Furaltadon hidroklorida CAS:3759-92-0
Furaltadon hidroklorida digunakan dalam praktik kedokteran hewan untuk penanganan enteritis, kolibasilosis, salmonellosis, dan infeksi bakteri lainnya pada hewan seperti unggas, babi, dan sapi. Antibiotik ini dapat diberikan secara oral atau dicampurkan ke dalam formulasi pakan untuk memberikan cakupan spektrum luas terhadap patogen yang rentan yang menyerang ternak dan unggas. Dokter hewan menentukan dosis furaltadon hidroklorida yang tepat berdasarkan faktor-faktor seperti berat badan hewan, usia, dan tingkat keparahan infeksi yang diobati. Sangat penting untuk mengikuti dosis dan durasi pengobatan yang diresepkan untuk memastikan hasil terapeutik yang optimal dan mencegah perkembangan strain resisten antibiotik. Pemantauan respons pengobatan, potensi efek samping, dan kebutuhan penyesuaian terapi sangat penting selama pengobatan furaltadon hidroklorida. Para profesional kedokteran hewan memainkan peran kunci dalam mengawasi penggunaan antibiotik ini secara bertanggung jawab, mempromosikan pengelolaan antibiotik yang bijaksana, dan memastikan kesehatan dan kesejahteraan hewan di bawah perawatan mereka. Meskipun umumnya ditoleransi dengan baik, kemungkinan efek samping furaltadone hidroklorida pada hewan dapat meliputi gangguan pencernaan, reaksi alergi, atau kasus toksisitas yang jarang terjadi. Penilaian dokter hewan secara berkala, kepatuhan terhadap protokol pengobatan, dan praktik biosekuriti yang tepat merupakan komponen penting dari keberhasilan pengobatan saat menggunakan furaltadone hidroklorida dalam menangani infeksi bakteri pada hewan. Upaya kolaboratif antara dokter hewan, peternak, dan otoritas pengatur sangat penting untuk penggunaan antibiotik ini secara efektif dan berkelanjutan dalam kedokteran hewan.
| Komposisi | C13H17ClN4O6 |
| Pengujian | 99% |
| Penampilan | bubuk putih |
| Nomor CAS | 3759-92-0 |
| Sedang mengemas | Kecil dan besar |
| Masa Simpan | 2 tahun |
| Penyimpanan | Simpan di tempat yang sejuk dan kering. |
| Sertifikasi | ISO. |








