Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Bahan Kimia Halus

  • Kalsium Propionat CAS:4075-81-4

    Kalsium Propionat CAS:4075-81-4

    Kalsium propionat adalah garam kalsium dari asam propanoat, yang diwakili oleh rumus kimia C6H10CaO4. Senyawa ini berbentuk bubuk kristal putih dan dikenal luas karena penggunaannya sebagai pengawet makanan dan agen antimikroba. Kalsium propionat secara efektif menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri, sehingga memperpanjang umur simpan makanan yang dipanggang dan berbagai produk makanan lainnya. Selain itu, senyawa ini juga berfungsi sebagai suplemen makanan untuk ternak, meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan hewan. Penerapannya dalam keamanan pangan, pertanian, dan nutrisi menyoroti pentingnya senyawa ini di berbagai industri.

  • Sulfasalazine CAS:599-79-1

    Sulfasalazine CAS:599-79-1

    Sulfasalazin adalah senyawa sintetis yang diklasifikasikan sebagai obat antirheumatik pengubah penyakit (DMARD) dengan rumus kimia C₁₄H₁₃N₄O₅S. Awalnya dikembangkan untuk mengobati artritis reumatoid, kini terutama digunakan untuk mengelola penyakit radang usus seperti kolitis ulserativa dan penyakit Crohn. Sulfasalazin bekerja dengan memodulasi respons inflamasi, menghambat sintesis leukotrien, dan menunjukkan sifat antibakteri. Efektivitasnya dalam mengurangi gejala dan mempertahankan remisi telah menjadikannya landasan dalam pengelolaan kondisi kronis ini, sementara efek sampingnya memerlukan pemantauan yang cermat.

  • Trietil ortobutirat CAS:24964-76-9

    Trietil ortobutirat CAS:24964-76-9

    Trietil ortobutirat, dengan rumus kimia C₁₂H₂₄O₄, adalah senyawa organik yang diklasifikasikan sebagai ortoester. Senyawa ini terdiri dari tiga gugus etil yang terikat pada bagian turunan asam butirat. Senyawa ini terutama digunakan dalam sintesis organik dan berfungsi sebagai reagen serbaguna untuk membuat ester, keton, dan berbagai zat perantara organik. Kemampuan trietil ortobutirat untuk berpartisipasi dalam reaksi hidrolisis dan kondensasi menjadikannya alat yang berharga di bidang kimia medisinal dan ilmu material. Aplikasinya meluas ke industri perasa dan wewangian, menyoroti pentingnya senyawa ini tidak hanya dalam penelitian tetapi juga dalam produk komersial.

  • D(+)-Galaktosamin hidroklorida CAS:1772-03-8

    D(+)-Galaktosamin hidroklorida CAS:1772-03-8

    D(+)-Galaktosamin hidroklorida adalah gula amino alami dan senyawa biologis penting dengan rumus molekul C₆H₁₃ClN₂O₅. Senyawa ini berasal dari galaktosa dan mengandung gugus amina, yang memberikan sifat biokimia yang unik. D(+)-Galaktosamin memainkan peran penting dalam berbagai jalur metabolisme dan terlibat dalam sintesis glikoprotein dan glikolipid. Signifikansinya meluas ke penelitian dalam biologi sel dan imunologi, di mana ia digunakan sebagai alat untuk mempelajari proses seluler. Selain itu, senyawa ini telah menarik perhatian karena potensi aplikasi terapeutiknya, khususnya dalam konteks penyakit hati dan artritis.

  • Amonium sulfat CAS:7783-20-2

    Amonium sulfat CAS:7783-20-2

    Ammonium sulfat adalah garam anorganik dengan rumus kimia (NH₄)₂SO₄. Senyawa ini berbentuk padatan kristal putih yang sangat larut dalam air, menjadikannya senyawa penting dalam berbagai aplikasi industri dan pertanian. Ammonium sulfat terutama digunakan sebagai pupuk kaya nitrogen, menyediakan nutrisi penting bagi tanaman dan meningkatkan kesuburan tanah. Selain itu, ia berfungsi sebagai agen pengendap dalam proses pemurnian protein di bidang biokimia dan biologi molekuler. Keterjangkauan dan efektivitasnya sebagai sumber nutrisi berkontribusi pada penggunaannya yang luas di bidang pertanian, laboratorium, dan produksi pangan.

  • Trietil ortoasetat CAS:78-39-7

    Trietil ortoasetat CAS:78-39-7

    Trietil ortoasetat, dengan rumus kimia C₈H₁₄O₃, merupakan reagen penting dalam sintesis organik, khususnya di bidang kimia medisinal dan ilmu material. Sebagai anggota keluarga ortoester, ia memiliki tiga gugus etil yang terikat pada bagian turunan asam asetat. Trietil ortoasetat sering digunakan sebagai blok bangunan serbaguna untuk mensintesis berbagai senyawa organik, termasuk ester, keton, dan heterosiklik. Kemampuannya untuk mengalami reaksi hidrolisis dan kondensasi menjadikannya alat yang berguna bagi para kimiawan yang mengeksplorasi beragam jalur sintesis. Selain itu, perannya dalam pembuatan obat-obatan menyoroti signifikansinya dalam penemuan dan pengembangan obat.

