-
Dimetil 2,2′-azobis(2-metilpropionat) CAS:2589-57-3
Dimetil 2,2′-azobis(2-metilpropionat), sering disingkat sebagai AIBN (Azobisisobutyronitrile), adalah senyawa kimia dengan rumus C12H18N2O4. Senyawa ini bertindak sebagai inisiator radikal dalam berbagai proses polimerisasi karena kemampuannya untuk terurai saat dipanaskan atau terpapar sinar UV, menghasilkan radikal bebas. Radikal bebas ini memulai reaksi polimerisasi, sehingga AIBN banyak digunakan dalam produksi polimer dan kopolimer. Selain itu, senyawa ini berfungsi sebagai penstabil dan agen pengikat silang dalam berbagai formulasi. Fungsinya dalam memulai polimerisasi menjadikannya komponen penting dalam industri plastik dan karet sintetis.
-
VINYL BENZOAT CAS:769-78-8
Vinil benzoat adalah senyawa organik yang memiliki gugus vinil yang terikat pada gugus fungsional benzoil. Rumus kimianya adalah C9H10O2 dan terutama digunakan sebagai monomer dalam sintesis polimer. Kehadiran gugus fungsional vinil dan aromatik memungkinkan reaktivitas kimia yang beragam, yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi. Vinil benzoat biasanya diperoleh melalui esterifikasi asam benzoat dengan vinil alkohol atau turunannya. Struktur uniknya menjadikannya zat perantara yang berharga dalam produksi polimer dan resin khusus.
-
4-Klorostirena CAS:1073-67-2
4-Klorostirena adalah senyawa organik dengan rumus kimia C8H7Cl. Senyawa ini memiliki kerangka stirena—yang ditandai dengan gugus vinil yang terikat pada cincin fenil—dengan atom klorin yang terletak pada posisi para (4) relatif terhadap gugus vinil. Penempatan spesifik atom klorin ini memengaruhi reaktivitas dan sifat senyawa, menjadikannya zat perantara penting dalam berbagai sintesis kimia. 4-Klorostirena dapat disintesis melalui klorinasi stirena atau melalui reaksi substitusi aromatik elektrofilik. Struktur uniknya memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia, khususnya dalam proses polimerisasi.
-
Alil sianoasetat CAS:13361-32-5
Alil sianoasetat adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H9NO2. Senyawa ini memiliki gugus alil dan bagian sianoasetat, menjadikannya blok pembangun serbaguna dalam sintesis organik. Senyawa ini biasanya disintesis melalui reaksi alil bromida dengan natrium sianida diikuti dengan esterifikasi dengan asam asetat. Karena strukturnya yang unik, alil sianoasetat menunjukkan reaktivitas yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai transformasi kimia, termasuk adisi nukleofilik dan reaksi sikloadisi. Akibatnya, senyawa ini banyak digunakan dalam bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material.
-
9,10-Dihidro-9-oksa-10-fosfafenantrena 10-oksida CAS:35948-25-5
9,10-Dihidro-9-oksa-10-fosfafenantrena 10-oksida adalah senyawa heterosiklik yang mengandung atom fosfor dalam struktur aromatiknya. Senyawa ini memiliki susunan unik atom karbon, oksigen, dan fosfor, menjadikannya anggota penting dari keluarga fosfafenantrena. Senyawa ini dikenal karena sifat-sifatnya yang khas, termasuk stabilitas termal dan potensi reaktivitas dalam sintesis organik. Karena karakteristik strukturnya, senyawa ini telah menarik minat di berbagai bidang, khususnya dalam kimia polimer dan ilmu material, di mana ia dapat berfungsi sebagai blok bangunan untuk material canggih.
-
ASAM ADIPAT DIVINYL ESTER CAS:4074-90-2
Divinil ester asam adipat adalah senyawa organik dengan rumus kimia C12H18O4. Senyawa ini terdiri dari dua gugus vinil yang terikat pada asam adipat, yang merupakan asam dikarboksilat yang umum digunakan dalam produksi nilon dan polimer lainnya. Senyawa ini biasanya disintesis melalui esterifikasi asam adipat dengan vinil alkohol atau turunannya. Kehadiran beberapa gugus vinil memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam reaksi polimerisasi, sehingga menjadikannya berharga sebagai monomer dalam berbagai aplikasi. Struktur uniknya memberikan fleksibilitas dalam menciptakan kopolimer dan material khusus.
