Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Bahan Kimia Halus

  • Glutathione tereduksi CAS:70-18-8

    Glutathione tereduksi CAS:70-18-8

    Glutathione tereduksi, juga dikenal sebagai GSH, adalah antioksidan kuat yang mendukung fungsi sel, detoksifikasi, kesehatan imun, dan produksi energi. Senyawa ini berperan penting dalam melindungi sel dari kerusakan, menghilangkan racun dari tubuh, mendukung sistem kekebalan tubuh, mendorong perbaikan sel, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. GSH umumnya digunakan dalam produk perawatan kulit karena potensi manfaatnya dalam menjaga kesehatan kulit.

  • Glisilglisin CAS:556-50-3 Harga Produsen

    Glisilglisin CAS:556-50-3 Harga Produsen

    Glisilglisin adalah dipeptida yang terdiri dari dua molekul glisin yang dihubungkan oleh ikatan peptida. Senyawa ini diklasifikasikan sebagai asam amino non-esensial, yang berarti dapat disintesis oleh tubuh dan tidak selalu dibutuhkan melalui sumber makanan.

    Glisilglisin memainkan beberapa peran penting dalam tubuh. Ia terlibat dalam sintesis protein dan peptida, karena berfungsi sebagai bahan penyusun untuk pembentukan rantai asam amino yang lebih panjang. Ia juga berfungsi sebagai prekursor neurotransmiter, berpartisipasi dalam sintesis neurotransmiter seperti glisin dan serotonin, yang penting untuk fungsi sistem saraf.

    Selain itu, glisilglisin bertindak sebagai agen penyangga dan membantu mengatur keseimbangan pH dalam cairan tubuh. Ia dapat mengikat kelebihan ion hidrogen (H+) untuk menjaga keseimbangan asam-basa yang tepat, memastikan bahwa lingkungan internal tubuh tetap stabil.

    Glisilglisin umumnya digunakan di laboratorium penelitian dan aplikasi farmasi. Senyawa ini telah dipelajari karena potensi efek terapeutiknya, termasuk perannya dalam penyembuhan luka, perbaikan jaringan, dan hidrasi kulit. Selain itu, senyawa ini juga telah diteliti karena sifat antioksidannya dan kemampuannya untuk menangkal radikal bebas berbahaya dalam tubuh.

  • Garam litium asam L-(+)-laktat CAS:27848-80-2

    Garam litium asam L-(+)-laktat CAS:27848-80-2

    Garam litium asam L-(+)-laktat adalah senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi asam L-(+)-laktat dengan litium hidroksida. Senyawa ini umumnya digunakan sebagai pembantu kiral dalam sintesis organik dan sebagai katalis dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini biasanya berupa padatan kristal putih dan larut dalam air serta pelarut polar. Senyawa ini dikenal karena kemampuannya untuk meningkatkan enantioselektivitas, sehingga bermanfaat dalam produksi obat-obatan dan bahan kimia halus lainnya.

  • Asetiltiokolin iodida CAS:1866-15-5

    Asetiltiokolin iodida CAS:1866-15-5

    Asetiltiokolin iodida adalah senyawa kimia yang umum digunakan dalam penelitian biokimia sebagai substrat untuk enzim asetilkolinesterase. Senyawa ini merupakan turunan asetilkolin dengan atom sulfur yang menggantikan atom oksigen yang ada pada senyawa induknya. Asetiltiokolin iodida banyak digunakan dalam pengujian enzim dan studi yang melibatkan proses kolinergik dalam sistem saraf. Bentuk garam iodidanya meningkatkan kelarutannya dalam larutan berair, sehingga lebih mudah digunakan di laboratorium.

  • Garam mononatrium beta-D-Glukosa 6-fosfat anhidrat CAS:54010-71-8

    Garam mononatrium beta-D-Glukosa 6-fosfat anhidrat CAS:54010-71-8

    Beta-D-Glukosa 6-fosfat monosodium salt anhidrat adalah senyawa kimia yang termasuk dalam keluarga glukosa fosfat. Senyawa ini merupakan turunan glukosa, di mana gugus fosfat terikat pada atom karbon ke-6 dari molekul glukosa. Selain itu, ia mengandung bentuk monosodium salt, yang berarti memiliki ion natrium yang terkait dengannya.

