Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Bahan Kimia Halus

  • Asam 2,4-Difluoro-3-metoksibenzoat CAS:178974-97-5

    Asam 2,4-Difluoro-3-metoksibenzoat CAS:178974-97-5

    Asam 2,4-difluoro-3-metoksibenzoat adalah senyawa organik yang terkenal karena kombinasi unik gugus fungsional dan substituen fluorin pada cincin aromatiknya. Dengan rumus molekul C9H8F2O3, turunan asam benzoat ini memiliki dua atom fluorin pada posisi 2 dan 4 serta gugus metoksi (-OCH₃) pada posisi 3. Kehadiran substituen ini memberikan sifat elektronik yang berbeda yang dapat meningkatkan reaktivitas dan kelarutan molekul. Senyawa ini menarik dalam kimia medisinal dan ilmu material karena potensi aplikasinya dalam pengembangan obat dan sebagai perantara dalam jalur sintesis.

  • Natrium sulfat CAS:7757-82-6

    Natrium sulfat CAS:7757-82-6

    Natrium sulfat adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia Na₂SO₄. Padatan kristal putih ini, yang umumnya dikenal sebagai garam Glauber dalam bentuk dekahidratnya (Na₂SO₄·10H₂O), sangat larut dalam air dan memiliki berbagai aplikasi di berbagai industri. Natrium sulfat terutama digunakan sebagai zat pengering dalam sintesis organik, pengisi dalam deterjen, dan bahan utama dalam pembuatan kaca. Kemampuannya untuk menyerap kelembapan dan memfasilitasi reaksi kimia menjadikannya senyawa yang berharga baik di lingkungan industri maupun laboratorium.

  • 2,6-Difluorofenol CAS:28177-48-2

    2,6-Difluorofenol CAS:28177-48-2

    2,6-Difluorofenol adalah senyawa aromatik yang dicirikan oleh keberadaan dua atom fluorin yang terletak pada posisi 2 dan 6 dari cincin fenolik. Dengan rumus molekul C6H4F2O, senyawa ini menggabungkan gugus hidroksil (-OH) dengan substituen fluorin, yang secara signifikan memengaruhi sifat kimia, kelarutan, dan reaktivitasnya. Karena sifat penarik elektron dari atom fluorin, 2,6-difluorofenol menunjukkan keasaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan senyawa sejenis yang tidak mengandung fluorin. Senyawa ini menarik perhatian di berbagai bidang, termasuk sintesis organik, ilmu material, dan kimia farmasi, karena potensi aplikasinya sebagai zat perantara dan aktivitas biologisnya yang unik.

  • 1-(4-Fluorofenil)piperazin CAS:2252-63-3

    1-(4-Fluorofenil)piperazin CAS:2252-63-3

    1-(4-Fluorofenil)piperazin adalah senyawa organik yang dicirikan oleh cincin piperazin yang disubstitusi dengan gugus fluorofenil pada posisi 1. Dengan rumus molekul C10H12FN, senyawa ini memiliki bagian piperazin, yang dikenal karena sifat farmakologisnya, dikombinasikan dengan substituen para-fluorobenzena yang meningkatkan aktivitas biologisnya. 1-(4-Fluorofenil)piperazin sangat menarik dalam kimia medisinal karena potensi aplikasinya dalam pengembangan terapi yang menargetkan berbagai gangguan neurologis dan psikiatrik. Karakteristik struktural senyawa ini menjadikannya blok bangunan yang berharga untuk mensintesis obat baru dan mempelajari interaksi reseptor.

  • 1H-1,2,4-Triazol-3,5-diamin CAS:1455-77-2

    1H-1,2,4-Triazol-3,5-diamin CAS:1455-77-2

    1H-1,2,4-Triazol-3,5-diamin, juga dikenal sebagai amino-triazol, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C₂H₃N₅. Senyawa heterosiklik beranggota lima ini mengandung dua gugus amino yang terikat pada cincin triazol, sehingga menarik minat di berbagai bidang kimia dan biologi. Struktur uniknya memberikan sifat-sifat yang menonjol, termasuk potensi aplikasi dalam bidang farmasi, agrokimia, dan sebagai blok bangunan untuk sintesis organik kompleks. Para peneliti sedang mengeksplorasi bioaktivitasnya, khususnya potensi perannya sebagai fungisida dan sebagai prekursor untuk senyawa yang mengandung nitrogen lainnya.

  • 1,2,4-Trifluorobenzena CAS:367-23-7

    1,2,4-Trifluorobenzena CAS:367-23-7

    1,2,4-Trifluorobenzena adalah senyawa aromatik yang dicirikan oleh keberadaan tiga atom fluorin yang terikat pada cincin benzena pada posisi 1, 2, dan 4. Dengan rumus molekul C6H3F3, turunan trifluorinasi ini menunjukkan sifat fisik dan kimia yang unik karena efek penarik elektron dari substituen fluorin. Senyawa ini berfungsi sebagai zat perantara penting dalam sintesis organik, khususnya dalam pengembangan obat-obatan, bahan kimia pertanian, dan material canggih. Karakteristik elektronik dan reaktivitasnya yang khas menjadikannya blok bangunan yang berharga untuk menciptakan entitas kimia yang lebih kompleks di berbagai bidang ilmiah.

