-
Furan-2,5-dikarbaldehida CAS:823-82-5
Furan-2,5-dikarbaldehida adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H4O2, yang dicirikan oleh keberadaan dua gugus fungsi aldehida pada posisi 2 dan 5 dari cincin furan. Senyawa ini tampak sebagai cairan berwarna kuning hingga cokelat dan memiliki sifat aromatik yang khas. Senyawa ini berfungsi sebagai blok bangunan serbaguna dalam sintesis organik karena reaktivitasnya yang unik, memungkinkan pembentukan berbagai turunan. Struktur kimianya memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi, sehingga menjadikannya berharga di bidang ilmu material, farmasi, dan kimia polimer.
-
n-Tetradekana (pcm6) CAS:629-59-4
n-Tetradekana, dengan rumus kimia C14H30, adalah hidrokarbon rantai lurus jenuh yang termasuk dalam seri alkana. Senyawa ini tampak sebagai cairan tidak berwarna pada suhu kamar dan memiliki titik leleh sekitar 5,3 °C dan titik didih sekitar 252 °C. Senyawa ini terutama berasal dari minyak bumi dan digunakan dalam berbagai aplikasi karena stabilitas dan sifat hidrofobiknya. Sebagai komponen kunci dalam banyak proses industri, n-tetradekana berfungsi sebagai bahan referensi dalam material perubahan fasa (PCM), membantu dalam penyimpanan dan pengelolaan energi termal.
-
3-Amino-4-bromopirazol CAS:16461-94-2
3-Amino-4-bromopirazol adalah turunan pirazol yang memiliki gugus amino dan atom bromin masing-masing pada posisi 3 dan 4. Senyawa ini memiliki rumus molekul C3H4BrN3 dan dikenal karena potensi aplikasinya dalam kimia medisinal. Senyawa ini menunjukkan aktivitas biologis yang menarik, menjadikannya kerangka kerja yang berharga untuk pengembangan obat-obatan. Fitur strukturalnya yang unik berkontribusi pada reaktivitas dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai transformasi kimia, yang menjadikannya blok bangunan penting dalam sintesis molekul yang lebih kompleks.
-
4-Chloroanisole CAS:623-12-1
4-Kloroanisol adalah senyawa organik dengan rumus kimia C8H9ClO. Senyawa ini merupakan turunan terklorinasi dari anisol, yang memiliki atom klorin yang tersubstitusi pada posisi para gugus metoksi pada cincin aromatik. Cairan tak berwarna hingga kuning pucat ini memiliki aroma yang menyenangkan, mengingatkan pada adas manis. Senyawa ini terutama digunakan dalam sintesis berbagai bahan kimia pertanian, farmasi, dan bahan kimia halus. Selain itu, 4-kloroanisol memiliki implikasi dalam ilmu material dan berfungsi sebagai blok bangunan untuk senyawa organik yang lebih kompleks dalam penelitian kimia.
-
n-Octadecane (pcm28) CAS:593-45-3
n-Oktadekana, juga dikenal sebagai PCM28, adalah alkana rantai lurus dengan rumus kimia C18H38. Senyawa ini berupa padatan tidak berwarna dan tidak berbau pada suhu kamar, dengan titik leleh sekitar 28°C. n-Oktadekana termasuk dalam keluarga hidrokarbon parafin dan biasanya diperoleh dari minyak bumi. Senyawa ini terkenal karena stabilitas termalnya dan volatilitasnya yang rendah, sehingga bermanfaat dalam berbagai aplikasi, termasuk sebagai material perubahan fasa (PCM) untuk penyimpanan energi termal. Kalor laten peleburannya yang tinggi memungkinkan senyawa ini menyerap dan melepaskan sejumlah besar panas, menjadikannya ideal untuk pengaturan suhu.
-
Asam (S)-(-)-2-Azetidinakarboksilat CAS:2133-34-8
Asam (S)-(-)-2-azetidinakarboksilat, juga dikenal sebagai L-prolin, adalah asam amino siklik dengan rumus molekul C5H9NO2. Senyawa ini memiliki struktur cincin beranggota lima yang mengandung atom nitrogen dan gugus fungsi asam karboksilat. Senyawa ini penting dalam biokimia karena perannya sebagai blok pembangun protein dan peptida. Struktur unik asam (S)-(-)-2-azetidinakarboksilat memberikan sifat konformasi yang berbeda sehingga membuatnya berharga dalam berbagai aplikasi sintetik, khususnya di bidang farmasi, agrokimia, dan ilmu material.
