-
BCIP-Toluidin)5-Bromo-4-kloro-3-indolilfosfat-garam p-toluidin CAS:6578-06-9
BCIP-Toluidine, juga dikenal sebagai garam 5-Bromo-4-chloro-3-indolylphosphate-p-toluidine, adalah senyawa kimia yang umum digunakan dalam penelitian biologi molekuler dan biokimia. Senyawa ini terutama digunakan sebagai substrat dalam uji imunosorben terkait enzim (ELISA) atau teknik pewarnaan imunohistokimia untuk mendeteksi aktivitas alkalin fosfatase.
Ketika BCIP-Toluidine dipecah oleh fosfatase alkali, ia mengalami reaksi perubahan warna, menghasilkan endapan biru-ungu. Reaksi ini memungkinkan visualisasi dan kuantifikasi aktivitas fosfatase alkali dalam sampel. Intensitas warna dapat diukur secara spektrofotometri dan berbanding lurus dengan aktivitas enzim.
Penggunaan BCIP-Toluidine sebagai substrat sangat umum dalam aplikasi yang melibatkan pelabelan DNA atau RNA, seperti hibridisasi in situ (ISH) atau Southern dan Northern blotting. Metode ini memberikan cara yang andal dan sensitif untuk mendeteksi keberadaan asam nukleat target dalam sampel.
-
3-Aminoftalhidrazida CAS:521-31-3
3-Aminophthalhydrazide adalah senyawa kimia dengan rumus molekul C8H8N2O. Senyawa ini disebut sebagai turunan aminohidrazida dari asam ftalat. Senyawa ini terdiri dari kerangka asam ftalat dengan dua atom hidrogen yang digantikan oleh gugus amino dan gugus hidrazin.
3-Aminoftalhidrazida memiliki berbagai aplikasi di bidang kimia organik dan kedokteran. Senyawa ini dapat digunakan sebagai bahan awal dalam sintesis berbagai senyawa farmasi dan pewarna. Selain itu, senyawa ini sering digunakan dalam pembuatan basa Schiff, yang merupakan zat perantara penting dalam sintesis organik.
-
4-Aminoantipyrine CAS:83-07-8
4-Aminoantipyrine, juga dikenal sebagai aminoantipyrine atau aminopyrine, adalah senyawa organik sintetis. Senyawa ini umumnya digunakan sebagai reagen dalam kimia analitik dan industri farmasi. Struktur kimianya terdiri dari cincin aromatik dengan gugus amino (NH2) dan gugus pirazolon, menjadikannya senyawa serbaguna untuk berbagai aplikasi.
Dalam kimia analitik, 4-Aminoantipyrine banyak digunakan sebagai reagen kromogenik dalam uji kolorimetri. Senyawa ini bereaksi dengan zat-zat tertentu, seperti fenol dan peroksida, untuk membentuk kompleks berwarna yang dapat diukur secara spektrofotometri. Sifat ini membuatnya berguna dalam berbagai uji, termasuk penentuan enzim seperti peroksidase, glukosa, dan amilase.
Dalam industri farmasi, 4-Aminoantipyrine secara historis telah digunakan sebagai obat analgesik dan antipiretik. .
-
TAPS-NA CAS:91000-53-2 Harga Pabrikan
Garam natrium asam N-[Tris(hidroksimetil)metil]-3-aminopropanasulfonat, juga dikenal sebagai TAPS-Na, adalah senyawa kimia yang umum digunakan sebagai agen penyangga dalam berbagai aplikasi biologi dan biokimia. Senyawa ini merupakan senyawa zwitterionik, artinya memiliki muatan positif dan negatif, yang membantu menjaga pH stabil dalam larutan.
TAPS-Na memiliki rentang pH sekitar 7,7 hingga 9,1, sehingga cocok untuk aplikasi yang membutuhkan lingkungan pH yang sedikit basa. Larutan ini sering digunakan dalam penelitian protein dan enzim, serta dalam teknik biologi molekuler seperti elektroforesis gel dan pengurutan DNA.
