Asam kanamisin sulfat CAS:64013-70-3
Kanamisin asam sulfat biasanya diberikan secara oral atau intravena, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan infeksi yang diobati. Dosis dan durasi pengobatan dengan kanamisin asam sulfat ditentukan berdasarkan faktor-faktor seperti usia pasien, berat badan, fungsi ginjal, dan jenis bakteri spesifik yang menyebabkan infeksi. Sebelum menggunakan kanamisin asam sulfat, penyedia layanan kesehatan harus melakukan pengujian yang sesuai untuk memastikan kerentanan bakteri penyebab infeksi dan memastikan efektivitas antibiotik. Pasien harus benar-benar mematuhi jadwal dosis yang diresepkan dan menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan untuk mencegah perkembangan resistensi antibiotik. Pemantauan efek samping potensial, seperti nefrotoksisitas dan ototoksisitas, sangat penting selama pengobatan dengan kanamisin asam sulfat. Pemantauan fungsi ginjal dan pendengaran secara teratur mungkin diperlukan untuk mendeteksi reaksi merugikan dengan segera. Penyimpanan kanamisin asam sulfat yang tepat sesuai petunjuk produsen, praktik penanganan yang aman, dan pembuangan obat yang tidak digunakan dengan benar sangat penting untuk menjaga stabilitas obat dan mencegah resistensi antimikroba. Berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan panduan mengenai penggunaan kanamisin asam sulfat sangat penting untuk memastikan hasil terapi yang optimal dan meminimalkan risiko komplikasi.
| Komposisi | C18H40N4O19S2 |
| Pengujian | 99% |
| Penampilan | bubuk putih |
| Nomor CAS | 64013-70-3 |
| Sedang mengemas | Kecil dan besar |
| Masa Simpan | 2 tahun |
| Penyimpanan | Simpan di tempat yang sejuk dan kering. |
| Sertifikasi | ISO. |