  • N-Benzilglisin etil ester CAS:6436-90-4

    N-Benzilglisin etil ester CAS:6436-90-4

    N-Benzilglisin etil ester adalah senyawa organik yang dicirikan oleh adanya gugus benzil dan gugus fungsional etil ester yang terikat pada glisin. Dengan rumus kimia C₉H₁₁NO₂, senyawa ini berfungsi sebagai blok pembangun penting dalam sintesis organik dan kimia medisinal. N-Benzilglisin etil ester sangat dihargai karena potensi aplikasinya dalam pengembangan farmasi dan agrokimia. Fitur strukturnya memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia, menjadikannya senyawa serbaguna bagi para peneliti yang mengeksplorasi metode sintesis baru atau menyelidiki aktivitas biologis.

  • Hidroksilamin hidroklorida CAS:5470-11-1

    Hidroksilamin hidroklorida CAS:5470-11-1

    Hidroksilamin hidroklorida adalah senyawa kimia dengan rumus NH₂OH·HCl. Senyawa ini terdiri dari hidroksilamin, turunan amina yang mengandung gugus hidroksil, yang dikombinasikan dengan asam klorida dalam bentuk garamnya. Padatan kristal putih ini larut dalam air dan menunjukkan sifat pereduksi yang kuat, sehingga sangat berharga dalam berbagai aplikasi. Hidroksilamin hidroklorida banyak digunakan dalam sintesis organik, khususnya untuk reduksi senyawa karbonil menjadi alkohol yang sesuai dan sebagai pereaksi dalam kimia analitik. Selain itu, senyawa ini memainkan peran penting dalam produksi obat-obatan, pestisida, dan polimer, yang menggarisbawahi signifikansinya baik dalam penelitian maupun industri.

  • N,N-Dimetilglisin hidroklorida CAS:2491-06-7

    N,N-Dimetilglisin hidroklorida CAS:2491-06-7

    N,N-Dimetilglisin hidroklorida adalah turunan glisin di mana dua gugus metil terikat pada atom nitrogen, menghasilkan senyawa amonium kuaterner. Dengan rumus kimia C₄H₁₁ClN₂O₂, senyawa ini terdapat sebagai garam hidroklorida, yang meningkatkan kelarutan dan stabilitasnya dalam larutan berair. N,N-Dimetilglisin dikenal karena peran potensialnya dalam proses metabolisme, termasuk keterlibatannya dalam reaksi metilasi dan penggunaannya sebagai suplemen makanan yang dikenal memiliki manfaat yang diklaim dalam fungsi kognitif dan daya tahan tubuh. Sifat biokimiawinya menjadikannya subjek penelitian dalam ilmu gizi dan farmakologi.

  • N,N-Dimetilglisin CAS:1118-68-9

    N,N-Dimetilglisin CAS:1118-68-9

    N,N-Dimetilglisin (DMG) adalah turunan dari asam amino glisin, di mana dua gugus metil terikat pada atom nitrogen. Dengan rumus kimia C₄H₁₁N₂O₂, DMG adalah senyawa alami yang ditemukan dalam jumlah kecil di berbagai sistem biologis. Senyawa ini berperan dalam beberapa proses metabolisme, termasuk reaksi metilasi dan produksi energi. DMG telah menarik perhatian sebagai suplemen makanan karena manfaat kesehatannya yang diklaim, khususnya dalam meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan kinerja atletik, dan mendukung kesehatan imun. Sifat biokimianya menjadikannya relevan baik dalam penelitian nutrisi maupun aplikasi klinis.

  • 2,6-Difluoroanisol CAS:437-82-1

    2,6-Difluoroanisol CAS:437-82-1

    2,6-Difluoroanisol adalah senyawa organik yang memiliki gugus metoksi (-OCH₃) dan dua atom fluorin yang tersubstitusi pada cincin benzena di posisi 2 dan 6. Dengan rumus molekul C8H8F2O, turunan difluorinasi ini menggabungkan sifat elektronik unik fluorin dengan reaktivitas gugus metoksi. Kehadiran substituen ini meningkatkan potensi aplikasinya di berbagai bidang seperti kimia medisinal, sintesis agrokimia, dan ilmu material. Sebagai zat perantara yang serbaguna, 2,6-difluoroanisol berfungsi sebagai blok bangunan yang berharga untuk mengembangkan senyawa baru dengan sifat biologis dan fisik yang disesuaikan.

  • 2,6-dikloro-3-fluorobenzonitril CAS:136514-16-4

    2,6-dikloro-3-fluorobenzonitril CAS:136514-16-4

    2,6-Dikloro-3-fluorobenzonitril adalah senyawa organik sintetik yang dicirikan oleh cincin aromatiknya yang tersubstitusi dengan atom klorin dan fluorin serta gugus fungsional nitril. Senyawa ini sangat menarik dalam kimia farmasi dan ilmu material karena sifat elektroniknya yang unik dan potensi aktivitas biologisnya. Kehadiran substituen halogen dapat meningkatkan lipofilisitas dan reaktivitas senyawa, menjadikannya kerangka kerja yang berharga untuk desain dan pengembangan obat. Selain itu, gugus nitril berkontribusi pada fleksibilitasnya dalam transformasi kimia lebih lanjut, memungkinkan sintesis berbagai turunan dengan fungsionalitas yang disesuaikan.