-
5-(4-Bromofenil)-4,6-dikloropirimidin CAS:146533-41-7
5-(4-Bromofenil)-4,6-dikloropirimidin adalah senyawa organik dengan rumus molekul C11H7BrCl2N4. Senyawa ini memiliki cincin pirimidin yang tersubstitusi pada posisi 5 dengan gugus 4-bromofenil dan pada posisi 4 dan 6 dengan atom klorin. Senyawa ini menarik perhatian di bidang kimia medisinal dan agrokimia karena potensi aktivitas biologisnya dan kegunaannya sebagai bahan dasar untuk mensintesis senyawa lain.
-
4(1H)-Pirimidinon, 5-(4-bromofenil)-6-hidroksi- CAS:706811-25-8
4(1H)-Pirimidinon, 5-(4-bromofenil)-6-hidroksi- adalah senyawa kimia yang termasuk dalam keluarga pirimidin. Senyawa ini memiliki struktur cincin pirimidinon dengan substitusi pada posisi 5 dan 6, khususnya gugus bromofenil dan gugus hidroksil. Senyawa ini telah menarik minat karena potensi aktivitas biologis dan aplikasinya dalam bidang farmasi, sehingga menjadi subjek penelitian dalam kimia medisinal.
-
N4-Benzoilsitosin CAS:26661-13-2
N4-Benzoylcytosine adalah turunan sintetis dari sitosin, yang dicirikan oleh penambahan gugus benzoil pada atom nitrogen di posisi 4. Modifikasi ini mengubah sifat kimia sitosin, berpotensi meningkatkan aktivitas biologisnya dan menjadikannya subjek yang menarik dalam kimia medisinal. Sebagai analog nukleobasa, N4-benzoylcytosine dapat berinteraksi dengan berbagai target biologis, memberikan wawasan tentang perilaku asam nukleat dan menawarkan jalan untuk pengembangan terapi.
-
1-Benzilimidazol CAS:4238-71-5
1-Benzilimidazol adalah senyawa organik dengan rumus molekul C9H9N2. Senyawa ini terdiri dari cincin imidazol beranggota lima yang disubstitusi dengan gugus benzil pada posisi 1. Cairan atau padatan tak berwarna hingga kuning muda ini dikenal karena sifat kimia dan reaktivitasnya yang beragam, menjadikannya zat perantara yang berguna dalam sintesis organik. 1-Benzilimidazol telah menarik minat di berbagai bidang, termasuk kimia medisinal, ilmu material, dan katalisis karena struktur unik dan potensi fungsionalnya.
-
1-Alilimidazol CAS:31410-01-2
1-Allilimidazol adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H8N2. Senyawa ini memiliki cincin imidazol beranggota lima yang tersubstitusi dengan gugus alil pada posisi 1. Cairan berwarna kuning pucat ini terkenal karena reaktivitasnya, terutama dalam berbagai aplikasi sintesis organik. Kehadiran gugus alil meningkatkan fleksibilitasnya dalam reaksi kimia, menjadikannya zat perantara penting dalam sintesis senyawa organik dan farmasi yang lebih kompleks.
-
1-Asetilimidazol CAS:2466-76-4
1-Asetilimidazol adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H6N2O. Senyawa ini memiliki cincin imidazol beranggota lima yang tersubstitusi dengan gugus asetil pada posisi 1. Senyawa ini biasanya berupa padatan kristal berwarna putih hingga kuning muda dan dikenal karena keserbagunaannya dalam sintesis kimia, khususnya dalam pengembangan obat-obatan dan bahan kimia pertanian. Sifat strukturalnya yang unik menjadikannya zat perantara penting dalam berbagai reaksi kimia, yang berkontribusi pada signifikansinya di bidang kimia organik.
