-
N-Etilpiperazin CAS:5308-25-8
N-Etilpiperazin adalah senyawa organik cair dengan rumus molekul C6H14N2. Senyawa ini berupa cairan tidak berwarna dengan bau samar seperti amina.
-
seng bis(benzensulfinat) CAS:24308-84-7
Seng bis(benzensulfinat) adalah senyawa koordinasi yang terdiri dari seng dan ligan asam benzensulfinat. Senyawa ini umumnya digunakan sebagai sumber seng dalam berbagai reaksi dan aplikasi kimia karena stabilitas dan reaktivitasnya. Senyawa ini memainkan peran penting dalam sintesis organik dan kimia koordinasi, berfungsi sebagai sumber seng serbaguna untuk pembuatan molekul kompleks dan kompleks koordinasi.
-
Metil 6-kloronikotinat CAS:73781-91-6
Metil 6-kloronikotinat adalah senyawa organik yang memiliki gugus nikotinat dengan atom klorin yang terikat pada posisi 6 cincin piridin. Strukturnya memungkinkan berbagai reaksi kimia, menjadikannya zat perantara yang berharga dalam sintesis organik.
-
Oxine-Copper CAS:10380-28-6
Oxine-Copper adalah senyawa kimia yang terdiri dari oksin (8-kuinolinol) dan tembaga. Sebagai kompleks koordinasi, senyawa ini memiliki sifat antijamur dan antimikroba karena efek sinergis dari komponen oksin dan tembaga. Oxine-Copper menunjukkan spektrum aktivitas yang luas terhadap berbagai jamur dan bakteri, menjadikannya senyawa yang berharga dalam berbagai aplikasi.
-
N-Metilpiperazin CAS:109-01-3
N-Metilpiperazin adalah senyawa organik cair dengan rumus molekul C5H12N2.
-
Asam 5,6-Dikloronikotinat CAS:41667-95-2
Asam 5,6-dikloronikotinat adalah senyawa organoklorin dengan inti asam nikotinat yang disubstitusi dengan dua atom klorin pada posisi 5 dan 6. Turunan ini menunjukkan stabilitas kimia yang lebih baik dan aktivitas biologis yang berbeda dibandingkan dengan senyawa induknya.
-
ASAM 5,6-DIBROMOPIRIDIN-3-KARBOKSILAT CAS:29241-64-3
Asam 5,6-dibromopiridin-3-karboksilat adalah senyawa organik yang dicirikan oleh cincin piridin yang disubstitusi dengan dua atom bromin pada posisi 5 dan 6 serta gugus asam karboksilat pada posisi 3. Senyawa ini dikenal karena reaktivitas dan stabilitasnya yang meningkat karena adanya atom bromin.
-
4-Metoksibenzensulfonil klorida CAS:98-68-0
4-Metoksibenzensulfonil klorida adalah senyawa kimia yang mengandung gugus metoksi dan gugus fungsional sulfonil klorida yang terikat pada cincin benzena. Senyawa ini reaktif dan serbaguna, digunakan dalam sintesis organik untuk memasukkan gugus sulfonamida ke dalam molekul. Senyawa ini dikenal karena reaktivitasnya dan kemampuannya untuk secara selektif mendervatisasi senyawa aromatik, sehingga berharga dalam pembuatan berbagai zat perantara farmasi dan molekul fungsional.
-
Asam 2-kloronikotinat CAS:2942-59-8
2-Asam kloronikotinat adalah senyawa kimia dengan rumus molekul C6H3Cl2NO2. Senyawa ini berupa padatan kristal putih dengan gugus fungsional kloro dan asam karboksilat yang terikat pada struktur asam nikotinat. Senyawa ini dikenal karena reaktivitasnya yang serbaguna dan aplikasinya dalam sintesis organik, farmasi, dan pertanian.
-
Asam 2,5-Dikloronikotinat CAS:59782-85-3
Asam 2,5-dikloronikotinat adalah turunan terklorinasi dari asam nikotinat, yang memiliki dua atom klorin yang tersubstitusi pada posisi 2 dan 5 dari cincin piridin. Senyawa ini menunjukkan stabilitas kimia yang lebih baik dan aktivitas biologis yang berbeda dibandingkan dengan senyawa induknya.
-
5-Bromo-2,2-difluorobenzodioxole CAS:33070-32-5
5-Bromo-2,2-difluorobenzodioxole adalah senyawa organik dengan struktur unik yang terdiri dari inti benzodioxole yang disubstitusi dengan atom bromin pada posisi 5 dan dua atom fluorin pada posisi 2. Senyawa ini menunjukkan sifat kimia yang menarik, termasuk peningkatan reaktivitas dan stabilitas karena adanya atom bromin dan atom fluorin.
-
Dihidrokapsaisin CAS:19408-84-5
Dihidrokapsaisin adalah senyawa kimia yang ditemukan dalam cabai, dikenal karena rasa pedasnya yang lebih ringan dibandingkan kapsaisin. Senyawa ini merupakan turunan dari kapsaisin dan berkontribusi pada sensasi pedas pada cabai tetapi kurang kuat. Dihidrokapsaisin sering digunakan dalam penelitian dan aplikasi farmasi karena kemiripan strukturnya dengan kapsaisin.