Sebagai garam natrium, TAPS-Na sangat larut dalam air, yang memungkinkan persiapan larutan penyangga dengan mudah. Senyawa ini dikenal karena toksisitasnya yang rendah dan gangguan minimal terhadap molekul biologis, menjadikannya pilihan yang disukai untuk banyak eksperimen.
-
5,5-Ditiobis(2-nitrobenzoat) CAS:69-78-3
5,5-Dithiobis(2-nitrobenzoic acid), juga dikenal sebagai DTNB atau reagen Ellman, adalah senyawa kimia yang umum digunakan dalam penelitian biokimia dan farmasi. Senyawa ini berupa bubuk kristal berwarna kuning yang sangat larut dalam air dan pelarut organik.
DTNB terutama digunakan untuk mengukur konsentrasi gugus sulfhidril (-SH) dalam protein dan peptida. Senyawa ini bereaksi dengan tiol, menghasilkan pembentukan disulfida campuran dan melepaskan 2-nitro-5-tiobenzoat, yang memiliki warna kuning yang dapat diukur secara spektrofotometri. Dengan mengukur intensitas warna kuning, dimungkinkan untuk memperkirakan konsentrasi tiol dalam sampel. Teknik ini sering digunakan untuk mempelajari interaksi protein-protein, pelipatan protein, dan reaksi enzimatik yang melibatkan gugus tiol.
Selain untuk kuantifikasi tiol, DTNB telah digunakan dalam aplikasi lain, seperti mengevaluasi keadaan redoks sel, mempelajari stabilitas senyawa logam-sulfur, dan mengukur aktivitas berbagai enzim.
-
FENOLFTALEIN MONOPOSFAT BIS(SIKLOHEKSILAMMONIUM) GARAM CAS:14815-59-9
Garam disikloheksilamonium fenolftalein monofosfat adalah senyawa kimia yang berasal dari fenolftalein, indikator pH yang umum digunakan di laboratorium. Bentuk garam disikloheksilamonium dari fenolftalein monofosfat sering digunakan sebagai reagen analitik dalam penelitian biokimia dan biologi molekuler. Senyawa ini terutama digunakan dalam eksperimen atau pengujian untuk mendeteksi dan mengukur keberadaan enzim tertentu, termasuk enzim yang terlibat dalam hidrolisis ATP (adenosin trifosfat) atau aktivitas fosfatase. Sifatnya yang unik menjadikannya alat yang berguna dalam investigasi ilmiah yang berkaitan dengan kinetika enzim dan proses seluler..
-
NSP-SA-NHS CAS:199293-83-9 Harga Pabrikan
NSP-SA-NHS adalah senyawa yang terdiri dari N-succinimidyl-6-(3′-pyridyldithio)hexanoate (NSP) dan N-hydroxysuccinimide (NHS). Senyawa ini umumnya digunakan sebagai agen penghubung silang dalam reaksi biokonjugasi, khususnya untuk menghubungkan peptida, protein, atau molekul lain yang mengandung amina ke permukaan atau molekul lain. Gugus NSP memungkinkan pembentukan ikatan tioester yang stabil dengan molekul target, sedangkan gugus NHS memungkinkan reaksi selanjutnya dengan amina primer. NSP-SA-NHS banyak digunakan dalam berbagai penelitian dan aplikasi biomedis, termasuk persiapan uji imunologi, pelabelan antibodi, studi interaksi protein-protein, dan imobilisasi protein.
-
Garam Natrium Asam N-(1-Naftil)-3-aminopropanasulfonat CAS:104484-71-1
Indikator pH: Senyawa ini menunjukkan perubahan warna yang bergantung pada pH, sehingga menjadikannya indikator pH yang berguna dalam berbagai pengujian dan eksperimen. Senyawa ini dapat digunakan untuk memantau perubahan pH dalam sampel biologis, reaksi kimia, dan sistem lainnya.