  • 1-Benzil-5-etoksihidantoin CAS:65855-02-9

    1-Benzil-5-etoksihidantoin CAS:65855-02-9

    1-Benzil-5-etoksihidantoin adalah senyawa organik yang berasal dari hidantoin, yang dicirikan oleh gugus benzil pada posisi 1 dan gugus etoksi pada posisi 5 cincin hidantoin. Dengan rumus molekul C₁₃H₁₅N₂O₂, senyawa ini telah menarik minat dalam kimia medisinal karena potensi sifat farmakologisnya. Para peneliti telah mengeksplorasi kemanjurannya sebagai antikonvulsan dan perannya dalam berbagai aplikasi sintetik. Fitur struktural unik dari 1-benzil-5-etoksihidantoin memberikan peluang untuk penyelidikan lebih lanjut tentang aktivitas biologis dan kegunaannya dalam pengembangan agen terapeutik.

  • 1,2,4,5-Tetrafluorobenzene CAS:327-54-8

    1,2,4,5-Tetrafluorobenzene CAS:327-54-8

    1,2,4,5-Tetrafluorobenzena adalah senyawa aromatik yang memiliki empat atom fluorin yang terletak pada posisi 1, 2, 4, dan 5 pada cincin benzena. Dengan rumus molekul C6H2F4, turunan tetrafluorinasi ini menunjukkan sifat elektronik yang khas karena efek penarikan elektron yang substansial dari atom fluorin. Karakteristik ini menyebabkan reaktivitas yang berbeda dibandingkan dengan benzena non-fluorinasi, menjadikannya senyawa yang berharga dalam sintesis organik. 1,2,4,5-Tetrafluorobenzena memiliki aplikasi di berbagai bidang, termasuk ilmu material, farmasi, dan agrokimia, di mana sifat uniknya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan material canggih dan mengembangkan entitas kimia baru.

  • Diklorofenilfosfin CAS:1459-93-4

    Diklorofenilfosfin CAS:1459-93-4

    Dimetil isoftalat (DMI) adalah senyawa organik yang termasuk dalam keluarga ester ftalat, yang dicirikan oleh dua gugus metil ester yang terikat pada kerangka asam isoftalat. Rumus kimianya adalah C10H10O4. DMI terutama digunakan sebagai zat perantara utama dalam produksi poliester dan sebagai plasticizer dalam berbagai aplikasi. Senyawa ini memberikan peningkatan daya tahan, fleksibilitas, dan ketahanan terhadap panas dalam formulasi polimer. Selain itu, dimetil isoftalat digunakan dalam sintesis bahan kimia dan resin khusus, sehingga berharga di industri seperti tekstil, pelapis, dan plastik. Namun, dampak lingkungannya telah menimbulkan kekhawatiran, sehingga memerlukan penanganan yang hati-hati.

  • Dibutil maleat CAS:105-76-0

    Dibutil maleat CAS:105-76-0

    Dibutil maleat (DBM) adalah senyawa organik dengan rumus kimia C₁₄H₂₆O₄. Senyawa ini terbentuk melalui esterifikasi asam maleat dengan butanol, menghasilkan struktur yang memiliki dua gugus butil yang terikat pada tulang punggung maleat. DBM terutama digunakan sebagai plasticizer dan pelarut dalam produksi polimer, pelapis, dan perekat. Sifat uniknya meningkatkan fleksibilitas, daya tahan, dan kemudahan pengolahan dalam berbagai aplikasi. Selain itu, dibutil maleat berfungsi sebagai reagen dalam sintesis organik, memungkinkan pembentukan berbagai senyawa kimia. Namun, tindakan pencegahan keselamatan sangat penting saat menangani senyawa ini karena potensi toksisitasnya.

  • Mithramycin A CAS:13455-21-5

    Mithramycin A CAS:13455-21-5

    Kalium fluorida dihidrat (KF·2H₂O) adalah senyawa anorganik yang terdiri dari ion kalium dan ion fluorida, bersama dengan dua molekul air. Senyawa ini berbentuk padatan kristal putih dan dikenal karena sifat higroskopiknya, artinya dapat menyerap kelembapan dari lingkungan. Senyawa ini banyak digunakan di berbagai bidang seperti kimia, farmasi, dan pertanian. Di laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai sumber ion fluorida dalam reaksi dan analisis kimia. Karena kandungan fluoridanya, kalium fluorida dihidrat juga berperan dalam produk perawatan gigi dan proses industri tertentu.

  • Etilmagnesium bromida CAS:925-90-6

    Etilmagnesium bromida CAS:925-90-6

    Etilmagnesium bromida (C2H5MgBr) adalah senyawa organometalik dan anggota keluarga reagen Grignard, yang terdiri dari gugus etil yang terikat pada atom magnesium yang terkoordinasi dengan atom bromin. Reagen ini sangat dihargai dalam kimia organik karena sifat nukleofiliknya yang kuat, memungkinkannya untuk terlibat dalam berbagai reaksi dengan elektrofil. Etilmagnesium bromida umumnya digunakan dalam sintesis alkohol melalui adisi nukleofilik pada senyawa karbonil dan berperan penting dalam pembentukan ikatan karbon-karbon. Kegunaannya dalam sintesis organik menjadikannya alat penting dalam bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material.