Furazolidon CAS:67-45-8
Furazolidon biasanya diberikan secara oral dalam bentuk tablet atau suspensi untuk pengobatan infeksi saluran pencernaan, seperti diare pelancong, gastroenteritis, dan pertumbuhan bakteri Helicobacter pylori yang berlebihan. Dosis dan durasi pengobatan furazolidon bergantung pada jenis dan tingkat keparahan infeksi, serta usia dan riwayat medis pasien. Penting untuk mengikuti rejimen dosis yang diresepkan dan menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan furazolidon sesuai petunjuk penyedia layanan kesehatan untuk memastikan pemberantasan infeksi yang efektif dan mengurangi risiko resistensi antibiotik. Pasien harus menghindari konsumsi alkohol saat mengonsumsi furazolidon, karena dapat menyebabkan reaksi yang merugikan. Pemantauan efek samping potensial, seperti gangguan saluran pencernaan, reaksi alergi, dan gejala neurologis, sangat penting selama terapi furazolidon. Jika terjadi efek samping yang parah, pasien harus segera mencari pertolongan medis. Penyimpanan furazolidon yang tepat di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari kelembapan dan sinar matahari langsung, diperlukan untuk menjaga stabilitas dan khasiatnya. Menerapkan praktik kebersihan yang tepat dan tindakan pengendalian infeksi dapat membantu mencegah penyebaran bakteri resisten dan meningkatkan keberhasilan pengobatan dengan furazolidone. Konsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan panduan tentang penggunaan furazolidone disarankan untuk mengoptimalkan hasil terapeutik dan meminimalkan risiko komplikasi.
| Komposisi | C8H7N3O5 |
| Pengujian | 99% |
| Penampilan | bubuk putih |
| Nomor CAS | 67-45-8 |
| Sedang mengemas | Kecil dan besar |
| Masa Simpan | 2 tahun |
| Penyimpanan | Simpan di tempat yang sejuk dan kering. |
| Sertifikasi | ISO. |








