-
4,4′-Bis(metoksimetil)-1,1′-bifenil CAS:3753-18-2
4,4′-Bis(metoksimetil)-1,1′-bifenil adalah senyawa organik dengan rumus molekul C16H18O2. Senyawa ini memiliki dua cincin fenil yang dihubungkan oleh ikatan bifenil, dengan dua gugus metoksimetil (-CH2-O-CH3) yang terikat pada posisi para dari masing-masing cincin fenil. Senyawa ini biasanya tampak sebagai padatan berwarna putih hingga kuning muda dan dikenal karena sifat kimianya yang unik. Senyawa ini berfungsi sebagai zat perantara yang berharga dalam sintesis organik dan ilmu material, memfasilitasi pembuatan berbagai material fungsional karena kemampuannya untuk mengalami beragam transformasi kimia.
-
Dimetil fumarat CAS:624-49-7
Dimetil fumarat (DMF) adalah senyawa kimia yang diklasifikasikan sebagai ester fumarat. Senyawa ini terutama digunakan dalam industri farmasi dan sangat dikenal karena aplikasinya dalam pengobatan multiple sclerosis. DMF berfungsi sebagai agen imunomodulator, menawarkan efek neuroprotektif dan mengurangi peradangan. Senyawa ini juga dapat digunakan dalam berbagai aplikasi industri, seperti dalam produksi resin dan pelapis. Dengan semakin pentingnya peran DMF dalam konteks terapeutik, penelitian yang sedang berlangsung terus mengeksplorasi potensi manfaat dan mekanisme kerjanya dalam mengobati penyakit autoimun.
-
Diisobutil fumarat CAS:7283-69-4
Diisobutil fumarat (DIBF) adalah senyawa organik yang dicirikan oleh adanya dua gugus isobutil yang terikat pada kerangka fumarat. Rumus kimianya adalah C12H22O4, dan diklasifikasikan sebagai diester tak jenuh. DIBF menunjukkan sifat-sifat unik, termasuk kelarutan yang baik dalam pelarut organik dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam reaksi polimerisasi. Karakteristik ini menjadikannya zat perantara yang berharga dalam berbagai proses sintesis di berbagai industri.
-
DIBUTIL ITACONAT CAS:2155-60-4
Dibutil itakonat adalah senyawa kimia yang berasal dari asam itakonat, di mana atom hidrogen dari gugus asam karboksilat digantikan oleh gugus butil. Senyawa ini dikenal karena keserbagunaannya sebagai monomer dalam kimia polimer, khususnya dalam memproduksi berbagai jenis polimer dan kopolimer. Dibutil itakonat menunjukkan stabilitas termal yang baik, ketahanan terhadap bahan kimia, dan kompatibilitas yang sangat baik dengan bahan lain, menjadikannya bahan yang berharga dalam pelapis, perekat, dan plastik. Sifat-sifatnya yang unik memungkinkan senyawa ini untuk meningkatkan karakteristik kinerja produk akhir, sehingga menjadikannya senyawa penting di bidang ilmu material.
-
Asam 3-Hidroksi-2-metil-4-kuinolinakarboksilat CAS:117-57-7
3-Asam hidroksi-2-metil-4-kuinolinakarboksilat adalah senyawa organik heterosiklik yang dicirikan oleh struktur kuinolin dengan gugus fungsi hidroksil dan asam karboksilat. Senyawa ini biasanya muncul sebagai padatan kristal dan dikenal karena potensi aktivitas biologisnya. Senyawa ini memainkan peran penting dalam kimia medisinal, berfungsi sebagai blok bangunan untuk sintesis berbagai agen farmasi. Struktur uniknya menjadikannya berharga dalam penelitian dan pengembangan, khususnya di bidang penemuan obat antimikroba dan antiinflamasi.
-
Dibutil fumarat CAS:105-75-9
Dibutil fumarat adalah ester yang berasal dari asam fumarat, yang dicirikan oleh adanya dua gugus butil yang terikat pada gugus fungsi asam karboksilatnya. Senyawa ini berupa cairan tak berwarna yang dikenal karena keserbagunaannya dalam berbagai aplikasi, khususnya di bidang kimia polimer dan farmasi. Dalam polimer, dibutil fumarat berfungsi sebagai monomer reaktif yang meningkatkan sifat-sifat seperti fleksibilitas, stabilitas termal, dan adhesi. Selain itu, senyawa ini menunjukkan potensi efek terapeutik, sehingga relevan dalam penelitian medis untuk kondisi seperti multiple sclerosis. Karakteristik kimianya memungkinkan senyawa ini untuk meningkatkan kinerja material di berbagai industri.
