Inisiatif Sabuk dan Jalan: Kerja Sama, Harmoni, dan Saling Menguntungkan
produk

Produk

  • Asam 1,5-Naftalenedisulfonat CAS:81-04-9

    Asam 1,5-Naftalenedisulfonat CAS:81-04-9

    Asam 1,5-naftalenedisulfonat adalah asam sulfonat aromatik yang memiliki dua gugus asam sulfonat (-SO₃H) yang terikat pada cincin naftalena pada posisi 1 dan 5. Senyawa ini biasanya berupa padatan kristal putih yang larut dalam air. Senyawa ini terkenal karena keasamannya yang kuat dan reaktivitasnya, sehingga sangat berharga dalam berbagai proses kimia. Penggunaan utamanya adalah dalam kimia pewarna dan sintesis organik, berfungsi sebagai zat perantara penting dalam produksi pewarna dan molekul organik kompleks lainnya.

  • Garam natrium asam 2,4,5-triklorobenzensulfonat CAS:53423-65-7

    Garam natrium asam 2,4,5-triklorobenzensulfonat CAS:53423-65-7

    Garam natrium asam 2,4,5-triklorobenzensulfonat adalah garam natrium yang berasal dari asam 2,4,5-triklorobenzensulfonat. Senyawa ini memiliki tiga atom klorin yang terletak pada posisi 2, 4, dan 5 pada cincin benzena, bersama dengan gugus asam sulfonat (-SO₃H). Senyawa ini berbentuk bubuk kristal putih, larut dalam air, dan strukturnya yang unik memberikan reaktivitas kimia yang signifikan. Senyawa ini banyak digunakan dalam industri farmasi dan agrokimia, berfungsi sebagai zat perantara penting untuk berbagai proses sintesis.

  • 2-Amino-5-klorobenzamida CAS:5202-85-7

    2-Amino-5-klorobenzamida CAS:5202-85-7

    2-Amino-5-klorobenzamida adalah senyawa organik yang dicirikan oleh adanya gugus amino dan bagian klorobenzamida. Senyawa ini memiliki cincin benzena yang tersubstitusi dengan gugus amino pada posisi kedua dan gugus kloro pada posisi kelima, sehingga memberikan reaktivitas kimia yang menarik. Senyawa ini sering digunakan dalam kimia organik sintetik dan penelitian farmasi karena potensi sifat bioaktifnya.

     

  • Tranilast CAS:53902-12-8

    Tranilast CAS:53902-12-8

    Tranilast adalah obat antihistamin yang terutama digunakan untuk mengobati kondisi alergi, seperti asma dan rinitis alergi. Obat ini awalnya dikembangkan di Jepang dan sejak itu mendapatkan pengakuan atas sifat anti-inflamasinya. Tranilast bekerja dengan menghambat pelepasan mediator inflamasi dari sel mast, yang terlibat dalam reaksi alergi. Selain itu, obat ini juga menunjukkan potensi dalam mengelola fibrosis dan gangguan kulit lainnya. Obat ini biasanya diberikan secara oral dan ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar pasien, meskipun beberapa pasien mungkin mengalami efek samping ringan.

  • Garam dinatrium asam 2,6-naftalenedisulfonat CAS:1655-45-4

    Garam dinatrium asam 2,6-naftalenedisulfonat CAS:1655-45-4

    Garam dinatrium asam 2,6-naftalenedisulfonat adalah garam natrium dari asam 2,6-naftalenedisulfonat, yang memiliki dua gugus asam sulfonat (-SO₃H) yang terikat pada cincin naftalena pada posisi 2 dan 6. Senyawa ini tampak sebagai bubuk kristal berwarna putih atau terang yang sangat larut dalam air. Senyawa ini terutama dikenal karena aplikasinya dalam kimia pewarna, bertindak sebagai mordan dan meningkatkan kelarutan pewarna, sekaligus berfungsi sebagai perantara penting dalam sintesis berbagai senyawa organik.

  • Besi(III) fosfat CAS:10045-86-0

    Besi(III) fosfat CAS:10045-86-0

    Besi(III) fosfat, dengan rumus kimia FePO4, adalah senyawa anorganik yang memainkan peran penting di berbagai bidang, termasuk pertanian, ilmu material, dan aplikasi lingkungan. Garam besi ini dicirikan oleh warna coklat kemerahan yang khas dan biasanya ditemukan dalam beberapa bentuk terhidrasi, seperti ferri fosfat (FePO4·nH2O). Besi(III) fosfat umumnya digunakan sebagai pupuk karena kandungan fosfornya yang tinggi, yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Selain itu, ia berfungsi sebagai penghambat korosi, pigmen dalam pelapis, dan katalis dalam reaksi organik, menjadikannya senyawa serbaguna dengan banyak aplikasi di berbagai industri.

  • 2-metil-4′-(metiltio)-2-morfolino-propiophenol CAS:71868-10-5

    2-metil-4′-(metiltio)-2-morfolino-propiophenol CAS:71868-10-5

    2-Metil-4′-(metiltio)-2-morfolino-propiophenol adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelas senyawa fenolik yang mengandung morfolino. Senyawa ini memiliki inti propiophenol dengan gugus metiltio dan cincin morfolin, yang menambahkan karakteristik kimia unik pada strukturnya. Senyawa ini terutama digunakan sebagai fotoinisiator dalam sistem yang dapat disembuhkan dengan sinar UV, khususnya dalam pelapis, tinta, dan perekat. Kemampuannya untuk menyerap sinar ultraviolet dan menghasilkan radikal bebas menjadikannya penting untuk memulai proses polimerisasi. Dengan demikian, 2-metil-4′-(metiltio)-2-morfolino-propiophenol memainkan peran penting dalam meningkatkan sifat material dan memajukan aplikasi industri.