-
n-Heksadekana (pcm18) CAS:544-76-3
n-Heksadekana, juga dikenal sebagai PCM18, adalah hidrokarbon jenuh dengan rumus kimia C16H34. Senyawa ini berupa padatan tidak berwarna dan tidak berbau pada suhu kamar, dengan titik leleh sekitar 18,3°C. n-Heksadekana merupakan anggota keluarga n-alkana dan umumnya berasal dari minyak bumi. Karena stabilitas termalnya yang signifikan dan volatilitasnya yang rendah, senyawa ini berfungsi efektif sebagai material perubahan fasa (PCM) untuk penyimpanan energi termal, memungkinkan senyawa ini menyerap dan melepaskan panas selama transisi fasa. Sifat ini menjadikan n-heksadekana sebagai zat penting dalam berbagai aplikasi yang berkaitan dengan manajemen energi dan pengaturan termal.
-
Asam 4-Vinilbenzoat CAS:1075-49-6
Asam 4-vinilbenzoat adalah asam karboksilat aromatik yang ditandai dengan gugus vinil (-CH=CH2) yang terletak para terhadap gugus fungsi asam karboksilat pada cincin benzena. Senyawa ini berupa padatan tidak berwarna hingga kuning pucat, dan terkenal karena sifat polimerisasinya, menjadikannya monomer yang berharga dalam produksi polimer dan resin. Asam 4-vinilbenzoat digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk formulasi perekat, pelapis, dan sebagai aditif dalam sintesis senyawa organik lainnya. Struktur kimianya yang unik memungkinkan peningkatan stabilitas termal dan reaktivitas dalam berbagai reaksi kimia.
-
2-Piperazinon CAS:5625-67-2
2-Piperazinon adalah amida siklik dengan rumus molekul C4H8N2O. Senyawa ini memiliki cincin piperazin, yaitu cincin beranggota enam yang mengandung dua atom nitrogen, dan gugus keto pada posisi kedua. Senyawa ini menunjukkan aktivitas biologis yang menarik dan telah dipelajari untuk potensi aplikasi farmasinya. Strukturnya memungkinkan berbagai substitusi, menjadikannya kerangka serbaguna dalam kimia medisinal. Karena sifatnya yang unik, 2-piperazinon berfungsi sebagai blok bangunan dalam sintesis berbagai senyawa bioaktif.
-
3-Bromo-2-metilpiridin CAS:38749-79-0
3-Bromo-2-metilpiridin adalah turunan terbrominasi dari 2-metilpiridin, yang memiliki atom bromin pada posisi 3 cincin piridin. Dengan rumus molekul C6H8BrN, senyawa ini tampak sebagai cairan tidak berwarna hingga kuning pucat. Senyawa ini terutama digunakan dalam sintesis organik karena kemampuannya sebagai blok bangunan serbaguna untuk berbagai reaksi kimia. Substituen bromin meningkatkan reaktivitasnya, sehingga berharga dalam sintesis molekul yang lebih kompleks, khususnya dalam bidang farmasi dan agrokimia. Penanganan yang tepat terhadap senyawa ini sangat penting karena toksisitasnya yang sedang.
-
3-Pikolin-N-oksida CAS:1003-73-2
3-Picoline-N-oksida adalah senyawa kimia yang berasal dari 3-picoline, turunan piridin. Senyawa ini berbentuk padatan putih hingga kuning pucat atau cairan tidak berwarna dan dikenal dalam bentuk teroksidasinya. Senyawa ini memiliki berbagai aplikasi di bidang kimia organik, khususnya sebagai agen pengoksidasi dan prekursor dalam reaksi sintesis. Struktur uniknya memberikan sifat kimia yang khas, sehingga bermanfaat dalam bidang farmasi dan agrokimia. Karena toksisitasnya yang sedang, penanganan yang tepat dan protokol keselamatan sangat penting saat bekerja dengan senyawa ini di laboratorium dan lingkungan industri.
-
4-Bromo-1H-indazol CAS:186407-74-9
4-Bromo-1H-indazole adalah senyawa organik heterosiklik dengan rumus molekul C7H5BrN2. Senyawa ini memiliki inti indazole, yaitu struktur bisiklik yang terdiri dari cincin beranggota lima yang menyatu dengan cincin beranggota enam, dengan substituen bromin pada posisi keempat. Senyawa ini memiliki sifat kimia dan biologis yang unik, sehingga sangat berharga dalam kimia medisinal dan penemuan obat. Strukturnya memungkinkan berbagai fungsionalisasi, yang mengarah pada potensi aplikasi dalam pengembangan obat-obatan baru, agrokimia, dan ilmu material.
