Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Bahan Kimia Halus

  • Asam 2-aminonikotinat CAS:5345-47-1

    Asam 2-aminonikotinat CAS:5345-47-1

    Asam 2-aminonikotinat adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H6N2O2. Senyawa ini merupakan turunan dari asam nikotinat, yang dibedakan oleh adanya gugus amino (-NH2) pada posisi kedua cincin piridin. Modifikasi struktural ini memberikan sifat kimia dan aktivitas biologis yang unik pada senyawa tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa asam 2-aminonikotinat berpotensi memiliki aplikasi terapeutik, termasuk efek antiinflamasi dan antimikroba. Selain itu, kemampuannya sebagai blok pembangun dalam sintesis organik meningkatkan signifikansinya dalam kimia medisinal, membuka jalan bagi pengembangan molekul bioaktif baru dengan khasiat yang lebih baik.

  • Asam 5-aminonikotinat CAS:24242-19-1

    Asam 5-aminonikotinat CAS:24242-19-1

    Asam 5-aminonikotinat adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H6N2O2. Senyawa ini merupakan turunan dari asam nikotinat, yang memiliki gugus amino (-NH2) pada posisi kelima cincin piridin. Modifikasi struktural ini memberikan sifat kimia yang unik dan potensi aktivitas biologis. Penelitian menunjukkan bahwa asam 5-aminonikotinat dapat menunjukkan berbagai efek farmakologis, termasuk sifat antiinflamasi, antimikroba, dan neuroprotektif. Perannya sebagai blok pembangun dalam sintesis organik menjadikannya berharga untuk pengembangan obat-obatan baru, meningkatkan signifikansinya dalam kimia medisinal dan memberikan jalan baru untuk eksplorasi terapeutik.

  • 4-ACETOXYACETOPHENONE CAS:13031-43-1

    4-ACETOXYACETOPHENONE CAS:13031-43-1

    4-Acetooxyacetophenone, juga dikenal sebagai 4-acetoxy-1-phenylethanone, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H10O3. Senyawa ini memiliki gugus acetoxy yang terikat pada struktur acetophenone, sehingga memberikan sifat kimia yang unik. Senyawa ini terutama digunakan dalam sintesis organik dan memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, agrokimia, dan produksi pewarna. Reaktivitasnya memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi sintesis, termasuk asilasi dan esterifikasi. Turunan senyawa ini telah menarik minat dalam kimia medisinal karena potensi aktivitas biologisnya. Penelitian yang sedang berlangsung terus mengeksplorasi penggunaannya dalam berbagai aplikasi industri dan kontribusinya dalam pengembangan agen terapeutik baru.

  • 3,3-Dimetilbutiril klorida CAS:7065-46-5

    3,3-Dimetilbutiril klorida CAS:7065-46-5

    3,3-Dimetilbutiril klorida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H13ClO. Senyawa ini merupakan asil klorida yang berasal dari asam 3,3-dimetilbutirat, terbentuk dengan mengganti gugus hidroksil asam karboksilat dengan atom klorin. Senyawa ini memainkan peran penting dalam sintesis organik, bertindak sebagai zat perantara reaktif dalam berbagai reaksi kimia, khususnya proses asilasi. Struktur bercabangnya memengaruhi reaktivitas dan aplikasinya dalam produksi ester dan amida. Selain itu, 3,3-dimetilbutiril klorida bermanfaat dalam bidang farmasi dan agrokimia, serta terkenal karena potensinya untuk menciptakan beragam senyawa kimia.

  • 2,2-Dimetil-1,3-dioksolana-4-metanol CAS:100-79-8

    2,2-Dimetil-1,3-dioksolana-4-metanol CAS:100-79-8

    2,2-Dimetil-1,3-dioksolana-4-metanol adalah senyawa organik yang dicirikan oleh struktur cincin dioksolana dengan dua gugus metil pada karbon kedua dan gugus hidroksimetil pada posisi keempat. Rumus molekulnya adalah C7H14O3. Senyawa ini menarik dalam kimia organik sintetik karena potensi aplikasinya sebagai blok bangunan untuk molekul yang lebih kompleks. Kehadiran cincin dioksolana dan gugus hidroksimetil fungsional berkontribusi pada reaktivitasnya yang unik, sehingga bermanfaat dalam berbagai reaksi, termasuk substitusi nukleofilik dan interkonversi gugus fungsional, sehingga berperan dalam ilmu farmasi dan material.

  • Asam 3,3-Dimetilbutirat CAS:1070-83-3

    Asam 3,3-Dimetilbutirat CAS:1070-83-3

    Asam 3,3-dimetilbutirat adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H14O2. Senyawa ini memiliki struktur bercabang di mana dua gugus metil terikat pada atom karbon pusat dari kerangka asam butirat. Asam karboksilat ini terkenal karena percabangannya yang unik, yang memengaruhi sifat fisik dan kimianya. Senyawa ini berperan penting sebagai blok pembangun dalam sintesis organik, khususnya dalam bidang farmasi dan agrokimia. Senyawa ini juga dapat digunakan untuk mempelajari jalur metabolisme dan mekanisme enzim. Toksisitasnya yang relatif rendah dan kemudahan penanganannya membuatnya cocok untuk berbagai aplikasi industri.