    Senyawa ini merupakan zat perantara penting dalam berbagai jalur metabolisme, terutama dalam metabolisme karbohidrat. Senyawa ini memainkan peran penting dalam metabolisme glukosa, di mana ia terlibat dalam pemecahan glukosa untuk produksi energi atau sintesis glikogen dan karbohidrat kompleks lainnya.

    Bentuk garam mononatrium dari beta-D-Glukosa 6-fosfat meningkatkan kelarutan dan stabilitas senyawa tersebut, sehingga lebih cocok untuk berbagai aplikasi penelitian dan industri. Karena keterlibatannya dalam proses metabolisme utama, senyawa ini sering digunakan dalam studi biokimia dan enzimatik, serta dalam produksi obat-obatan, aditif makanan, dan senyawa kimia lainnya.

  • S-Nitrosoglutathione CAS:57564-91-7 Harga Produsen

    S-Nitrosoglutathione CAS:57564-91-7 Harga Produsen

    S-Nitrosoglutathione (GSNO) adalah molekul kecil yang terdiri dari tiga asam amino (glutamin, sistein, dan glisin) dan gugus oksida nitrat (NO). Ia bertindak sebagai penyimpan dan pengangkut oksida nitrat, molekul pensinyalan penting dalam tubuh. GSNO terlibat dalam berbagai proses fisiologis termasuk aktivitas antioksidan, modifikasi protein, efek antiinflamasi, dan regulasi kardiovaskular. Ia memiliki potensi aplikasi terapeutik untuk kondisi seperti penyakit kardiovaskular, gangguan neurodegeneratif, dan kanker.

  • Garam natrium asam 3,5-dikloro-2-hidroksibenzensulfonat CAS:54970-72-8

    Garam natrium asam 3,5-dikloro-2-hidroksibenzensulfonat CAS:54970-72-8

    Garam natrium asam 3,5-dikloro-2-hidroksibenzensulfonat adalah senyawa kimia yang umum digunakan sebagai pereaksi dalam sintesis organik. Senyawa ini muncul sebagai...bubuk kristal berwarna putih hingga putih kekuningan dan larut dalam air. Dengan adanya gugus klorin dan hidroksil, senyawa ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai reaksi kimia seperti sulfonasi atau halogenasi. Senyawa ini memiliki aplikasi dalam industri farmasi dan kimia sebagai zat perantara atau bahan dasar dalam sintesis senyawa organik.

  • Tetradecyl trimetil amonium bromida CAS:1119-97-7

    Tetradecyl trimetil amonium bromida CAS:1119-97-7

    Tetradecyl trimethyl ammonium bromide (TTAB) adalah surfaktan kationik dengan rantai alkil 14 karbon. Senyawa ini umum digunakan sebagai deterjen, pengemulsi, dan agen antimikroba di berbagai industri. TTAB menurunkan tegangan permukaan dan meningkatkan kelarutan zat dalam air, sehingga efektif dalam pembersihan, disinfeksi, dan sebagai bahan dalam produk perawatan pribadi. Senyawa ini juga dapat bertindak sebagai katalis transfer fase, memfasilitasi reaksi antara fase yang tidak bercampur dalam sintesis organik.

  • 3H-Indolium, 2-[2-(4-hidroksi-3,5-diiodofenil)etenil]-3,3-dimetil-1-(3-sulfopropil)-, garam internal CAS:145876-11-5

    3H-Indolium, 2-[2-(4-hidroksi-3,5-diiodofenil)etenil]-3,3-dimetil-1-(3-sulfopropil)-, garam internal CAS:145876-11-5

    Senyawa 3H-Indolium, 2-[2-(4-hidroksi-3,5-diiodofenil)etenil]-3,3-dimetil-1-(3-sulfopropil)-, garam internal, adalah senyawa organik sintetis. Senyawa ini merupakan turunan indol dan mengandung substituen yodium pada cincin fenil.