-
2-Klorostirena CAS:2039-87-4
2-Klorostirena adalah senyawa organik dengan rumus kimia C8H7Cl. Senyawa ini terdiri dari kerangka stirena—yang dicirikan oleh gugus vinil yang terikat pada cincin fenil—dengan atom klorin yang terletak pada posisi orto relatif terhadap gugus vinil. Struktur ini memberikan reaktivitas dan sifat yang unik, menjadikannya zat perantara penting dalam berbagai sintesis kimia. 2-Klorostirena dapat diperoleh melalui klorinasi stirena atau disintesis langsung melalui substitusi aromatik elektrofilik. Kemampuannya untuk mengalami berbagai reaksi kimia menjadikannya berharga untuk aplikasi dalam kimia polimer dan bahan kimia khusus.
-
3,4-Epoksikloheksilmetil metakrilat CAS:82428-30-6
3,4-Epoksikloheksilmetil metakrilat (ECHMMA) adalah monomer khusus yang dicirikan oleh adanya gugus epoksi dan gugus fungsional metakrilat. Senyawa ini menggabungkan reaktivitas epoksi dengan fleksibilitas metakrilat, menjadikannya blok pembangun penting dalam kimia polimer. Senyawa ini umumnya digunakan untuk meningkatkan sifat mekanik dan stabilitas termal resin yang telah mengeras. ECHMMA dapat mengalami berbagai proses polimerisasi, termasuk polimerisasi radikal bebas, yang memungkinkan integrasinya ke dalam berbagai formulasi yang bertujuan untuk meningkatkan adhesi dan daya tahan.
-
2-Piperidineethanol CAS:1484-84-0
2-Piperidineetanol adalah senyawa organik dengan rumus kimia C8H17NO. Senyawa ini memiliki cincin piperidin—cincin beranggota enam yang mengandung lima atom karbon dan satu atom nitrogen—yang terikat pada gugus etanol. Struktur ini memberikan sifat-sifat unik, menjadikannya senyawa berharga dalam berbagai sintesis kimia. 2-Piperidineetanol dapat disintesis melalui alkilasi piperidin dengan etilen oksida atau melalui jalur sintesis lainnya. Gugus fungsionalnya memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia, khususnya dalam sintesis zat perantara farmasi dan bahan kimia khusus.
-
2,2,3,3-Tetrafluoropropil metakrilat CAS:45102-52-1
2,2,3,3-Tetrafluoropropil metakrilat adalah senyawa organik terfluorinasi dengan rumus molekul C7H8F4O2. Senyawa ini memiliki gugus fungsional metakrilat yang memungkinkan polimerisasi, dan gugus tetrafluoropropil yang memberikan sifat unik seperti energi permukaan rendah dan ketahanan kimia. Senyawa ini dapat disintesis melalui reaksi tetrafluoropropanol dengan asam metakrilat. Karena struktur kimianya yang khas, 2,2,3,3-tetrafluoropropil metakrilat menawarkan karakteristik berharga untuk berbagai aplikasi dalam pelapis, perekat, dan material canggih.
-
1-Kloro-3-metil-2-butena CAS:503-60-6
1-Kloro-3-metil-2-butena adalah senyawa organik yang diklasifikasikan sebagai kloroalkena. Senyawa ini memiliki atom klorin dan ikatan rangkap dalam strukturnya, yang memberikannya karakteristik reaktivitas yang unik. Senyawa ini biasanya disintesis melalui klorinasi 3-metil-2-butena. Rumus kimianya adalah C5H9Cl, dan memainkan peran penting dalam sintesis organik. Kehadiran halogen dan alkena menjadikannya zat perantara yang berharga untuk berbagai transformasi kimia, termasuk reaksi substitusi dan adisi.
-
2,2,2-TRIFLUOROETIL P-TOLUENESULFONAT CAS:433-06-7
2,2,2-Trifluoroetil p-toluenasulfonat adalah senyawa organofluorin dengan rumus kimia C10H10F3O3S. Senyawa ini memiliki gugus trifluoroetil yang terikat pada bagian p-toluenasulfonat. Senyawa ini dikenal karena reaktivitasnya dan berfungsi sebagai reagen yang berguna dalam sintesis organik. Kehadiran gugus trifluoroetil memberikan sifat elektronik yang unik, sehingga sangat berharga dalam reaksi yang melibatkan nukleofil. Biasanya disintesis dari asam p-toluenasulfonat dan agen trifluoroetilasi, senyawa ini memiliki aplikasi di berbagai bidang, khususnya di industri farmasi dan agrokimia.
