Vanili CAS:121-33-5
Vanilin, yang biasa disebut vanili buatan, banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman sebagai penambah rasa. Ia memberikan aroma dan rasa yang kaya dan manis pada berbagai macam produk, termasuk makanan panggang, permen, es krim, minuman, dan makanan gurih. Profil rasanya yang menyenangkan dan familiar menjadikannya pilihan populer untuk menambahkan rasa seperti vanili pada berbagai kreasi kuliner. Lebih lanjut, vanilin berperan sebagai bahan utama dalam industri wewangian dan parfum. Sifat aromatiknya dimanfaatkan untuk memberikan aroma hangat dan familiar pada parfum, produk perawatan pribadi, penyegar udara, dan barang-barang rumah tangga. Fleksibilitas vanilin memungkinkannya untuk berkontribusi pada spektrum aroma yang luas, mulai dari wewangian manis dan gurih hingga aroma bunga dan kayu. Selain itu, vanilin juga digunakan dalam industri farmasi dan kosmetik karena sifat wewangian dan penyedap rasanya. Ia digunakan dalam produk perawatan mulut, sirup obat, dan formulasi topikal untuk meningkatkan cita rasa dan aroma. Selain itu, sifat antioksidan vanillin telah mendorong eksplorasinya sebagai bahan potensial dalam produk perawatan kulit dan nutrasetika, yang berkontribusi pada beragam aplikasinya. Secara keseluruhan, penggunaan vanillin yang luas sebagai agen perasa dan pewangi menggarisbawahi signifikansinya dalam industri makanan, minuman, wewangian, dan perawatan pribadi, yang berkontribusi pada pengalaman sensorik dan daya tarik konsumen dari berbagai macam produk.
| Komposisi | C8H8O3 |
| Pengujian | 99% |
| Penampilan | Bubuk putih |
| Nomor CAS | 121-33-5 |
| Sedang mengemas | Kecil dan besar |
| Masa Simpan | 2 tahun |
| Penyimpanan | Simpan di tempat yang sejuk dan kering. |
| Sertifikasi | ISO. |








