-
Sulfamide CAS:7803-58-9
Sulfamida adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia H3NSO2. Senyawa ini berupa padatan kristal putih, larut dalam air, dan umum digunakan dalam berbagai aplikasi industri. Sulfamida memiliki sifat amfoter, sehingga dapat bertindak sebagai asam dan basa dalam kondisi yang berbeda. Senyawa serbaguna ini banyak digunakan di berbagai industri karena sifat kimianya yang unik.
-
Fluorometholone CAS:426-13-1
Fluorometholone adalah kortikosteroid yang digunakan karena sifat anti-inflamasi dan imunosupresifnya. Obat ini umumnya diresepkan untuk mengobati kondisi mata seperti peradangan, gatal, kemerahan, dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh masalah mata atau operasi tertentu. Fluorometholone bekerja dengan mengurangi pembengkakan, gatal, dan kemerahan pada mata, sehingga memberikan kelegaan bagi pasien.
-
Indole CAS:120-72-9
Indol adalah senyawa organik heterosiklik dengan struktur bisiklik yang mengandung cincin benzena yang menyatu dengan cincin pirol beranggota lima yang mengandung nitrogen. Senyawa ini merupakan blok pembangun umum dalam sintesis berbagai produk alami dan senyawa farmasi. Indol dikenal karena baunya yang khas dan ditemukan dalam berbagai sistem biologis, berfungsi sebagai prekursor untuk biomolekul penting.
-
Hidroksimetil-7-ACA CAS:15690-38-7
Hidroksimetil-7-ACA, juga dikenal sebagai asam 7-aminosefalosporanat, adalah zat perantara kunci dalam produksi antibiotik sefalosporin semi-sintetik. Karena struktur fungsional dan reaktivitasnya, senyawa ini berfungsi sebagai blok pembangun dalam sintesis berbagai antibiotik dan senyawa farmasi penting.
-
Asam 7-Amino-3-Kloro-3-Sefem-4-Karboksilat CAS:53994-69-7
7-Amino-3-Chloro-3-Cephem-4-Carboxylic Acid adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kelompok sefem dan mengandung gugus amino dan atom klorin. Senyawa ini menunjukkan sifat antimikroba dan umum digunakan dalam penelitian dan sintesis farmasi karena potensinya sebagai bahan dasar untuk agen antibakteri. Struktur dan reaktivitas unik senyawa ini menjadikannya berharga dalam pengembangan antibiotik, khususnya dalam menargetkan dan menghambat pertumbuhan strain bakteri resisten.
-
7-Amino-3-(1-metiltetrazol-5-iltiometil)-3-sefem-4-asam karboksilat CAS:24209-38-9
7-Asam amino-3-(1-metiltetrazol-5-iltiometil)-3-sefem-4-karboksilat adalah senyawa dengan sifat antimikroba yang termasuk dalam kelompok sefalosporin. Senyawa ini mengandung gugus amino dan cincin tetrazol, sehingga efektif melawan berbagai macam bakteri. Senyawa ini umum digunakan dalam industri farmasi untuk sintesis antibiotik karena aktivitas antibakterinya yang kuat.
-
4-Nitrophenylchloroformate CAS:7693-46-1
4-Nitrophenylchloroformate adalah senyawa kimia yang terdiri dari gugus nitrophenyl dan gugus fungsional kloroformat. Senyawa ini digunakan dalam sintesis organik sebagai pereaksi untuk memasukkan bagian kloroformat ke dalam berbagai molekul. Sifat reaktif dan sifat kimia spesifik senyawa ini menjadikannya berharga dalam pembuatan berbagai senyawa organik dan turunannya.
-
2-Hidroksietilmetakrilat CAS:868-77-9
2-Hidroksietilmetakrilat (HEMA) adalah monomer cair bening dan tidak berwarna dengan bau khas. Senyawa ini banyak digunakan dalam produksi perekat, pelapis, dan berbagai material polimer karena reaktivitas dan kemampuannya untuk mengalami polimerisasi. Dengan rumus molekul C6H10O3, HEMA dikenal karena kelarutannya yang tinggi dalam air dan banyak pelarut organik.
-
kristalvioletlakton CAS:1552-42-7
Kristal Violet Lakton, juga dikenal sebagai kristal violet leuco base, adalah senyawa organik tak berwarna yang berubah menjadi sangat berwarna ketika terpapar lingkungan asam. Karakteristik ini membuatnya berharga dalam produksi kertas fotokopi tanpa karbon, di mana ia berfungsi sebagai komponen pembentuk warna dalam sistem fotokopi sensitif tekanan. Perubahan warnanya yang reversibel memungkinkan pembuatan duplikat tanpa menggunakan kertas karbon tradisional.
-
Klorometilpivalat CAS:18997-19-8
Klorometilpivalat adalah senyawa organik yang mengandung gugus klorometil dan gugus pivalat. Senyawa ini digunakan dalam sintesis kimia sebagai blok bangunan serbaguna untuk menciptakan berbagai senyawa. Reaktivitas dan gugus fungsional senyawa ini menjadikannya berharga dalam produksi obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan bahan kimia khusus.
-
2-HIDROKSIPROPILMETAKRILAT CAS:27813-02-1
2-Hidroksipropilmetakrilat (HPMA) adalah monomer cair bening dan tidak berwarna dengan bau khas. Senyawa ini banyak digunakan dalam produksi perekat, pelapis, dan berbagai material polimer karena reaktivitas dan kemampuannya untuk mengalami polimerisasi. Dengan rumus molekul C7H12O3, HPMA dikenal karena kelarutannya yang tinggi dalam air dan banyak pelarut organik.
-
7β-amino-7α-metoksi-3-[(1-metil-1H-tetrazol-5-il)S-metil]-3-sefaloosporin-en-4-karboksilatdifenilmetil ester CAS:56610-72-1
7β-amino-7α-metoksi-3-[(1-metil-1H-tetrazol-5-il)S-metil]-3-sefaloosporin-en-4-karboksilatdifenilmetil ester adalah senyawa kompleks yang berasal dari sefaloosporin, mengandung gugus amino dan metoksi dengan cincin tetrazole. Senyawa ini merupakan agen antimikroba yang ampuh dengan stabilitas yang ditingkatkan, sehingga berharga dalam penelitian farmasi untuk sintesis antibiotik. Struktur kimianya memungkinkan aktivitas antibakteri yang ditargetkan terhadap berbagai strain, menunjukkan potensi untuk memerangi infeksi secara efektif.