Probe Fluoresen: Garam natrium asam N-(1-Naftil)-3-aminopropanasulfonat memiliki sifat fluoresensi inheren, sehingga cocok untuk studi berbasis fluoresensi dan aplikasi pelabelan. Senyawa ini dapat diintegrasikan ke dalam teknik analitik untuk memvisualisasikan dan melacak molekul biologis atau struktur seluler.
Pengujian Enzim: Senyawa ini sering digunakan sebagai substrat atau inhibitor dalam pengujian enzim, terutama yang melibatkan gugus sulfonat atau aktivitas enzim yang dipengaruhi oleh perubahan pH. Senyawa ini dapat membantu peneliti mempelajari kinetika enzim, mekanisme inhibisi, dan interaksi enzim-substrat.
Komponen Buffer: Garam natrium asam N-(1-Naftil)-3-aminopropanasulfonat dapat digunakan sebagai komponen sistem buffer tertentu, terutama yang membutuhkan gugus asam sulfonat atau rentang pH tertentu. Senyawa ini berkontribusi dalam menjaga kondisi pH optimal dalam pengaturan eksperimental.
Sintesis Kimia: Karena struktur kimianya yang unik, garam natrium asam N-(1-Naftil)-3-aminopropanasulfonat dapat berfungsi sebagai blok bangunan atau bahan awal untuk mensintesis berbagai molekul organik atau senyawa farmasi.
-
Asam N-(2-Asetamida)iminodiasetat CAS:26239-55-4
Asam N-(2-asetamido)iminodiasetat adalah senyawa yang termasuk dalam kelas asam amino yang dikenal sebagai agen pengkelat. Senyawa ini umumnya digunakan sebagai agen pengkompleks, khususnya dalam aplikasi medis dan industri. Senyawa ini memiliki sifat pengkelat logam yang sangat baik, artinya dapat membentuk kompleks stabil dengan berbagai ion logam dengan berkoordinasi dengannya melalui gugus fungsionalnya..
-
Dinatrium 4-nitrofenilfosfat CAS:4264-83-9
Dinatrium 4-nitrofenilfosfat adalah senyawa kimia dengan rumus molekul C6H4NO6PNa2. Senyawa ini berupa bubuk kristal halus yang biasanya digunakan dalam penelitian biologi dan aplikasi biologi molekuler. Senyawa ini sering digunakan sebagai substrat dalam uji enzim, khususnya untuk enzim fosfatase. Senyawa ini diketahui mengalami hidrolisis dalam larutan berair, yang mengakibatkan pelepasan ion fosfat bebas.
-
6-metoksikuinolin CAS:5263-87-6
6-Metoksikuinolin adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H9NO. Senyawa ini merupakan senyawa aromatik heterosiklik yang terdiri dari cincin kuinolin yang menyatu dengan gugus metoksi pada posisi 6.
Senyawa ini memiliki berbagai aplikasi dalam sintesis organik dan kimia medisinal. Senyawa ini dapat berfungsi sebagai bahan dasar untuk sintesis turunan kuinolin lainnya dan senyawa terkait.
Dalam kimia medisinal, 6-Metoksikuinolin telah menunjukkan potensi aktivitas farmakologis. Senyawa ini telah dipelajari karena sifat antimikroba, antimalaria, dan antikankernya..
-
4-Benzilamino-7-nitrobenz-2-oksa-1,3-diazol CAS:18378-20-6
4-Benzilamino-7-nitrobenz-2-oksa-1,3-diazol adalah senyawa kimia dengan rumus molekul C14H11N5O3. Senyawa ini merupakan senyawa heterosiklik yang mengandung cincin diazol yang menyatu dengan cincin benzena. Senyawa ini dikenal karena sifat fluoresensinya dan sering digunakan sebagai pewarna fluoresen dalam penelitian biologi dan aplikasi pencitraan. Gugus benzilamino yang terikat pada cincin diazol meningkatkan kelarutan dan stabilitasnya. Gugus nitro dan atom oksa (oksigen) dalam cincin diazol berkontribusi pada sifat kimia dan fisikanya yang unik.
