Flukloksasilin Natrium CAS:1847-24-1
Flukloksasilin natrium umumnya diresepkan untuk pengobatan infeksi kulit dan jaringan lunak seperti selulitis, abses, infeksi luka, dan dermatosis terinfeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus, termasuk strain yang sensitif terhadap metisilin. Obat ini juga digunakan dalam penanganan infeksi tulang dan sendi, endokarditis, dan infeksi sistemik lainnya yang disebabkan oleh bakteri yang rentan. Pemberian flukloksasilin natrium dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan kondisi pasien, dengan bentuk oral dan intravena tersedia untuk berbagai situasi klinis. Regimen dosis diindividualisasikan berdasarkan faktor-faktor seperti jenis infeksi, lokasi dan luasnya, berat badan pasien, fungsi ginjal, dan hasil uji sensitivitas jika ada. Pasien disarankan untuk mengonsumsi flukloksasilin natrium sesuai petunjuk penyedia layanan kesehatan mereka dan menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan untuk memastikan pemberantasan agen infeksi dan meminimalkan risiko infeksi berulang atau resistensi antibiotik. Efek samping flukloksasilin natrium dapat meliputi gangguan gastrointestinal, reaksi alergi seperti ruam atau gatal, dan kasus reaksi hipersensitivitas berat yang jarang terjadi. Para profesional kesehatan memantau pasien yang menerima flukloksasilin natrium untuk respons pengobatan, efek samping, dan kebutuhan penyesuaian terapi. Kunjungan tindak lanjut rutin dan pemantauan laboratorium mungkin direkomendasikan untuk menilai kemajuan dan memastikan hasil optimal dalam penanganan infeksi bakteri. Konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sangat penting untuk mendapatkan panduan yang tepat tentang penggunaan flukloksasilin natrium guna mencapai hasil pengobatan yang efektif dan aman.
| Komposisi | C19H18ClFN3NaO5S |
| Pengujian | 99% |
| Penampilan | bubuk putih |
| Nomor CAS | 1847-24-1 |
| Sedang mengemas | Kecil dan besar |
| Masa Simpan | 2 tahun |
| Penyimpanan | Simpan di tempat yang sejuk dan kering. |
| Sertifikasi | ISO. |








