-
1-Heksadesilamina CAS:143-27-1
1-Heksadesilamina, juga dikenal sebagai setilamina, adalah senyawa organik. Senyawa ini termasuk dalam kelas amina lemak, yang terdiri dari rantai panjang gugus asam lemak 16 karbon. Rumus kimianya adalah C16H35NH2.
-
(Z)-N-(3-aminopropil)-N'-9-oktadesenilpropana-1,3-diamina CAS:28872-01-7
(Z)-N-(3-aminopropil)-N'-9-oktadesenilpropana-1,3-diamina, juga dikenal sebagai erucylamine-ED3A, adalah senyawa organik. Strukturnya terdiri dari amina lemak rantai panjang dengan 98 karbon dan dua gugus aminopropil etilendiamina. Rumus kimianya adalah C39H80N4.
-
(R)-(-)-O-formilmandeloil klorida CAS:29169-64-0
(R)-(-)-O-formilmandeloil klorida adalah senyawa organik yang dicirikan oleh konfigurasi (R) dan adanya gugus formil yang terikat pada bagian mandeloil klorida. Rumus kimianya adalah C9H7ClO2.
-
N,N-dimetiltetradekilamina CAS:112-75-4
N,N-dimetiltetradekilamina adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelas amina tersier. Senyawa ini terdiri dari dua gugus metil yang terikat pada rantai tetradecil, dengan rumus kimia C16H35N(CH3)2.
-
(R)-(+)-mandelonitrile CAS:10020-96-9
(R)-(+)-mandelonitril adalah senyawa organik yang dicirikan oleh konfigurasi (R) dan adanya gugus nitril yang terikat pada bagian asam mandelat. Rumus kimianya adalah C8H7NO.
-
Asam 2-Bromo-6-metilbenzoat CAS:90259-31-7
2-Asam bromo-6-metilbenzoat adalah senyawa organik dengan rumus molekul C8H7BrO2. Senyawa ini berupa padatan kristal putih yang umum digunakan dalam sintesis organik karena reaktivitasnya dan aplikasinya dalam penelitian kimia dan proses industri.
-
4-Bromo-2,6-dimetilfenol CAS:2374-05-2
4-Bromo-2,6-dimetilfenol adalah senyawa organik yang ditandai dengan adanya atom bromin yang tersubstitusi pada posisi 4 dari molekul 2,6-dimetilfenol. Rumus kimianya adalah C8H9BrO.
-
Asam 2-Metil-3-nitrobenzoat CAS:1975-50-4
2-Asam metil-3-nitrobenzoat adalah senyawa organik dengan rumus molekul C8H7NO4. Senyawa ini berupa padatan kristal kuning yang umum digunakan dalam sintesis organik karena reaktivitasnya dan aplikasinya dalam penelitian kimia dan pengembangan farmasi.
-
Asam (S)-(-)-α-metoksifenilasetat CAS:26164-26-1
(S)Asam -(-)-α-metoksifenilasetat adalah senyawa organik dengan struktur kimia C9H10O3. Senyawa ini merupakan senyawa kiral dengan rotasi optik spesifik dan umum digunakan dalam sintesis organik dan penelitian farmasi karena sifat-sifatnya yang unik.
-
tert-butil H-pirazolo[1,5-a]piridin-3-ilkarbamat CAS:1416374-97-4
tert-Butil H-pirazolo[1,5-a]piridin-3-ilkarbamat, dengan rumus molekul C12H16N4O2, adalah senyawa kimia penting dalam sintesis organik dan kimia medisinal. Struktur uniknya menawarkan aplikasi serbaguna dalam industri farmasi dan agrokimia. Berfungsi sebagai zat perantara yang penting, senyawa ini membantu dalam sintesis berbagai molekul aktif biologis, berkontribusi pada kemajuan dalam penemuan obat. Fleksibilitas struktural dan reaktivitasnya menjadikannya sangat diperlukan dalam sintesis obat-obatan dan agrokimia.
-
tert-Butil cis-4-amino-3-metoksipiperidin-1-karboksilat hidroklorida CAS:1956322-29-4
Tert-Butil cis-4-amino-3-metoksipiperidin-1-karboksilat hidroklorida, dengan rumus molekul C11H23ClN2O3, adalah senyawa kimia penting yang digunakan dalam penelitian farmasi dan sintesis organik. Struktur uniknya menawarkan aplikasi serbaguna dalam kimia medisinal dan industri agrokimia. Berfungsi sebagai zat perantara penting, senyawa ini membantu dalam sintesis berbagai molekul aktif biologis, berkontribusi pada kemajuan dalam penemuan obat. Fleksibilitas struktural dan reaktivitasnya menjadikannya sangat diperlukan dalam sintesis obat-obatan dan agrokimia.
-
Metil 4-kuinolinakarboksilat CAS:21233-61-4
Metil 4-kuinolinakarboksilat, dengan rumus molekul C11H9NO2, adalah senyawa kimia yang banyak digunakan dalam penelitian farmasi dan sintesis organik. Kerangka kuinolinnya memberikan sifat unik yang cocok untuk aplikasi kimia medisinal. Sebagai zat perantara utama, senyawa ini memfasilitasi sintesis berbagai molekul aktif biologis, berkontribusi pada kemajuan dalam penemuan dan pengembangan obat. Fleksibilitas dan kemudahan sintesisnya menjadikannya komponen penting dalam sintesis obat-obatan dan agrokimia.