-
Dietil fumarat CAS:623-91-6
Dietil fumarat adalah senyawa organik, khususnya ester yang berasal dari asam fumarat. Senyawa ini berbentuk cairan tidak berwarna dan dikenal karena signifikansinya dalam bidang farmasi dan kimia polimer. Dalam industri farmasi, dietil fumarat terutama digunakan sebagai prodrug untuk mengobati berbagai penyakit autoimun, seperti multiple sclerosis, karena sifat imunomodulatornya. Selain itu, ia berfungsi sebagai monomer yang berharga dalam sintesis polimer dan kopolimer, berkontribusi pada pengembangan material dengan karakteristik kinerja yang lebih baik, termasuk stabilitas termal dan ketahanan terhadap degradasi lingkungan.
-
DIETIL ITACONAT CAS:2409-52-1
Dietil itakonat adalah turunan ester dari asam itakonat, yang dicirikan oleh adanya dua gugus etil yang terikat pada gugus fungsi asam karboksilatnya. Senyawa ini terutama digunakan sebagai monomer reaktif dalam sintesis berbagai polimer dan kopolimer karena kemampuannya untuk mengalami reaksi polimerisasi. Dietil itakonat menunjukkan sifat-sifat yang diinginkan seperti stabilitas termal yang baik, daya rekat yang sangat baik, dan ketahanan terhadap bahan kimia. Karakteristik ini menjadikannya berharga dalam berbagai aplikasi, termasuk pelapis, perekat, dan plastik, yang berkontribusi pada pengembangan material berkinerja tinggi di berbagai industri.
-
Asam 6-Bromoheksanoat CAS:4224-70-8
6-Asam bromoheksanoat adalah asam lemak terhalogenasi yang memiliki atom bromin pada posisi keenam rantai asam heksanoatnya. Senyawa ini merupakan zat perantara penting dalam sintesis organik karena reaktivitasnya, terutama karena adanya gugus fungsi asam karboksilat dan atom bromin. Struktur uniknya memungkinkan berbagai transformasi kimia, sehingga menjadikannya berharga dalam penelitian farmasi dan kimia.
-
Etil 6-bromoheksanoat CAS:25542-62-5
Etil 6-bromoheksanoat adalah senyawa organik dengan rumus kimia C10H17BrO2. Senyawa ini memiliki rantai asam heksanoat enam karbon yang tersubstitusi pada posisi ke-6 dengan atom bromin dan gugus etil ester. Senyawa ini sangat menarik dalam sintesis organik karena reaktivitasnya, yang memungkinkannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia. Struktur uniknya menjadikannya berharga sebagai zat perantara dalam pembuatan molekul yang lebih kompleks yang digunakan dalam bidang farmasi, agrokimia, dan bahan kimia khusus lainnya.
-
2-Kloro-5-nitrobenzonitril CAS:16588-02-6
2-Kloro-5-nitrobenzonitril adalah senyawa organik yang memiliki gugus kloro dan nitro yang terletak pada cincin benzena bersama dengan gugus fungsional nitril. Senyawa ini biasanya tampak sebagai padatan kristal berwarna kuning hingga oranye dan terutama digunakan dalam sintesis kimia dan aplikasi farmasi. Senyawa ini berperan sebagai zat perantara penting dalam pembuatan berbagai bahan kimia pertanian, obat-obatan, dan pewarna. Struktur kimianya yang unik memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi, sehingga sangat berharga dalam pengembangan molekul organik kompleks.
-
Difenil(4-piridil)metanol CAS:1620-30-0
Difenil(4-piridil)metanol, suatu senyawa yang memiliki gugus fenil dan piridin, memiliki sifat kimia dan fitur struktural unik yang berkontribusi pada keserbagunaannya dalam berbagai aplikasi. Senyawa ini dicirikan oleh kemampuannya untuk bertindak sebagai ligan dalam kimia koordinasi dan katalisis, sehingga berharga dalam penelitian dan lingkungan industri. Strukturnya memungkinkan interaksi dengan ion logam, yang dapat meningkatkan proses katalitik atau memfasilitasi pembuatan material baru. Selain itu, senyawa ini mungkin menunjukkan aktivitas biologis, menjadikannya kandidat untuk aplikasi farmasi.
