Siprofloksasin CAS:85721-33-1
Ciprofloxacin umumnya diresepkan untuk infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi tulang dan sendi, dan penyakit menular seksual tertentu. Obat ini juga digunakan dalam pencegahan dan pengobatan antraks dan infeksi bakteri serius lainnya. Pasien harus mengonsumsi ciprofloxacin sesuai petunjuk dokter, biasanya dengan segelas penuh air dan tanpa makanan untuk mengoptimalkan penyerapan. Dosis dan durasi pengobatan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan infeksi, serta faktor individu pasien seperti usia, berat badan, dan fungsi ginjal. Penting untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan ciprofloxacin sesuai petunjuk, meskipun gejala membaik sebelum pengobatan selesai, untuk memastikan infeksi benar-benar diberantas dan mencegah perkembangan bakteri resisten antibiotik. Pasien tidak boleh berbagi ciprofloxacin dengan orang lain atau menggunakannya untuk kondisi yang tidak diresepkan. Meskipun umumnya ditoleransi dengan baik, ciprofloxacin dapat menyebabkan efek samping seperti mual, diare, pusing, dan fotosensitivitas. Jika terjadi gejala yang mengkhawatirkan atau reaksi parah, pasien harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan panduan dan kemungkinan penyesuaian pengobatan. Secara keseluruhan, siprofloksasin memainkan peran penting dalam memerangi infeksi bakteri bila digunakan dengan tepat dan di bawah pengawasan medis.
| Komposisi | C17H18FN3O3 |
| Pengujian | 99% |
| Penampilan | bubuk putih |
| Nomor CAS | Nomor telepon 85721-33-1 |
| Sedang mengemas | Kecil dan besar |
| Masa Simpan | 2 tahun |
| Penyimpanan | Simpan di tempat yang sejuk dan kering. |
| Sertifikasi | ISO. |








