3-(Trifluorometil)benzil alkohol CAS:349-75-7

    3-(Trifluorometil)benzil alkohol CAS:349-75-7

    3-(Trifluorometil)benzil alkohol adalah senyawa organik yang memiliki kerangka benzil alkohol dengan gugus trifluorometil yang terletak pada posisi meta relatif terhadap gugus hidroksil (-OH). Struktur ini memberikan sifat unik karena sifat penarik elektron dari gugus trifluorometil, yang memengaruhi reaktivitas dan kelarutan senyawa tersebut. Senyawa ini telah menarik minat dalam kimia organik sintetik, terutama untuk potensi aplikasinya dalam bidang farmasi dan ilmu material.