-
Asam 2-kloro-3-(Metilsulfonil)benzoat CAS:106904-09-0
2-Asam kloro-3-(metilsulfonil)benzoat adalah senyawa aromatik yang memiliki gugus fungsional terklorinasi dan sulfonil pada kerangka asam benzoat. Dengan rumus molekul C8H9ClO3S, senyawa ini menunjukkan reaktivitas kimia yang signifikan karena adanya atom klorin dan gugus metilsulfonil. Senyawa ini telah menarik minat dalam penelitian farmasi dan aplikasi agrokimia karena potensi aktivitas biologisnya.
-
2,2′-Anhidro-5-metiluridin CAS:22423-26-3
2,2′-Anhidro-5-metiluridin adalah turunan nukleosida uridin yang dimodifikasi, yang memiliki ikatan anhidro antara posisi 2′ dan 2”, serta gugus metil pada posisi 5. Senyawa ini telah menarik minat di bidang biologi molekuler dan kimia medisinal karena sifat strukturalnya yang unik, yang dapat memengaruhi aktivitas biologis dan interaksinya dengan asam nukleat. Modifikasinya dapat memengaruhi stabilitas dan fungsi RNA, menjadikannya alat yang berharga untuk mempelajari perilaku asam nukleat.
-
(FORMILMETILENA)TRIFENILFOSFORANA CAS:2136-75-6
(Formilmetilen)trifenilfosforana adalah senyawa organofosfor yang dicirikan oleh rumus C19H17P. Senyawa ini memiliki struktur trifenilfosforana dengan gugus formilmetilen (-CHO-CH=), menjadikannya reagen serbaguna dalam sintesis organik. Senyawa ini tampak sebagai padatan berwarna putih hingga kuning pucat dan dikenal karena sifat nukleofiliknya yang kuat. Karena strukturnya yang khas, (formilmetilen)trifenilfosforana terutama digunakan dalam kimia organik sintetik, khususnya dalam pembentukan ikatan karbon-karbon dan sebagai blok pembangun untuk berbagai senyawa organik.
-
2-Metoksi-5-fluorourasil CAS:1480-96-2
2-Metoksi-5-fluorourasil adalah turunan pirimidin terfluorinasi dari urasil, yang dicirikan oleh adanya gugus metoksi pada posisi 2 dan atom fluorin pada posisi 5. Senyawa ini telah menarik minat yang signifikan dalam kimia medisinal karena potensinya sebagai agen antitumor. Modifikasi strukturnya memungkinkan untuk meningkatkan efektivitas kemoterapi tradisional sekaligus berpotensi mengurangi efek samping yang terkait dengan pengobatan konvensional.
-
Kalsium Propionat CAS:4075-81-4
Kalsium propionat adalah garam kalsium dari asam propanoat, yang diwakili oleh rumus kimia C6H10CaO4. Senyawa ini berbentuk bubuk kristal putih dan dikenal luas karena penggunaannya sebagai pengawet makanan dan agen antimikroba. Kalsium propionat secara efektif menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri, sehingga memperpanjang umur simpan makanan yang dipanggang dan berbagai produk makanan lainnya. Selain itu, senyawa ini juga berfungsi sebagai suplemen makanan untuk ternak, meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan hewan. Penerapannya dalam keamanan pangan, pertanian, dan nutrisi menyoroti pentingnya senyawa ini di berbagai industri.
-
Sulfasalazine CAS:599-79-1
Sulfasalazin adalah senyawa sintetis yang diklasifikasikan sebagai obat antirheumatik pengubah penyakit (DMARD) dengan rumus kimia C₁₄H₁₃N₄O₅S. Awalnya dikembangkan untuk mengobati artritis reumatoid, kini terutama digunakan untuk mengelola penyakit radang usus seperti kolitis ulserativa dan penyakit Crohn. Sulfasalazin bekerja dengan memodulasi respons inflamasi, menghambat sintesis leukotrien, dan menunjukkan sifat antibakteri. Efektivitasnya dalam mengurangi gejala dan mempertahankan remisi telah menjadikannya landasan dalam pengelolaan kondisi kronis ini, sementara efek sampingnya memerlukan pemantauan yang cermat.