  • 1-Kloroetil etil karbonat CAS:50893-36-2

    1-Kloroetil etil karbonat CAS:50893-36-2

    1-Kloroetil etil karbonat adalah senyawa organik dengan rumus molekul C5H11ClO3. Senyawa ini memiliki gugus kloroetil yang terikat pada bagian etil karbonat. Senyawa ini tampak sebagai cairan tidak berwarna dan memiliki reaktivitas yang signifikan karena adanya gugus fungsional klorin dan karbonat. Struktur uniknya menjadikannya berharga dalam berbagai aplikasi sintesis, khususnya dalam sintesis organik dan produksi bahan kimia khusus.

     

  • Piperonil aldehida CAS:120-57-0

    Piperonil aldehida CAS:120-57-0

    Piperonil aldehida, juga dikenal sebagai 3,4-metilendioksibenzaldehida, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H10O3. Senyawa ini memiliki gugus fungsi benzaldehida yang terikat pada bagian piperonil, yang ditandai dengan gugus metilendioksi pada cincin aromatik. Senyawa ini tampak sebagai cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dan memiliki aroma bunga yang menyenangkan dan manis, mengingatkan pada melati atau lavender. Piperonil aldehida banyak digunakan dalam industri wewangian dan perasa karena profil aromanya yang diinginkan dan juga digunakan sebagai zat perantara dalam sintesis organik.

  • Benzofuroxan CAS:480-96-6

    Benzofuroxan CAS:480-96-6

    Benzofuroksan adalah senyawa organik yang dicirikan oleh struktur benzena dan furoksan yang menyatu, dengan rumus molekul C8H5N3O2. Senyawa heterosiklik ini memiliki gugus nitro yang terikat pada bagian furoksan, yang berkontribusi pada sifat kimianya yang unik. Benzofuroksan muncul sebagai padatan kristal kuning dan dikenal karena potensi aplikasinya di berbagai bidang, termasuk kimia medisinal dan ilmu material. Reaktivitasnya yang menarik dan fleksibilitas strukturnya menjadikannya blok bangunan yang berharga dalam kimia organik sintetik.

  • Asam 2-Kloro-5-metilpiridin-3-karboksilat CAS:66909-30-6

    Asam 2-Kloro-5-metilpiridin-3-karboksilat CAS:66909-30-6

    2-Asam kloro-5-metilpiridin-3-karboksilat adalah senyawa organik dengan rumus molekul C7H6ClN. Senyawa ini memiliki cincin piridin dengan atom klorin pada posisi 2, gugus metil pada posisi 5, dan gugus fungsi asam karboksilat (-COOH) pada posisi 3. Senyawa ini biasanya berbentuk padat dan terkenal karena reaktivitasnya yang tinggi berkat adanya gugus fungsi halogen dan asam karboksilat, sehingga sangat berharga dalam berbagai aplikasi sintesis, khususnya di bidang farmasi dan agrokimia.

     

  • 2,4-Dimetoksibenzaldehida CAS:613-45-6

    2,4-Dimetoksibenzaldehida CAS:613-45-6

    2,4-Dimetoksibenzaldehida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C10H12O3. Senyawa ini memiliki gugus benzaldehida yang tersubstitusi dengan dua gugus metoksi pada posisi 2 dan 4 pada cincin aromatik. Senyawa ini tampak sebagai cairan atau padatan berwarna kuning pucat dan memiliki aroma yang menyenangkan, mengingatkan pada vanili atau rempah-rempah manis. Struktur dan gugus fungsionalnya yang unik menjadikannya zat perantara yang berharga dalam sintesis organik dan berbagai aplikasi dalam industri kimia dan wewangian.

  • 5,6-DICHLORO-3-PYRIDINEMETHANOL CAS:54127-30-9

    5,6-DICHLORO-3-PYRIDINEMETHANOL CAS:54127-30-9

    5,6-Dikloro-3-piridinmetanol adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H5Cl2N. Senyawa ini memiliki cincin piridin yang tersubstitusi dengan dua atom klorin pada posisi 5 dan 6 serta gugus hidroksimetil (-CH2OH) pada posisi 3. Biasanya tampak sebagai padatan berwarna putih hingga putih kekuningan, senyawa ini menunjukkan reaktivitas yang cukup tinggi karena adanya gugus fungsional halogen dan alkohol, sehingga sangat berharga dalam berbagai aplikasi sintesis kimia, khususnya dalam bidang farmasi dan agrokimia.