    Senyawa ini dikenal karena sifat fluoresensinya dan umumnya digunakan sebagai pewarna fluoresen dalam penelitian biologi dan kimia. Senyawa ini dapat digunakan sebagai agen pewarna untuk memberi label dan memvisualisasikan berbagai biomolekul, seperti protein, asam nukleat, atau lipid, dalam sampel biologis.

    Penambahan gugus sulfopropil pada bagian indolium meningkatkan kelarutan dalam larutan berair, sehingga cocok untuk aplikasi dalam sistem biologis.

  • Metil Jasmonat CAS:1211-29-6

    Metil Jasmonat CAS:1211-29-6

    Metil jasmonat adalah hormon tumbuhan alami dan senyawa organik volatil. Senyawa ini berasal dari asam jasmonat, yang diproduksi sebagai respons terhadap berbagai tekanan biotik dan abiotik seperti herbivori, serangan patogen, dan kerusakan mekanis. Metil jasmonat memainkan peran penting dalam mekanisme pertahanan tumbuhan dan jalur pensinyalan. Senyawa ini mengatur beberapa proses fisiologis, termasuk perkecambahan biji, pertumbuhan akar, pembungaan, penuaan, dan pematangan buah. Metil jasmonat juga dikenal karena kemampuannya untuk menginduksi produksi metabolit sekunder, seperti senyawa organik volatil dan senyawa terkait pertahanan seperti alkaloid, terpenoid, dan fenolik. Senyawa ini banyak digunakan dalam aplikasi pertanian dan hortikultura untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit, mendorong pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta meningkatkan kualitas pasca panen buah dan sayuran. Selain itu, metil jasmonat merupakan alat populer dalam penelitian tanaman sebagai penginduksi kimiawi respons stres dan modulator jalur pensinyalan tanaman.

  • Asam 3-Hidroksi-2,4,6-tribromobenzoat CAS:14348-40-4

    Asam 3-Hidroksi-2,4,6-tribromobenzoat CAS:14348-40-4

    Asam 3-hidroksi-2,4,6-tribromobenzoat adalah senyawa kimia dengan rumus C7H3Br3O3. Senyawa ini merupakan turunan dari asam benzoat, dengan tiga atom bromin yang terikat pada posisi berbeda pada cincin benzena, dan gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada posisi 3. Senyawa ini terutama digunakan sebagai blok bangunan atau perantara dalam sintesis organik, khususnya dalam industri farmasi dan agrokimia. Senyawa ini dapat dimanfaatkan dalam sintesis berbagai senyawa aktif biologis, seperti obat-obatan farmasi, herbisida, dan insektisida. Atom bromin pada cincin benzena dapat berfungsi sebagai situs reaktif untuk modifikasi lebih lanjut, memungkinkan terciptanya beragam struktur kimia. Asam 3-hidroksi-2,4,6-tribromobenzoat biasanya berupa padatan berwarna putih hingga putih kekuningan, dan sifat-sifatnya menjadikannya alat yang berharga bagi para ahli kimia dalam merancang dan mensintesis senyawa baru dengan karakteristik dan aktivitas yang diinginkan.

  • SYBR GREEN I Pewarna Gel Asam Nukleat CAS:163795-75-3

    SYBR GREEN I Pewarna Gel Asam Nukleat CAS:163795-75-3

    SYBR Green I adalah pewarna gel asam nukleat yang umum digunakan dalam eksperimen biologi molekuler. Ini adalah pewarna fluoresen yang secara selektif mengikat molekul DNA dan RNA untai ganda, sehingga membuatnya terlihat di bawah sinar ultraviolet. SYBR Green I sangat sensitif dan dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengukur DNA atau RNA dalam gel agarosa atau poliakrilamida. Umumnya digunakan untuk elektroforesis gel DNA, analisis PCR, dan aplikasi biologi molekuler lainnya.