  • metil 2-benzoilbenzoat CAS:606-28-0

    metil 2-benzoilbenzoat CAS:606-28-0

    Metil 2-benzoilbenzoat adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelas benzoat, yang dicirikan oleh struktur aromatiknya yang unik. Senyawa ini memiliki gugus fungsi metil ester dan dua gugus benzoil yang berkontribusi pada reaktivitas kimianya dan aplikasinya di berbagai bidang. Metil 2-benzoilbenzoat sering digunakan dalam sintesis organik, berfungsi sebagai zat perantara dalam pembuatan pewarna, obat-obatan, dan agrokimia. Sifat strukturnya memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia, termasuk proses asilasi dan kondensasi. Memahami karakteristik dan potensi penggunaannya dapat memberikan wawasan berharga tentang perannya dalam penelitian dan aplikasi kimia.

  • Difenil(2,4,6-trimetilbenzoil)fosfin oksida CAS:75980-60-8

    Difenil(2,4,6-trimetilbenzoil)fosfin oksida CAS:75980-60-8

    Difenil(2,4,6-trimetilbenzoil)fosfin oksida adalah senyawa organofosfor yang dikenal karena perannya sebagai fotoinisiator yang sangat efektif dalam sistem yang dapat disembuhkan dengan sinar UV. Dengan gugus fosfin oksida dan bagian 2,4,6-trimetilbenzoil, senyawa ini menunjukkan reaktivitas yang sangat baik saat terpapar sinar ultraviolet. Senyawa ini menghasilkan radikal bebas yang memulai proses polimerisasi, sehingga sangat berharga dalam aplikasi seperti pelapis, perekat, dan tinta. Karakteristik struktural unik dari difenil(2,4,6-trimetilbenzoil)fosfin oksida tidak hanya meningkatkan kinerjanya sebagai fotoinisiator tetapi juga berkontribusi pada pengembangan material berkinerja tinggi di berbagai lingkungan industri.

  • Glikol sulfit CAS:3741-38-6

    Glikol sulfit CAS:3741-38-6

    Glikol sulfit adalah senyawa organosulfur yang dicirikan oleh adanya gugus sulfit yang terikat pada molekul glikol. Senyawa ini biasanya tampak sebagai cairan tidak berwarna dan dikenal karena aplikasinya dalam berbagai proses industri, khususnya dalam produksi surfaktan dan sebagai aditif dalam formulasi kimia. Sifat kimia glikol sulfit yang unik memungkinkan senyawa ini berfungsi secara efektif dalam meningkatkan kelarutan dan stabilitas dalam larutan berair. Perannya dalam berbagai reaksi menjadikannya senyawa penting dalam sintesis organik dan bahan berharga di berbagai sektor, termasuk tekstil, pertanian, dan produk perawatan pribadi.

  • Etil (2,4,6-trimetilbenzoil) fenilfosfinat CAS:84434-11-7

    Etil (2,4,6-trimetilbenzoil) fenilfosfinat CAS:84434-11-7

    Etil (2,4,6-trimetilbenzoil) fenilfosfinat adalah senyawa organofosfor yang dicirikan oleh adanya gugus fosfinat yang terikat pada bagian benzoil yang mengandung cincin aromatik tersubstitusi trimetil. Senyawa ini berfungsi sebagai fotoinisiator dalam sistem yang dapat disembuhkan dengan sinar UV, yang banyak digunakan dalam pelapis, perekat, dan tinta. Kemampuannya yang efektif untuk menghasilkan radikal bebas saat terpapar sinar ultraviolet memfasilitasi proses polimerisasi yang cepat. Dengan struktur uniknya yang meningkatkan reaktivitas dan kelarutan, etil (2,4,6-trimetilbenzoil) fenilfosfinat memainkan peran penting dalam meningkatkan sifat material dan memajukan aplikasi dalam kimia industri modern.

  • 2,2-Dimetoksi-2-fenilasetofenon CAS:24650-42-8

    2,2-Dimetoksi-2-fenilasetofenon CAS:24650-42-8

    2,2-Dimetoksi-2-fenilasetofenon (biasanya disebut DMAP) adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelas keton dan senyawa aromatik. Senyawa ini memiliki gugus fenil yang terikat pada atom karbon pusat yang memiliki dua gugus metoksi dan gugus asil. Struktur ini memberikan sifat kimia yang unik, menjadikan DMAP sebagai zat perantara penting dalam sintesis organik. Terutama, ia berfungsi sebagai fotoinisiator dalam sistem yang dapat disembuhkan dengan sinar UV, berkontribusi pada proses polimerisasi dalam pelapis, perekat, dan tinta. Kemampuannya untuk menyerap sinar UV dan menghasilkan spesies reaktif menyoroti signifikansinya baik dalam aplikasi industri maupun konteks penelitian.